Lima kesalahan seputar uang yang harus dihindari

Nita Junaidi mengawali tahun sama seperti jutaan orang lain yang memiliki keinginan besar untuk menjadi lebih bertanggung jawab dalam hal mengatur keuangan di tahun yang baru. "Di pertengahan tahun, sepertinya saya sudah mengingkari separuh dari janji-janji tersebut," ujarnya. "Saya sudah berencana untuk mengakhiri utang kartu kredit saya, tapi sampai sekarang belum ada kemajuan sama sekali! Penawaran diskon di mal benar-benar mematahkan resolusi saya."

Anda mungkin tidak berada dalam posisi yang sama seperti Nita, tapi Anda juga bisa melihat kembali kesejahteraan finansial Anda.

Konsultasikan beberapa kesalahan seputar uang berikut yang dapat menggagalkan rencana terbaik Anda:

Kesalahan #1: Tidak memiliki anggaran

Agar bisa mengendalikan uang, Anda perlu tahu kemana uang tersebut pergi dan merencanakan bagaimana untuk menggunakannya di depan. Dengan memonitor kebiasaan konsumsi, Anda bisa memiliki gambaran lebih baik tentang darimana uang masuk, keluar, dan bagaimana Anda bisa memotong pengeluaran. Dengan begitu Anda tidak akan menghambur-hamburkan uang atau sampai kekurangan.

Solusi: Ikuti anggaran yang bisa Anda patuhi. Mulailah dengan patokan 50/20/30, dimana penghasilan Anda akan dialokasikan 50 persen untuk pengeluaran rutin, 30 persen untuk bersenang-senang, dan 20 persen untuk kepentingan keuangan (rencana pensiun, tabungan dan pelunasan utang).

Kesalahan #2: Tidak menabung

Saat membagi-bagi porsi penghasilan Anda, ingat untuk menyimpan sejumlah uang sebagai "payung saat hujan", terutama dana darurat yang memungkinkan Anda untuk membiayai pengeluaran selama enam bulan. Satu-satunya cara untuk melakukannya adalah dengan membayar diri Anda terlebih dulu!

Solusi: Atur tabungan Anda secara otomatis – koordinasikan dengan bank Anda untuk mengambil 10 persen dari gaji Anda dan memindahkannya ke rekening lain. Anda bisa mulai dengan jumlah sedikit, misalnya 2 persen. Setelah itu, tingkatkan saja menjadi 5 persen, 7 persen dan seterusnya hingga mencapai 10 persen.

Kesalahan #3: Tidak menabung untuk pensiun

Saat ini Anda adalah bagian dari angkatan kerja aktif dan masih menghasilkan uang. Inilah saat yang tepat untuk menyisihkan sejumlah penghasilan Anda untuk membiayai segala pengeluaran di saat pensiun.

Solusi: Tabungan pensiun yang disponsori perusahaan tidak akan cukup untuk membiayai hari tua Anda. Tambahkan tabungan tersebut dengan dana pensiun dari perusahaan asuransi pribadi.

Kesalahan #4: Tidak punya rencana untuk melunasi utang

Bermaksud melunasi utang? Jangan jatuh pada perangkap "cukup membayar jumlah minimal bulan ini." Singkirkan utang Anda secepat mungkin!

Solusi: Pertama-tama, pastikan pengeluaran Anda sebesar penghasilan Anda --atau lebih kecil. Kedua, putuskan berapa jumlah yang Anda alokasikan untuk pembayaran utang setiap bulannya dan patuhilah keputusan tersebut.

Kesalahan #5: Percaya "retail therapy"

Jika Anda merasa mood Anda mempengaruhi keinginan Anda untuk membeli sepatu, tas serta pakaian bermerk, mungkin sudah saatnya mengendalikan keinginan belanja tersebut.

Solusi: Abaikan toko-toko dan butik, terutama ketika Anda lapar, marah atau sedih. Jika memang tidak mungkin menghindari belanja, cari bantuan dari seorang teman yang dapat melakukan 'supervisi' terhadap agenda belanja Anda, mengingatkan Anda, serta menghentikan saat Anda bermaksud membeli sepatu pumps hitam Anda yang ke-9. – Rappler.com

Tips di atas berasal dari LiveOlive, sebuah situs yang membekali perempuan Indonesia dalam hal pengelolaan keuangan pribadi.