Teror penyidik kasus rekening gendut Budi Gunawan

 

JAKARTA, Indonesia — Polisi memastikan pihaknya akan memburu pelaku teror di kediaman salah seorang penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Komisaris Polisi Afief Julian Miftah.

"Kita kejar ya, siapa kira-kira yang melakukan itu," ujar Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Budi Waseso di kompleks Mabes Polri pada Selasa, 7 Juli.

Siapakah Kompol Afief? 

Entah kebetulan atau tidak, Afief pernah menangani kasus dugaan rekening gendut Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebelum ditetapkan sebagai tersangka oleh lembaga anti rasuah itu. 

“Dia kepala Satuan Petugas kasus Budi Gunawan,” kata salah seorang sumber Rappler yang enggan disebutkan namanya.

Apa saja teror yang diterima Afief? 

Teror pertama terjadi pada 29 Juni 2015 lalu. Saat itu, ban mobil Honda Freed milik Afif pernah ditusuk benda tajam oleh seseorang yang tak dikenal. 

Teror kedua, pada 2 Juli, badan mobil Afif tiba-tiba disiram dengan air keras.

Teror ketiga terjadi pada Minggu malam, 5 Juli. Afif bersama istri dan anaknya saat itu baru pulang dari perjalanan. Saat hendak membuka pintu pagar ada benda dengan detonator dan launnya. 

Mengenai hal ini, seorang sumber Rappler di lembaga penegak hukum yang mengetahui rentetan kejadian itu mengatakan, teror yang diterima Afif diduga terorganisir. 

“Jelas, terornya serius dan terorganisir dengan lihat caranya,” katanya. 

Apa reaksi Kapolri soal identitas Apip? 

Kepala Polri Jenderal Badrodin Haiti mengaku menyerahkan kasus Kompol Afief pada penyidiknya. Soal keterkaitan Afief dengan Budi Gunawan yang merupakan Wakil Kepala Polri saat ini, Badrodin tak mau ambil pusing. 

“Kasusnya Pak BG itu sudah selesai,” katanya. 

Ia tak yakin teror yang sedang dialami Afief terkait dengan statusnya sebagai penyidik kasus Budi Gunawan. 

“Belum tentu juga. Mungkin ada pihak yang mengarahkan tuduhan ke polisi,” kata Badrodin. 

Badrodin minta masyarakat berhati-hati dan tidak gegabah menghubungkan status Afief dengan teror yang diterimanya. 

“Bisa jadi ada orang yang menyudutkan polisi. Makanya ini harus diungkap,” katanya.

Proses penyelidikan dilakukan oleh Polda Metro Jaya, Polres Kota Bekasi, dan Detasemen Khusus 88 Antiteror.

Perkembangan terakhir, polisi sudah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), yakni di kediamannya di Bekasi.  

'Jangan dikaitkan dengan BG'

Sementara itu, Kabareskrim Budi Waseso meminta publik tidak mengaitkan perkara tersebut dengan kisruh KPK-Polri atau proses pemilihan calon KPK yang saat ini masih berlangsung.

"Kita enggak boleh mengait-ngaitkan itu. Yang penting kita cepat bertindak. Publik jangan buat kesimpulan-kesimpulan sendiri," katanya. —Rappler.com