Cegah makar, aktivis Islam Bandung demo bekukan Syiah

 

BANDUNG, Indonesia — Sekitar seratus orang yang tergabung dalam Aliansi Aksi Umat Islam Indonesia menggelar aksi damai dengan tema “Selamatkan Indonesia dari Makar Syiah”, di depan Gedung DPRD Jawa Barat, Bandung, Selasa, 19 Mei.

Massa yang menggunakan ikat kepala putih bertuliskan “Syiah Ancaman NKRI” itu menyerukan bahaya Syiah yang bisa mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka juga menyebarkan selebaran yang bertuliskan “12 bahaya dan kesesatan Syiah”.

Dalam aksi tersebut, sejumlah perwakilan massa beraudiensi dengan anggota DPRD Jawa Barat. Sementara massa yang berada di luar berorasi dan menggelar spanduk yang  salah satunya bertuliskan, “Waspada Bahaya Laten Syiah Ancaman Bagi Indonesia.”

“Kami meminta kepada pemerintah untuk mempersempit ruang pergerakan Syiah, bahkan kalau bisa tarik buku-buku mereka terutama yang mencela kerabat nabi, isteri-isteri nabi, kemudian mengkafirkan beberapa sahabat nabi, dan mengatakan bahwa Al-Quran tidak asli lagi,” kata Koordinator Lapangan Hasan Faruqi di sela-sela aksi.

Selain itu, massa juga meminta kepada pemerintah untuk tidak memberi izin bagi kegiatan sekelompok penganut keyakinan seperti Syiah, Ahmadiyah, liberalisme, dan kelompok lainnya yang melakukan penodaan dan penistaan terhadap keyakinan umat Islam. 

Sebelumnya pada Februari tahun ini, sekelompok warga Syiah melakukan penyerangan terhadap perumahan Islam Az Zikra di Sentul, Bogor, Jawa Barat. 

Hal tersebut dipicu oleh pemasangan spanduk provokatif yang menentang ajaran Syiah. Akibat penyerangan itu, 34 penganut Syiah ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian.

Tuntut putus diplomatik dengan Iran

Pemerintah juga diminta memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran, negara yang dianggap menyebarkan paham Syiah secara massif ke negara Muslim dan berpotensi terjadinya makar seperti telah terjadi di Irak, Suriah, Afghanistan, Lebanon, dan Pakistan.

“Bahayanya, bukan hanya Syiah itu memiliki ajaran yang menyimpang dari keaslian ajaran Islam, tapi orientasi politik terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia ini, karena mereka mempunyai orientasi revolusi. Syiah itu semakin massif ketika terjadi revolusi syiah di Iran tahun ’79,” papar Hasan.

Bukti lain massifnya gerakan Syiah, menurut Hasan, adalah tokoh-tokoh paham itu bisa bebas memasuki ranah birokrasi, seperti Jalaluddin Rakhmat. Sejumlah organisasi masyarakat Syiah, seperti Ikatan Jamaah Ahlul Bait Indonesia (IJABI) yang diketuai Jalaluddin Rakhmat, dinilai Hasan bebas melakukan kegiatan-kegiatan yang menjajakan ajaran Syiah.

“Hal-hal seperti itu yang bisa menjadi pertimbangan untuk membuat payung hukum sehingga tidak terjadi perkembangan Syiah ke depannya,” kata Hasan.

Sambungan telepon dan pesan singkat kepada perwakilan IJABI belum dijawab hingga tulisan ini naik.

Aksi demo anti-Syiah juga diikuti oleh mantan vokalis Rocket Rocker, Noor Al Kautsar yang akrab dipanggil Ucay. Ia merasa perlu terlibat karena ajaran Syiah ini sudah mulai memasuki kalangan anak-anak muda, terutama komunitas anak band.

“Yang pasti anak muda paling potensial untuk saling menyebarkan paham, pergaulannya banyak. Golongan-golongan Syiah mendekati anak band ini merupakan strategi mereka untuk mendapatkan massa yang lebih massif juga,” ujar Ucay.

Menurut Ucay, paham Syiah merupakan bahaya yang harus diketahui masyarakat karena kenyataannya masih banyak masyarakat yang awam dengan bahaya Syiah. Pemuda berjanggut itu juga ikut melakukan aksinya dengan membagikan brosur dan menyebarkan artikel tentang bahaya Syiah di media sosial.

“Harus dicegah dengan cara edukasi bagaimana kesesatan Syiah seperti apa dengan cara membagikan flyer seperti ini dan menulis artikel di sosmed dan lain-lain,” kata Ucay. —Rappler.com