Harga cabai rawit merah meroket, ini penjelasan Presiden Jokowi

Buruh memetik cabai rawit merah di lapak pedagang agen Cabai, Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/1). Foto oleh Risky Andrianto/ANTARA

Buruh memetik cabai rawit merah di lapak pedagang agen Cabai, Pasar Induk Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (7/1).

Foto oleh Risky Andrianto/ANTARA

JAKARTA, Indonesia — Presiden Joko “Jokowi” Widodo mengatakan meroketnya harga cabai dalam berapa hari terakhir lantaran cuaca dan musim yang buruk sepanjang 2016.

"Yang namanya harga tergantung suplai dan demand. Kadang musiman dan kedua karena 2016 jelek cabai," kata Jokowi usai "blusukan" di Pasar Kanjen, Pekalongan, Senin pagi 9 Januari 2017.

Seperti diketahui harga cabai rawit merah meroket di beberapa daerah, seperti  di Solo dan Boyolali. Cabai merah juga naik di Tabanan (Bali), Malang (Jawa Timur), dan Palu (Sulawesi Tengah).

"Yang cabai rawit merah 100 ribu. Cabai lain yang merah 50 (ribu), ijo 45-50 (ribu)," kata Presiden Jokowi membandingkan harga cabai per kilogramnya di Pasar Kajen.

Presiden Jokowi mengatakan Menteri Pertanian Amran Sulaiman telah membagikan bibit cabai kepada masyarakat dalam Gerakan Nasional Penanaman 50 Juta Pohon Cabai di Pekarangan.

Gerakan tersebut sebagai upaya pemerintah untuk menggalakkan masyarakat menanam cabai sehingga saat harga cabai naik tidak perlu ada kekhawatiran. 

Untuk menyukseskan gerakan menanam 50 juta pohon cabai tersebut, Kementan melibatkan ibu penggerak PKK Pusat dan daerah sehingga diharapkan bisa melakukan penanaman 20 batang di setiap rumah tangga. —dengan laporan ANTARA/Rappler.com