Dilaporkan ke KPK, Anies Baswedan: Harap bersabar ini ujian

JAKARTA, Indonesia - Calon gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga, Anies Baswedan mengatakan tidak ada keanehan dalam anggaran pameran Frankfurt Book Fair yang disebut mencapai 10 juta Euro atau sekitar Rp 146 miliar. Justru menurutnya ganjal, peristiwa yang terjadi tahun 2015 lalu malah baru diungkit sekarang.

Oleh sebab itu, dia meminta agar publik menanyakan tuduhan tersebut kepada yang melaporkannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Kamis kemarin. Berdasarkan laporan hasil audit yang diterbitkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), menyatakan tidak ada keanehan dalam anggaran pameran Frankfurt Book Fair 2015.

“Biar yang melaporkan yang menunjukkan letak korupsinya,” ujar Anies di Jakarta pada Jumat, 10 Maret menanggapi pelaporan dirinya ke KPK.

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era pemerintahan Presiden Joko “Jokowi” Widodo itu mengaku tidak ada yang perlu dikonfirmasi terhadap penggunaan anggaran itu. Bila ada yang perlu dipermasalahkan terkait penggunaan anggaran, seharusnya tinggal melihat hasil audit BPK saja.

“Lucu saja saat pemilihan gubernur DKI Jakarta yang dilaporkan saya dan Bang Sandi. Saya lihat karena sedang pemilihan gubernur, makanya jadi ramai. Jadi harap bersabar, ini ujian,” kata dia.

Anies mengaku tidak terlalu mengambil pusing soal laporan itu. Bahkan, dia menganggapnya sebagai sesuatu yang wajar karena saat ini dia merupakan salah satu cagub dalam kontestasi Pilkada DKI putaran kedua.

“Karena kami maju ke putaran kedua dan elektabilitasnya semakin tinggi. Wajar, mendapat banyak serangan yang semakin gencar,” kata dia.

Alih-alih memikirkan laporan soal dugaan korupsi, Anies memilih tetap berkomitmen bersama pasangannya, Sandiaga Uno untuk fokus program-program bagi warga Jakarta. Terutama soal penyediaan lapangan kerja, pendidikan dan kebutuhan pokok yang murah.

KPK akan telusuri

Sementara, juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Febri Diansyah, mengatakan akan menelaah laporan yang diterima pihaknya soal dugaan kasus korupsi Anies.

“Tentu semua pelaporan yang masuk, kami telaah dan kami perlakukan sama. Kami telaah dan dilihat apakah memang ada indikasi tindak pidana korupsi atau tidak,” kata Febri.

Tetapi, dia belum bisa menyampaikan secara substansi terkait laporan tersebut, karena masih dalam fase awal laporan masyarakat.

“Tentu, kami butuh waktu untuk menelaah lebih lanjut. Sama ketika kami menerima informasi dari masyarakat, KPK tidak menolak laporan dari mana pun,” kata dia.

Anies dilaporkan ke KPK oleh Andar Mangatas Situmorang. Dia menduga Anies sengaja menyalahgunakan kewenangan jabatan sebagai Mendikbud terkait penganggaran dana untuk mengikuti pameran yang berlangsung selama tiga hari di Jerman. - dengan laporan ANTARA/Rappler.com