BNPB: Jakarta masih terancam banjir hingga Maret 2017

Terkait tingginya angka bencana banjir di beberapa daerah pada 2 bulan awal 2017, ada tiga faktor penyebab banjir. Pertama, terkait dengan kondisi alam; kedua, peristiwa alam; dan terakhir aktivitas manusia di daerah yang bersangkutan.

“Semua kejadian banjir disebabkan tiga faktor tersebut,” kata dia sambil menyebut perubahan iklim juga ikut berperan.

Musim hujan di Jakarta durasinya terpotong, dari 6 bulan setiap tahun menjadi hanya 4 bulan. Meski demikian, volume hujan dan intensitasnya tak berubah. Karena itulah hujan terasa lebih deras dan dalam beberapa peristiwa lebih ekstrim. Inilah penjelasan di balik dahsyatnya banjir Garut, Bima, dan Jakarta pada tahun ini.

Khusus untuk Jakarta, ada pula pengaruh tertutupnya lahan dan jalur air mengalir. Jumlah air yang tertahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) hanya 15 persen, sementara sisanya langsung dilimpahkan ke dataran lebih rendah.

Sejak tahun 1972-2014, lahan di Jakarta seluruhnya berwarna merah, tidak ada yang berwarna hijau.

“Artinya, Jakarta rawan terhadap banjir,” kata dia.

Selain itu, ada juga perubahan fungsi sungai yang disebabkan pembuangan sampah yang mengganggu dan menyumbat aliran. Kondisi laut yang tengah pasang juga membuat aliran air ke sana tak lancar sehingga ada yang melimpah keluar.

Meski demikian, pemerintah provinsi sudah berupaya untuk memperbaiki. Beberapa hal di antaranya adalah program normalisasi sungai, pembuatan sumur resapan, hingga pembangunan tanggul untuk menahan air dan pemasangan pompa.

Menurut Willem, dengan Jakarta yang sudah berkembang sedemikian rupa, teknologi adalah satu-satunya jawaban menghindari kota tergenang. Dia menilai tidak ada jalan lain kecuali pemasangan pompa maupun teknik mutakhir lainnya. Belanda, kata dia, dapat menjadi rujukan bagus bagi Indonesia terkait masalah kontrol air.

Saat ditanyakan apakah program-program tersebut—yang beberapa di antaranya termasuk menggusur pemukiman pinggir kali—memang sudah tepat, Willem hanya tertawa.

“Kalian jawab saja sendiri lah, apakah terasa dalam beberapa tahun belakangan ini, kondisi Jakarta sudah lebih baik?” kata dia.

Sejak pertengahan Februari 2017, sebanyak 30 kecamatan di ibu kota tergenang air dengan ketinggian beragam. Sebanyak 3 orang menjadi korban jiwa dari bencana ini.—Rappler.com