Kabareskrim Budi Waseso naik pangkat jadi jenderal bintang 3

JAKARTA, Indonesia — Kepala Badan Reserse dan Kriminal Kepolisian RI, Inspektur Jenderal Budi Waseso, naik pangkat. Kini Budi yang disebut-sebut dekat dengan calon Kapolri Komisaris Jenderal Budi Gunawan itu berpangkat jenderal bintang 3, dan bergelar Komisaris Jenderal.

"Sah 100 persen sah karena ini keputusan presiden," ujar Badrodin di ruang rapat utama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis, 5 Februari 2015.

Sebelumnya, Irjen Budi Waseso resmi menjabat Kabareskrim menggantikan Komisaris Jenderal Suhardi Alius, 19 Januari lalu. Saat itu, acara serah terima jabatan antara Budi Waseso dan Suhardi digelar tertutup. Tak ada satu pun media yang diundang.  

Rekam jejak Budi Waseso

Nama Budi Waseso menjadi perhatian awak media setelah dia menemani calon Kapolri  Komjen Budi Gunawan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR RI. Budi Waseso tampak tenang duduk di belakang Budi Gunawan. 

Ia kemudian semakin dikenal setelah dilantik menjadi Kepala Bareskrim. Lalu, ia juga terlibat dalam penjemputan Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi, Bambang Widjojanto. (BACA: Jumat Keramat untuk Bambang Widjojanto)

Nama Budi Waseso juga melambung setelah mantan Wakil Kepala Polri Komjen Oegroseno berseteru dengannya soal kisruh di tubuh Trunojoyo, nama lain Polri. (BACA: Adu mulut para jenderal Trunojoyo

Budi Waseso siap jadi Kapolri

Masih di tengah kisruh Kepolisian RI dan Komisi Pemberantasan Korupsi, usai dilantik dan menerima kenaikan pangkat, Komisaris Jenderal Budi Waseso menyatakan siap dicalonkan menjadi orang nomor satu di markas Trujonoyo. 

"Sebagai seorang prajurit, harus siap menerima perintah dari Presiden Joko Widodo. Kita tidak boleh menolak tugas dan tanggung jawab," ucap Budi Waseso usai acara kenaikan pangkat di ruang rapat utama Mabes Polri hari ini.  

Tidak bisa dipungkiri, bahwa kenaikan pangkat ini membuat Budi Waseso sebagai salah satu calon yang memenuhi syarat menjadi Kapolri, dari segi kepangkatan. "Tapi saya terus terang konsentrasi pada pekerjaan saya karena baru naik pangkat," ujarnya. 

Peluang Budi Waseso untuk menjadi orang nomor satu di Korps tersebut juga terbuka, karena Presiden Joko Widodo berencana membatalkan pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan, yang kini menjadi tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi di KPK.

Ditambah, nama Budi Waseso memang masuk dalam daftar calon Kapolri yang disodorkan Komisi Polisi Nasional pada presiden. Nama lain misalnya, Komjen Badrodin Haiti, Irwasum Komjen Dwi Prayitno, dan Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayuseno. 

Disanjung dan dicerca 

Sementara itu, kenaikan pangkat Budi Waseso menuai kontroversi dari berbagai kalangan. Dari kalangan koleganya, ia mendapat ucapan selamat.  

Melalui karang bunga, Abdullah Makhmud Hendropriyono, mantan Kepala Badan Intelijen Negara mengucapkan selamat pada Budi Waseso. Karangan bunga itu diletakkan di teras gedung Bareskrim.

Sementara itu, para netizen juga ikut bereaksi atas pengangkatan Budi Waseso. Akun twitter Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan @KontraS mem-posting 6 alasan mengapa Budi Waseso harus segera dicopot oleh Presiden Joko Widodo.  

-Rappler.com