Pidato pelantikan Trump: Kepentingan warga Amerika akan selalu jadi yang utama

JAKARTA, Indonesia - Donald J. Trump akhirnya resmi dilantik sebagai Presiden ke-45 Amerika Serikat pada Jumat siang, 20 Januari waktu setempat (Sabtu dini hari waktu Jakarta). Dalam pidatonya yang berdurasi sekitar 17 menit, pria berusia 70 tahun itu berjanji kepada sekitar 800 ribu warga AS yang menyaksikan secara langsung, bahwa mereka akan selalu menjadi prioritas utama atas kebijakan yang dibuatnya.

Baik itu kebijakan di bidang perdagangan, pemberlakuan tarif pajak, imigrasi, hingga kebijakan luar negeri akan dibuat untuk memberikan manfaat bagi pekerja dan keluarga di Amerika.

“Mulai saat ini, (kebijakan pemerintah) akan mengutamakan warga Amerika,” ujar Trump usai dilantik di Gedung Capitol, Washington DC dan disaksikan oleh keluarga.

Untuk itu, Trump kembali menekankan kebijakannya saat berkampanye dulu yakni melindungi wilayah perbatasan dari celah masuknya warga negara lain yang akan mengambil alih produk dan lapangan kerja mereka.

“Perlindungan akan memicu adanya kemakmuran yang hebat dan kekuatan. Saya akan berjuang bagi Anda dengan setiap nafas yang ada di dalam tubuh saya. Dan saya tidak akan pernah mengecewakan Anda semua,” kata Trump membuat janji di hadapan seluruh warga Negeri Paman Sam.

Cara lain yang dijanjikan oleh Trump untuk membawa kembali kesejahteraan bagi warga AS yakni dengan melakukan infrastruktur secara masif. Dia berjanji dalam pemerintahan baru yang dia bentuk akan ada jalan-jalan baru, jalan tol baru, jembatan, bandara, terowongan hingga jalur kereta api di seluruh AS.

“Dan kita akan membangun kembali negeri ini dengan menggunakan tangan-tangan dan pekerja dari Amerika,” tutur mogul properti itu.

Janji-janji tersebut, kata Trump, baru akan terealisasi jika langsung dikerjakan. Bukan seperti para politisi yang tong kosong nyaring bunyinya. Lebih banyak berbicara dan mengeluh, tetapi tidak melakukan apa pun.

“Waktu untuk omong kosong sudah berakhir. Kini tiba waktunya untuk beraksi. Jangan biarkan orang lain mengatakan kepada Anda hal tersebut tidak bisa dilakukan,” kata Trump.

Berantas terorisme

Trump tidak secara spesifik menyebut mengenai kebijakan luar negerinya nanti. Dia hanya menyebut bahawa Negeri Paman Sam akan tetap menjalin persahabatan dan niat baik dengan seluruh negara di dunia.

Tetapi, pada praktiknya, mereka akan tetap menempatkan kepentingan AS sebagai prioritas.

“Kami tidak ingin menentukan jalan hidup kami bagi siapa pun, tetapi kami ingin cara kami itu bisa menjadi contoh yang diikuti oleh semua orang,” katanya.

Trump berjanji akan menguatkan lagi aliansi lama dan bahkan membangun kekuatan aliansi baru. Kemudian, menyatukan masyarakat internasional untuk melawan terorisme radikal Islam.

“Kami akan membumi hanguskan mereka sepenuhnya dari muka bumi,” ujar Trump dengan tegas.

Ucapkan terima kasih kepada Obama

TRANSISI. Presiden ke-44 Barack Obama (pojok kanan) bersama Presiden terpilih, Donald Trump dan didampingi masing-masing istri berhasil melakukan transisi kekuasaan ke pemerintahan baru. Foto oleh Jim Watson/AFP

TRANSISI. Presiden ke-44 Barack Obama (pojok kanan) bersama Presiden terpilih, Donald Trump dan didampingi masing-masing istri berhasil melakukan transisi kekuasaan ke pemerintahan baru.

Foto oleh Jim Watson/AFP

Dalam pidatonya, Trump juga mengucapkan terima kasih kepada Presiden ke-44 Barack Obama dan Michelle Obama atas peralihan kekuasaan yang berlangsung mulus. Walaupun, sempat terjadi perpecahan ketika dilakukan kampanye, tetapi pada kenyataannya peralihan tampuk kekuasaan dari kubu Demokrat ke Republik berjalan sesuai dengan rencana.

Dia pun berjanji akan berusaha menyatukan Amerika tidak peduli apa pun warna kulit mereka.

“Karena pada dasarnya kita semua menumpahkan warna darah merah yang sama untuk perjuangan. Kita semua menikmati kebebasan yang sama dan memberi hormat pada bendera yang sama yaitu Amerika,” katanya.

Dalam cuitan melalui akun Twitternya, pidato tersebut ditulis sendiri oleh Trump sejak tiga pekan sebelumnya. Upacara pelantikan berlangsung dengan lancar kendati dihantui banyak aksi unjuk rasa di beberapa kota.

Belum lagi hampir sebagian besar anggota senat dari Partai Demokrat juga memboikot upacara pelantikan itu. Para aktris Hollywood pun memilih untuk menolak mengisi di acara pelantikan dan malam pesta dansa sebagai bentuk protes terhadap terpilihnya Trump sebagai Presiden AS. - Rappler.com