Aa Gym: Umat Islam jangan kebanyakan mikirin Pak Ahok

JAKARTA, Indonesia - Ulama Abdullah Gymnastiar tetap mengisi acara Tabligh Akbar di hadapan ribuan umat Muslim di Pulau Pramuka, Kecamatan Kepulauan Seribu pada Senin, 9 Januari. Pria yang akrab disapa Aa Gym itu menyampaikan ceramah di sesi terakhir, tepatnya setelah Misbachul Anam dan Irena Handono berbicara.

Dalam ceramahnya yang berdurasi sekitar 1 jam, Aa Gym menyindir umat Muslim yang akhir-akhir banyak mencurahkan pikirannya dan fokus kepada gubernur non aktif Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama akibat tersangkut kasus penodaan agama. Saking umat Muslim fokus terhadap apa yang dilakukan oleh Ahok sehingga lupa akan dosa dan perbuatannya sendiri.

“Ini nih umat Islam, jangan kebanyakan mikirin Pak Ahok, sampai lupa kepada dosa dan kesalahannya sendiri. Saya teh rada cemas mikirin (umat Islam sibuk) mengatakan itu (perbuatan Ahok) menghina (agama Islam), tapi kita sendiri suka menghina tetangga enggak?” tanya Aa Gym di hadapan sekitar 3.000 umat Islam.

Menurut Aa Gym mayoritas problema yang dimiliki oleh warga Indonesia yakni terlalu banyak memikirkan masalah orang lain. Padahal, seharusnya lebih banyak introspeksi diri dengan istigfar.

Dia juga mengatakan agar menyikapi Pilkada DKI pada bulan Februari mendatang dengan hati dan pikiran tenang serta tak perlu terpancing emosi.

Semua keputusan dan takdir siapa pun yang menjadi Gubernur nantinya sudah ditentukan oleh Tuhan Yang Maha Esa.

“Saya mau milih (kandidat) itu, sok atuh yang penting kita milih yang bener. Titik. Tanpa maksa orang tanpa jengkel dengan pilihan orang,” kata pimpinan Pesantren Daarut Tauhiid di Geger Kalong itu.

Jabatan gubernur yang kini tengah diperebutkan oleh ketiga kandidat pun bagi Aa Gym tidak sebanding dengan karunia yang diberikan oleh Tuhan. Maka, dia berharap agar warga tidak perlu lagi memusingkan tentang hal tersebut.

Walau sempat sedikit menyinggung Pilkada, namun baik Aa Gym dan penyelenggara yang terdiri dari Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM) menepis keseluruhan isi tabligh terkait isu politik. Aa Gym menyadari kehadirannya di Pulau Pramuka dikaitkan dengan sidang kasus dugaan penodaan yang dilakukan Ahok. Oleh sebab itu, sempat muncul penolakan dari warga dan meminta agar tabligh akbar ditunda.

Namun, saat penyelenggaraan tabligh, Aa Gym mengaku tak mendengar langsung dari warga ada yang menolak kehadirannya.

“Katanya ada yang tolak, ada yang bilang Aa Gym mau kampanye tapi enggak keliatan tuh. Aa mah di sini diundang santri Daarut Tauhiid. Acara ini tabligh akbar sekaligus peringatan Maulid. Enggak ada yang bawa politik,” katanya seperti dikutip media.

Dia pun mempersilakan jika memang ada yang tidak setuju dengan kehadirannya. Warga memiliki kebebasan untuk tidak menyaksikan ceramahnya pada hari itu.

“Sok atuh yang mau datang, dengarkan baik-baik ceramahnya. Jangan sampai acara ini disebut agenda politik atau yang lain-lain,” tutur dia.

Kecurigaan isi tabligh Aa Gym bermuatan politis bermula karena pria berusia 54 tahun itu memberi ceramah di pulau yang sama ketika Ahok dituding telah melakukan penistaan agama Islam. Sementara, warga dari Kepulauan Seribu mengaku bingung mengapa mantan Bupati Belitung Timur itu bisa dituding demikian.

"Warga Pulau Seribu bingung di mana penistaan agamanya? Pernyataan yang mana?" ujar seorang warga dari Kepulauan Seribu bernama Abdi Yaman di markas kubu Ahok, Rumah Lembang, Jakarta seperti dikutip media. - Rappler.com