Inggris dan mimpi meraih Piala Dunia

JAKARTA, Indonesia —Satu posisi di babak 16 besar Piala Dunia sudah dipastikan menjadi milik Inggris setelah Harry Kane dan kawan-kawan berhasil membantai Panama dengan skor 6-1. Tentunya hasil ini merupakan awal yang sangat baik bagi tim asuhan Gareth Southgate tersebut.

Memang dua lawan pertama Inggris di Piala Dunia kali ini bukan tim yang sulit ditaklukkan, yaitu Panama yang merupakan debutan Piala Dunia dan Tunisia dalam pertandingan sebelumnya, tetapi penampilan Inggris tahun ini jauh lebih baik dibanding empat tahun lalu. Mereka harus pulang setelah penampilan buruk pada dua pertandingan awal di Brasil.

Keputusan Southgate untuk membawa skuad yang cukup muda ke Rusia sepertinya berhasil sejauh ini. Skuad Three Lions terlihat penuh energi, tanpa takut, dan membakar optimisme para suporter yang telah menantikan kembali piala yang pernah diraih pulang 52 tahun lalu di hadapan publik mereka. Dan yang paling penting tentu saja Harry Kane, dengannya kini Inggris memiliki sosok penyerang yang ditakuti di seluruh dunia.

Hanya dengan dua kali Piala Dunia, rekor gol yang dicetak Kane sudah sama dengan penyerang Argentinga Lionel Messi, setelah ia berhasil hat-trick saat menghadapi Panama lalu. Hat-trick tersebut adalah yang pertama kali dicetak pemain Inggris sejak yang dicetak oleh Gary Lineker pada 1986.

Selain pemilihan skuad yang tepat, Southgate juga mendapatkan apresiasi karena dianggap memberikan suasana yang nyaman dan terbuka untuk semua pemain, media, dan suporter.

“Menikmati pertandingan”

HAT-TRICK. Harry Kane mencetak 'hat-trick' saat Inggris menghadapi Panama di babak penyisihan grup G Piala Dunia 2018. Foto oleh Martin Bernetti/AFP

HAT-TRICK. Harry Kane mencetak 'hat-trick' saat Inggris menghadapi Panama di babak penyisihan grup G Piala Dunia 2018.

Foto oleh Martin Bernetti/AFP

Kane telah memperlihatkan bahwa skuad Inggris kali ini setidaknya memiliki satu orang eksekutor penalti yang bisa diandalkan.

“Kami hanya menikmati pertandingan,” tutur kapten timnas Inggris tersebut. “Kami telah bekerja keras untuk berlatih dan terus bekerja sambil bertanding dan hasilnya memuaskan.

Pada pertandingan terakhir di babak penyisihan grup Inggris akan melawan Belgia, tim yang juga sedang menampilkan performa terbaik mereka. Belgia juga sudah mengantungi 8 gol, saat melawan Panama dan Tunisia, dan kini kedua tim tersebut memiliki jumlah poin serta jumlah gol yang sama. Jika pertandingan berikutnya berakhir imbang maka juara grup akan ditentukan lewat rekor pelanggaran.  Inggris dan Belgia sepertinya sama-sama ingin menghindari juara grup karena berpotensi untuk melawan tim-tim kuat seperti Brasil, Jerman, atau Prancis.

Tetapi untuk sekarang sepertinya hal tersebut tidak perlu dipikirkan dulu. Biarkan publik Inggris merayakan hat-trick Kane yang membuatnya menjadi top scorer sementara, di atas Cristiano Ronaldo dan Romelu Lukaku. 

“Sampai sekarang, semua berjalan sesuai rencana. Dan semoga itu terus berlanjut,” tutur Kane.

Sebelum tampil di Piala Dunia 2018

Setelah kegagalan di Piala Dunia 2014, Inggris tentu ingin balas dendam dalam Piala Dunia kali ini.

Inggris merupakan juara grup F kualifikasi Piala Dunia 2018 untuk zona Eropa, dengan perolehan poin cukup signifikan dari para pesaingnya yakni 26 poin yang dihasilkan dari delapan kemenangan dan dua hasil imbang. 

Infografis oleh Rappler Indonesia

Prestasi skuad Inggris kali ini tidak lepas dari racikan sang manajer Gareth Southgate, yang pernah membela lini pertahanan Inggris dalam Piala Dunia 1998 dan 2002. Ia menggantikan posisi Sam Allardyce 18 bulan sebelum Piala Dunia 2018 dimulai, setelah Inggris dikalahkan Islandia dalam babak 16 besar Euro 2016 lalu.

Dan kini, Gareth Southgate dan Harry Kane menjadi dua nama yang paling disorot di Inggris, yang diharapkan dapat membawa Piala Dunia pulang ke tanah kelahiran sepakbola itu.

 —dengan laporan AFP/Rappler.com