Terlalu erotis, 'Fifty Shades of Grey' tak lulus sensor

JAKARTA, Indonesia — Kabar buruk bagi pembaca novel Fifty Shades of Grey karangan E.L James.

Distributor United International Pictures (UIP) mengumumkan melalui akun Twitter resminya bahwa film besutan Sam Taylor-Johnson itu tak lulus sensor.

“Film Fifty Shades of Grey tidak akan ditayangkan di Indonesia karena tidak sesuai dengan kriteria penyensoran,” cuit @UIPIndonesia, Kamis, 5 Februari 2015.

Namun tak dijelaskan lebih lanjut mengapa film yang dibintangi Jamie Dornan dan Dakota Johnson ini tak layak tayang di Indonesia.

Tak mengherankan memang, sejak film yang diadaptasi dari novel erotis itu dikabarkan menayangkan lebih dari 20 menit adegan seksual. Tokoh utama pengusaha tampan Christian Grey dan mahasiswi Anastasia Steele digambarkan melakukan hubungan seksual yang tak lazim, atau yang biasa dikenal dengan bondage, domination, submission, and sadomasochism (BDSM).

Di negeri asalnya, Fifty Shades of Grey diberi rating R oleh Motion Picture Association of America (MPAA) karena mengandung unsur seksual dalam dialog, bahasa, dan visual yang sangat kuat. 

Rencananya film ini akan dirilis menjelang hari Valentine akhir pekan depan.

Sebelumnya, Fifty Shades of Grey juga dilarang tayang di Malaysia. Lembaga Sensor Malaysia menyebut film ini lebih cocok disebut pornografi

"Dewan di lembaga sensor berpandangan bahwa film ini mengandung adegan-adegan yang bukan tergolong adegan seksual alamiah. Adegannya sadis, misalnya perempuan yang diikat dan dicambuk," kata kepala lembaga sensor film Malaysia, Abdul Halim.  

Penggemar Fifty Shades of Grey di Indonesia sudah mengantisipasi kemungkinan film kesukaan mereka tak akan lulus uji tayang di sini, seperti yang diungkapkan melalui Twitter:

Bahkan ada yang rela membikin petisi agar film ini dapat ditonton di bioskop.

 

Ada juga yang masih berharap seperti mereka.

 

 

Masih nggak bisa nonton? Tenang, bisa mengunduh melalui Internet.

 

Atau setidaknya menunggu beberapa bulan lagi melalui TV kabel.

 

Tapi, ada juga yang mendukung sensor film ini di Indonesia.

 

 

Merasa tersinggung dengan Fifty Shades of Grey? Mungkin versi Lego nya lebih pas untuk kamu.

 

Tonton trailer-nya di sini.

 

Bagaimana denganmu? Apakah kamu penggemar Fifty Shades of Grey yang kecewa film ini batal tayang di Indonesia? —Rappler.com