Janji membumi Bang Sandi, semoga bukan PHP

JAKARTA, Indonesia — Anies Baswedan dan Sandiaga Uno telah resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022. Keduanya dilantik Senin sore kemarin. Mereka pun tak sabar untuk segera bekerja. 

“Kami sudah mempersiapkan diri dalam 6 bulan dan kami akan langsung kerja," kata Anies usai serah terima jabatan di Balai Kota DKI Jakarta, Senin 16 Oktober 2017.

Meskipun tanpa dihadiri Djarot Saiful Hidayat selaku Gubernur DKI Jakarta sebelumnya, namun serah terima jabatan berlangsung lancar. Warga yang menyaksikan acara ini juga membludak. 

Tak mengejutkan jika Polda Metro Jaya merasa perlu menerjunkan tak kurang dari tujuh ribu personel untuk mengamankan acara lima tahunan tersebut. Syukurlah, acara berakhir tanpa insiden. 

Ada yang menarik saat Sandiaga Uno berpidato. Saat itu Bang Sandi, demikian Sandiaga kerap disapa, mempreteli atribut seragam pelantikannya. Ia, misalnya, melepas topi, nametag, lencana, jas, dasi, hingga sepatu. 

"Saya sengaja melepas atribut karena Wagub harus menyatu dengan rakyat. Tidak ada jarak, menyapa rakyat, dan menjadi bagian dari rakyat," katanya.

Setelah dilepas, atribut-artibut tersebut dibagikan kepada 6 aktivis simpatisan Anies-Sandi. Topi diserahkan kepada Sarah Zubaedah, perwakilan dari kelompok ibu rumah tangga penjual nasi uduk.

Sementara Jas diberikan kepada Nedi Supriyadi, penyandang disabilitas yang membuka reparasi ponsel. Adapun sepatu diberikan kepada Hartono, pengrajin sepatu bermerk "Sandi Uno”. 

Aktivis lain yang mendapat atribut adalah Babe Idin, pegiat lingkungan di kali Pesanggrahan, yang menerima nametag. Sementara lencana diberikan kepada Usama Abdul Azis, ketua pemenangan Anies-Sandi. Terakhir, dasi diberikan kepada Salim Abdullah, korban penggusuran. 

Keinginan menipiskan jarak antara pemimpin dengan rakyat memang layak dipuji, meski kita juga masih harus menunggu realisasi Bang Sandi.

Tak hanya menipiskan jarak dengan rakyat, publik Jakarta juga ingin ketimpangan sosial segera diatasi. Untuk itu mereka boleh berharap pada janji Anies Baswedan. 

Saat memberikan pidato politik pertamanya pada Senin malam, Anies mengatakan dirinya bersama Bang Sandi akan berusaha mewujudkan keadilan sosial bagi masyarakat Jakarta.

“Hari ini sebuah amanat besar diletakan di pundak kami berdua, amanat yang harus kami tangung jawabkan di akherat. Hari ini penanda awal perjuangan dalam menghadirkan keadilan,” kata Anies dalam pidato politik pertamanya di Balai Kota, Senin malam, 16 Oktober 2017.

Untuk itu, Anies melanjutkan, warga Jakarta harus bersatu. “Ikatan yang kemarin sempat tercerai, mari kita ikat kembali, kita rajut kembali, kita kumpulkan energi yang terserak menjadi energi yang terkumpul untuk membangun kota ini bersama,” katanya. 

Semoga janji-janji Anies-Sandi bukan sekendar pemberi harapan palsu (PHP). Selamat bertugas Mas Anies dan Bang Sandi!  

—Rappler.com