Mimpi tanding ulang Mayweather vs Pacquiao

Dalam sebuah adegan di film dokumenter On Freddie Roach, pelatih hebat itu ditanya wartawan mengapa Manny Pacquiao tak kunjung bertanding melawan Floyd Mayweather. Roach menjawab ringan, "I think he's (Mayweather) afraid."

Tak dinyana, pertarungan Pacquiao versus Mayweather sungguh terjadi, Minggu, 2 Mei. Sesuai prediksi Roach, Mayweather memperlihatkan ketakutannya untuk bertarung rapat dengan Pacquiao. Tapi tentunya Roach tak mengira jika hasilnya ternyata Pacquiao kalah angka kontroversial.

Menyedihkan bagi saya yang mendukung Pacquiao dan melihatnya kalah dengan margin yang cukup jauh. Satu juri memberi angka 118-110, dua juri 116-112. Agak berat sebelah menurut saya.

Photo by Natashya Gutierrez/Rappler

Namun demikian saya melihat Mayweather susah payah melakukan berbagai strategi. Beberapa yang saya tabulasi antara lain:

Strategi 3 dan 4 ini mengakibatkan Mayweather banyak lari-lari. Menggunakan back step dan langkah menyamping ke kanan dan ke kiri. Jadilah kita melihat Rp 1,8 triliun dibayarkan untuk petinju yang lebih banyak menghindar dan menjaga jarak selama pertandingan.

Menyedihkan untuk pemegang rekor 47 kemenangan beruntun, di mana 26 pertarungan dimenangkan dengan KO, harus bertanding dengan gaya pengecut.

Ya, inilah tinju. Apa saja sah selama tak melanggar aturan, walau jadinya tontonan yang menjengkelkan.

Pacquiao, di lain pihak, bertanding dengan sangat tenang. Keliarannya telah kembali walau tak semengerikan ketika melawan Miguel Cotto, Oscar De la Hoya, atau Ricky Hatton. Pukulan kombinasinya juga sangat bervariasi. Sama sekali tak terpancing provokasi Mayweather.

Menurut hitungan amatiran yang saya lakukan, Pacman menang tipis 115-111 hingga 115-112. Setidaknya kalau dengan hometown decision, hasilnya draw. Entah mengapa hasil akhirnya Pacman kalah angka cukup jauh. Rasanya sedunia menyesalkan keputusan ini. 

Akan lebih baik jika Mayweather menawarkan rematch dengan kondisi yang lebih fair dari sisi juri. Pacquiao layak mendapatkan hak untuk rematch. Kecuali Mayweather ingin dikenang sebagai petinju pengecut yang lebih banyak menghindar di ujung karirnya yang sempurna. –Rappler.com 

Kokok Herdhianto Dirgantoro adalah mantan wartawan dan karyawan bank. Kini di sela-sela mengelola kantor konsultan di bidang komunikasi strategis, dia berlatih tinju sebagai hobi di Blade Boxing Camp, BSD, sebuah sasana tinju rumahan milik mantan juara nasional kelas bantam Andre Talabessy. Follow Twitter-nya @kokokdirgantoro.