Jokowi: 15 ribu anak muda mati karena narkoba, berapa pengedar yang mati?

JAKARTA, Indonesia — Presiden Joko “Jokowi” Widodo menyaksikan pemusnahan barang bukti narkotika dan obat-obatan (narkoba) di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, pada Selasa, 6 Desember.

Sebanyak 445 kg sabu, 190 ribu butir ekstasi, 422 ganja kering, dan 323 ribu butir happy five dimusnahkan oleh Badan Narkotika Nasional.

Menurut Jokowi, jumlah yang dimusnahkan itu sangat besar sekali. 

“Kalau kita lihat, sekali lagi saya sampaikan, 15 ribu generasi muda kita mati setiap tahun karena narkoba. Berapa pengedar dan bandar yang mati setiap tahunnya? Ini pertanyaan untuk Kepala BNN,” kata Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara tersebut.

Dengan melihat banyaknya barang bukti yang dimusnahkan itu, dan membandingkannya dengan jumlah kematian generasi mudah setiap tahunnya, Jokowi kembali menegaskan pentingnya perang terhadap narkoba.

“Kalau melihat barang seperti ini, kita harus sekali lagi menyatakan perang besar terhadap narkoba,” ucapnya.

Dalam pidato Hari Anti Narkoba Internasional pada 26 Juni 2016 lalu, Jokowi mengatakan, jumlah pengguna narkoba di Indonesia terus meningkat. 

“Tahun 2015 diperkirakan angka prevalensi penggunaan narkoba mencapai 5,1 juta orang. Dan angka kematian akibat penyalahgunaan narkoba, setiap hari 40 sampai 50 [orang] generasi muda kita mati karena narkoba,” kata Jokowi.

“Kerugian material diperkirakan kurang lebih Rp 63 triliun, yang menyangkut kerugian akibat belanja narkoba, kerugian akibat biaya pengobatan, kerugian akibat barang-barang yang dicuri, dan kerugian akibat biaya rehabilitasi dan biaya-biaya lainnya.

Selamatkan 3 juta jiwa

Dalam sambutannya, Kepala BNN Budi Waseso menyampaikan bahwa sejak Januari 2016 hingga saat ini, pihaknya bersama Polri, TNI, dan Bea Cukai, serta instansi terkait lainnya, telah menyita barang bukti narkoba berupa 990 kg sabu, 3 ton 51 kg ganja, dan 616.534 ekstasi.

“Tersangka sebanyak 196 tersangka dan aset sitaan senilai Rp261.863.413.000,” kata Budi.

Menurutnya, sejumlah narkoba yang dimusnahkan hari ini merupakan barang bukti dalam tempo 2 bulan terakhir yang berhasil disita, dan telah mendapatkan penetapan penyitaan dari Kejaksaaan untuk dimusnahkan.

“Dengan memusnahkan barang bukti ini maka negara telah menyelamatkan kurang lebih 3 juta jiwa warga negara Indonesia,” kata Budi. —Rappler.com