Jakarta dilanda banjir, Ahok jadi kepala daerah terbaik

Banjir di Jl. Merdeka Utara dan Jl. Merdeka Barat, Jakarta, 9 Februari 2015. Foto oleh Nur Al Ihsan/Twitter

Banjir di Jl. Merdeka Utara dan Jl. Merdeka Barat, Jakarta, 9 Februari 2015.

Foto oleh Nur Al Ihsan/Twitter

JAKARTA, Indonesia — Di tengah banjir dan kemacetan Jakarta, sebuah lembaga survei menyebutkan gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama sebagai kepala daerah terbaik di Indonesia. (BACA: Waspada, Jakarta dikepung banjir karena hujan lokal)

“Sementara itu dari semua kepala daerah, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau dikenal dengan Ahok dianggap oleh 22.3% responden sebagai pemimpin daerah paling bagus kepemimpinannya dibandingkan nama-nama pemimpin daerah lainnya,” seperti dikutip dari situs Populi Center, Senin, 9 Februari 2015. 

“Peringkat kedua adalah walikota Surabaya, Tri Rismaharini.”

Sumber Populi Center

Baiknya kualitas kepemimpinan Ahok dan Risma membuat Ketua Populi Center Nico Harjanto meminta kepala daerah lain untuk belajar dari Ahok dan Risma. 

“Penilaian ini menunjukkan bahwa kepala daerah maupun birokrasi masih perlu meningkatkan kepemimpinan dan pelayanan publiknya, dan jangan sungkan untuk belajar dari pengalaman kepala daerah yang dipandang berhasil oleh masyarakat Indonesia seperti Gubernur Ahok dan Walikota Risma,” kata Nico sebagaimana dikutip media

Ada 1,200 responden dari 34 provinsi yang dipilih dengan metode acak bertingkat pada 16 - 22 Januari. Tingkat reabilitas survei adalah 95%.

Dibandingkan era Foke, tak banyak netizen marah pada Ahok 

Meski Jakarta hari ini digenangi banjir sampai dengan 1,2 meter di setidaknya 49 titik dan mengakibatkan lumpuhnya transportasi massal dan kemacetan, tak banyak orang yang melampiaskan amarahnya pada Ahok dibandingkan ketika hal yang sama terjadi di era mantan gubernur Fauzi Bowo. 

Seorang netizen berusaha menjelaskan fenomena ini: 

Meski sedikit, tapi ada juga yang mengkritisi Ahok di media sosial, seperti pengacara Yusril Ihza Mahendra.  

Ahok di awal bulan ini mengatakan bahwa banjir sudah diantisipasi. 

“Kita udah jaga. Besok kan puncak. Saya pikir puncak bisa sampai mendekati Imlek, sampai mendekati Imlek tanggal 10-an. Kita udah siap kok. Banjir juga nggak akan lama. Kecuali sabotase ya,” kata Ahok sebagaimana dikutip media.  

Namun kejadian hari ini menurut dia diluar prediksinya. 

“Sudah ada early warning system. Kan kita nggak sangka hujannya begitu besar volumenya,” kata Ahok sebagaimana ditulis media. 

Selain hujan, Ahok mengatakan masalah lainnya adalah pompa air yang tidak memadai jumlahnya dan banyaknya pompa yang rusak. — Rappler.com

Baca juga: