Bambang Widjojanto kembali diperiksa polisi dalam kasus saksi palsu

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam jumpa pers di KPK, Senin, 26 Januari 2015. Foto oleh Gatta Dewabrata/Rappler

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam jumpa pers di KPK, Senin, 26 Januari 2015.

Foto oleh Gatta Dewabrata/Rappler

JAKARTA, Indonesia – Wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Bambang Widjojanto kembali menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus saksi palsu di Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri), Selasa, 3 Februari 2015.

“Teman-teman yang saya hormati, saya pergi untuk pulang, saya bertugas untuk menjalankan mandat sebagai pimpinan KPK,” kata Bambang sebelum meninggalkan kantor KPK di Kuningan, Jakarta Selatan, menuju Mabes Polri di Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru.

“Saya selaku pimpinan penegak hukum akan datang menunjukkan kelasnya bahwa penegak hukum akan taat pada hukum.”

Polisi menjerat Bambang dengan Pasal 242 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana mengenai kesaksian palsu di pengadilan. Dalam profesi lamanya sebagai pengacara, Bambang diduga menyuruh saksi memberikan keterangan palsu pada sengketa Pemilihan Kepala Daerah Kotawaringin Barat di Mahkamah Konstitusi tahun 2010.

Ia ditahan oleh polisi pada 23 Januari 2015 ketika sedang mengantarkan anaknya ke sekolah SDIT Nurul Fikri, di Cimanggis, Depok, namun dibebaskan sehari kemudian di tengah desakan kuat dari publik dan aktivis anti-korupsi.

Akankah Bambang bicara?

Pada pemeriksaan yang pertama, Bambang menolak menjawab delapan pertanyaan penyidik karena ketidakjelasan pasal yang disangkakan terhadapnya. Meski polisi menyebutkan Pasal 242, tidak dirinci ayat mana yang digunakan.

Kepala Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri, Inspektur Jenderal Budi Waseso, menyatakan penyidik akan kembali mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sebelumnya enggan dijawab Bambang.

“Ya nanti akan dipertanyakan kembali, nanti akan ada perbaikan. Karena materi harus dijawab oleh yang bersangkutan,” ujar Waseso.

“Keberatan dengan ayat-ayat yang diatur bisa ke praperadilan. Kami siap dikontrol dan tidak ada kriminalisasi.”

Waseso menjelaskan mengenai kriminalisasi ini karena ada tuduhan bahwa polisi sengaja merekayasa kasus Bambang terkait dengan penetapan calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai tersangka kasus penyuapan oleh KPK.

Tidak jelas apakah Bambang kembali akan menolak menjawab pertanyaan penyidik. Setibanya di Mabes Polri, Bambang enggan menjawab pertanyaan dari wartawan, dan membiarkan pengacaranya yang menjawab pertanyaan.  

Bambang siap kembali ditahan

Lepas dari dia percaya bahwa kebenaran akan terungkap, Bambang mengatakan dia siap ditahan seusai pemeriksaan oleh penyidik Polri.

“Siap dong, siap dong, siap lah, siap, siap. Cuma alasan penahanannya apa ya? Itu yang harus ditanya,” kata Bambang di KPK.

“Kalau toh akibat terberat saya harus meninggalkan jasad saya, maka itu akan saya ambil. Tapi saya percaya Allah akan berada pada pihak yang benar. Hanya doa orang dhuafa dan tertindas yang akan menolong bangsa ini.”

Bambang, yang didampingi sekitar 20 pengacara, meyakini bahwa dia akan tetap bisa bebas dalam pemeriksaan kedua ini.

“Saya pergi untuk kembali, jadi jangan dibikin serius banget.” – Rappler.com