Indonesian Movie Awards: Siapa yang jadi juaranya?

Pagelaran Indonesian Movie Awards memang digelar pada Senin malam, 18 Mei, namun kehebohan baru terjadi keesokan harinya. Bukan, bukan karena gegap gempita dan suksesnya acara tersebut berlangung, tapi mengenai salah satu pemenangnya.

Hal ini bermula pada salah satu tweet akun fan band Saint Loco (@FOLjkt) yang masuk dalam nominee Soundtrack Terfavorit.

Malam itu, lagu Saint Loco yang berjudul Di Balik Istana bersaing dengan keempat musisi papan atas Indonesia. Berikut daftarnya:

Hasilnya? Saint Loco tak berhasil menjadi pemenang. Begitu juga dengan keempat nama lainnya di atas.

Secara mengejutkan, penyanyi pendatang baru Angel Pieters yang membawakan lagu Indonesia Negeri Kita Bersama keluar menjadi juaranya. Padahal gadis berusia 17 tahun ini tidak masuk ke dalam nominee asli.

Terjawab nih... Pantes menang, ciptaannya siapa dulu??! @pongkibarata @hansdavidian pic.twitter.com/rmWKTVtdcw — Damianus Andreas (@_omii) May 19, 2015

Lagu yang diciptakan oleh Liliana Tanoesoedibjo, istri CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo, adalah soundtrack dari film Di Balik ’98 produksi MNC Pictures.

Kejanggalan ini dibuat ramai oleh istri musisi Pongki Barata, Sophie Navita. Ia berkicau panjang lebar di Twitter yang disertai dengan hashtag #CobalahEdakBayangkan, Selasa malam, 19 Mei.

2. Mlm #indonesianMovieAwards nominasi soundtrk terFav gbr dibwh ini.yg menang BUKAN dr sini #cobaklahEdaBayangkan pic.twitter.com/wmFBbRgcr9 — Sophie Navita Barata (@sophieNavita) May 19, 2015

4. Jadi kami suruh dtg dan support #indonesianMovieAwards kmrn buat apa?jd boneka menuh2in sarbini? #cobaklahEdaBayangkan — Sophie Navita Barata (@sophieNavita) May 19, 2015

Menurut Sophie, seluruh penonton Balai Sarbini tidak ada yang sadar saat Angel Pieters diumumkan sebagai pemenang, padahal namanya tidak ada dalam daftar nominee.

Hal ini memicu keheranan dan kejengkelan tidak hanya dari kalangan musisi namun juga penikmat musik tanah air. Bahkan beberapa dari mereka menanyakan ke mana uang yang dibayarkan oleh penonton saat mengirim vote untuk menentukan pemenang.

Sistem “Terfavorit” dalam acara penghargaan adalah yang paling diminati oleh penonton. Penggemar musik dapat mengirim satu SMS sebesar Rp 2.200 untuk memilih artis mereka memenangi kategori tersebut. Jika nama artis tersebut tidak ada dalam daftar dan bisa keluar menjadi pemenang, lalu ke mana uang itu diserap?

Berikut beberapa lampiasan kekecewaan terhadap panitia Indonesia Movie Awards dan RCTI selaku televisi penayang yang dimiliki oleh MNC Group.

I'm risking my career here..tp ini udah kebangetan.. Kok bs? Kasian yg udah sms, kepotong Rp.2200,- kalo smp di banned sm tv itu ya udahlah — Pongki Barata (@pongkibarata) May 19, 2015

Pertama nominator resmi berubah & voting sudah berjalan, biarpun 2200 rupiah/sms publik berhak tau.. mohon penjelasan @OfficialRCTI — Latuihamallo (@GlennFredly) May 19, 2015

Associate editor majalah Rolling Stone Indonesia ikut mencuit promo nominee sebelum acara melalui akun resmi YouTube milik RCTI, yang hanya diikuti oleh 5 artis di atas.

You might want to save this video while they discover how someone not among these #IMA2015 nominees won the award: https://t.co/lvwHXoEMSA — Hasief Ardiasyah (@hasief) May 19, 2015

Tak lama kemudian, video tersebut tak dapat lagi diakses oleh publik. 

Tak apa, daftarnya masih ada di http://t.co/AATAb6ysjP https://t.co/Y0XCHpcEbe — Hasief Ardiasyah (@hasief) May 19, 2015

Sementara itu, Angel Pieters mengucapkan terima kasih kepada para pendukungnya.

thank you so much guys masih ganyangka bisa menang soundtrack terfavorit IMA 2015 terimakasih banyak atas dukungannya — Angel Pieters (@angelicaaMP) May 19, 2015

Tak sedikit yang langsung menghujat Angel di media sosial, namun Pongki mengatakan bahwa ini bukan kesalahan Angel sebagai artis. 

please please leave the singer out of this matter..it's not her.God bless her. She has a bright future. — Pongki Barata (@pongkibarata) May 19, 2015

"Buat saya masalah ini simpang siur selama RCTI belum menjawab. Saya sudah sampaikan di Twitter, tinggal menunggu pihak RCTI untuk menjawab,” kata Pongki pada Rappler, Rabu pagi, 20 Mei.

Sementara itu, Direktur Program dan Acara RCTI Dini Putri masih belum bisa memberikan komentar karena kesibukan ketika dihubungi hari ini. Staf Humas RCTI lainnya juga belum memberikan jawaban. 

Aditya Gumay, salah seorang juri IMA, mengatakan bahwapihaknya tidak terkait sama sekali dengan urusan ini. Dia bahkan baru tahu adanya penambahan nominee pada saat acara. 

"Saya pribadi tidak ngeh, karena kita (juri) kan tidak dapat list(kategori) terfavorit. Pas muncul di panggung baru ngeh. Kok ada 6?” kata Aditya. —Rappler.com