Antisipasi banjir, Pemprov DKI siapkan mental Siaga 1

JAKARTA, Indonesia — Sebagai dampak dari angin La Nina, musim hujan mulai tiba di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya. Setiap tahunnya, penduduk Ibukota selalu dihantui momok bencana banjir.

Menjelang musim kemarau basah ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan Instruksi Gubernur No.153 tahun 2016 tentang ‘Kesiapsiagaan dan Pengendalian Potensi Ancaman Genanga, Angin Puting Beliung, dan Demam Berdarah’.

Dalam Instruksi gubernur yang disosialisasikan oleh Plt. Gubernur DKI Jakarta Soemarsono pada Rabu, 16 November ini, telah ditentukan peranan dari masing-masing pihak untuk pencegahan dan penanggulangan potensi bencana pada musim hujan, mulai dari tingkat Kotamadya hingga para Lurah di Provinsi DKI Jakarta.

Ia juga mengemukakan rencana penanggulangan potensi bencana dengan pasukan kuning, hijau, dan biru. Pasukan kuning untuk para pengumpul sampah, biru untuk menjaga kebersihan air, dan hijau untuk tanaman di Kota Jakarta.

Soemarsono meminta agar seluruh pasukan menyiapkan mental Siaga 1 hingga April 2017 agar tidak kecolongan.

“Namanya kan sudah fenomenanya, Jakarta kiri kanan sudah banjir. Dan walaupun dibilang Februari kan bisa juga maju Januari, namanya climate kita enggak tahu. Mumpung kita punya waktu November dan Desember ini lebih baik kita mengantisipasi semuanya,” tuturnya dalam acara peluncuran Ingub di Balai Kota Jakarta.

Tak hanya itu, Soemarsono juga mengemukakan bahwa pemerintah akan menjaga ketat keran pompa agar tidak ada gangguan dari orang yang tidak bertanggung jawab.

“Seluruh saluran air pastikan tidak ada sampah dan tidak ada gangguan orang nakal yang kemudian membuka menutup keran pompa, itu harus dijaga ketat, karena ada juga yang iseng, namanya juga lagi musim politik,” ujar mantan Dirjen Otonomi Daerah tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerja sama dengan Wahana Visi Indonesia dan USAID, juga meluncurkan proyek SiGAP (Strengthening Government’s Ability towards Disaster Preparedness/ Penguatan Kemampuan pemerintah terhadap Siaga Bencana). Proyek ini bertujuan untuk memfasilitasi pemerintah DKI Jakarta dalam menanggulangi bencana, khususnya bencana banjir.

“Wahana Visi bekerja sama dengan Peta Jakarta dan BPBD sedang mengembangkan sistem kaji cepat berbasis android. Jadi ketika terjadi genangan banjir, petugas kelurahan sudah bisa melakukan sistem kaji cepat melalui Android,” ujar Project Manager SiGAP Ronny Ichwan.

Menurut penjelasan Ronny, data yang dikirimkan sudah langsung terhubung dengan situs milik BPBD, sehingga akan lebih mudah untuk menyebarkan informasi tersebut kepihak terkait.

“Nanti BPBD akan mendistribusikan itu ke SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang terkait, apa kebutuhannya, apa penanganan yang lebih lanjut,” tutur Ronny. —Rappler.com