Terkejut? Jakarta merajai kota macet dunia 2014

JAKARTA, Indonesia – Ada berbagai kota di dunia yang dikenal dengan kemacetan, namun menurut Stop-Start Index, Jakarta adalah raja dari semua kota termacet di dunia.

Indeks Stop-Start di kota ini adalah 33.240, artinya dalam setahun seorang pengendara di Jakarta rata-rata berhenti dan kemudian bergerak kembali 33.240 kali ketika sedang berkendara.

Indeks ini dikeluarkan oleh Castrol Magnatec yang mengambil data dari alat navigasi TomTom. Cara kerjanya adalah menghitung berapa kali seorang pengendara berhenti dan bergerak kembali per kilometer. Hasilnya dikalikan dengan rata-rata jarak yang ditempuh setiap tahun oleh seorang pengemudi. Data diambil dari 78 negara.

Terkejut?

 

Penempatan Jakarta sebagai kota termacet ini tidak mengejutkan.

Kepala Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Martinus Sitompul mengatakan bahwa pertumbuhan kendaraan 12 persen setahun yang tidak sebanding dengan pertambahan ruas jalan menjadi penyebab utama kemacetan Jakarta.

“Karena pertumbuhan jalannya hanya 0,01 persen, jadi tidak sebanding,” kata Martinus sebagaimana dikutip oleh sebuah media online awal tahun ini.

Berdasarkan data Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Jakarta, pertambahan mobil mencapai 1.600 unit sementara pertambahan motor berkisar antara 4.000 sampai 4.500 unit.  Jumlah kendaraan terdaftar di Jakarta, baik pribadi maupun umum, pada akhir 2014 tercatat 17.483.967.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk mengatasi kemacetan ini, seperti pemberlakuan sistem three in one di beberapa jalan utama, pembangunan dan pengembangan transportasi massal bus TransJakarta, penambahan gerbong kereta secara signifikan, sampai pelarangan sepeda motor di sepanjang Jalan Thamrin dan Jalan Medan Merdeka Barat akhir-akhir ini. Jakarta juga akan segera memberlakukan Electronic Road Pricing (ERP) yang saat ini masih dalam tahap uji coba. (BACA: Setelah motor, Jakarta berlakukan pembatasan mobil)

Meski demikian, kemacetan tidak berhenti. Tidak hanya pengguna kendaraan pribadi yang terjebak di kemacetan, pengguna bus TransJakarta pun kerap terjebak dalam kemacetan karena lajur bus dipenuhi kendaraan pribadi.

Surabaya juga

Tidak hanya Jakarta, Surabaya juga masuk dalam daftar sepuluh kota dengan indeks stop-start terburuk. Kota ini berada di urutan ke-4 dengan indeks 29,880.

Screenshot dari Stop-Start Index.

Screenshot dari Stop-Start Index.

Posisi kedua dan ketiga kota termacet di dunia ini ditempati oleh Kota Istanbul dan Kota Meksiko.

Indeks ini juga menampilkan tiga kota dengan lalu lintas terlancar, yaitu Tampere di Finlandia, Rotterdam di Belanda dan Bratislava di Slovakia. – Rappler.com