Usai dilantik, Jokowi akan undang Anies-Sandi untuk berdialog

JAKARTA, Indonesia - Presiden Joko “Jokowi” Widodo melantikan Anies Baswedan dan Sandiaga Uno sebagai pemimpin baru DKI pada Senin, 16 Oktober di Istana Kepresidenan. Anies-Sandi dilantik usai ditetapkan oleh KPUD sebagai pemenang Pilkada DKI pada Mei lalu.

Proses pelantikan dilakukan secara sederhana dan dihadiri oleh berbagai tokoh politik, termasuk Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto serta para Menteri Kabinet Kerja.

Baik Anies dan Sandi mengucap syukur sebab pergantian pucuk pimpinan di DKI berjalan dengan lancar. Ia pun mengaku sudah siap untuk bekerja dimulai pada Selasa esok untuk menunaikan janji kampanye.

“Kami sudah siap untuk mulai bekerja. Fase kampanye sudah selesai. Masa persiapan sudah ditunaikan. Sekarang, saatnya kami menunaikan janji-janji,” kata Anies usai dilantik pada Senin sore tadi.

Kini fokusnya dalam waktu yakni hanya satu yaitu menjadi pemimpin DKI untul seluruh warga Jakarta, termasuk yang dulu adalah pendukung kubu Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

“Kami ingin Jakarta yang berkeadilan dan ingin agar Jakarta menjadi milik semua. Jakarta bukan milik sekelompok orang. Bukan milik mereka yang punya uang saja, tetapi juga mereka yang ingin ke sini untuk mendapat kesejahteraan,” tutur pria yang sempat menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di era awal kepemimpinan Jokowi tersebut.

Anies mengaku tidak ada rasa canggung ketika harus kembali ke ruangan yang dulu digunakan untuk melantik dirinya sebagai Mendikbud. Ia mengatakan hubungannya dengan Jokowi masih tetap baik.

“Ya, kami ngobrol lah. Namanya sudah kenal cukup lama. (Yang diobrolkan) macam-macam ya di sepanjang jalan tadi. Kami tadi sempat melempar guyon sepanjang jalan, tentang proses yang kami jalani,” tutur dia.

Sementara, Sandi justru lebih jelas mengatakan jika cara mereka berjalan menuju ke ruang pelantikan terlihat kaku. Oleh sebab itu sempat menimbulkan tanda tanya dari mantan Walikota Solo tersebut.

“Pak Jokowi menyampaikan ke saya, wah ini latihan baris berbarisnya mulai kapan? Karena kami kelihatan banget kakunya,” kata Sandi yang juga ditemui di Istana usai dilantik.

Senada dengan pengakuan Anies, Sandi pun menjelaskan jika suasana pelantikan berlangsung cair. Ia bahkan menyebut Ibu Negara Iriana Jokowi sempat mencolek Prabowo Subianto untuk meminta foto bersama.

“Ini luar biasa. Sebuah keakraban yang sangat cair,” kata dia.

Tidak ada ‘pesanan’

Naiknya Anies-Sandi tentu menimbulkan tanda tanya apakah ada pihak-pihak tertentu yang sebelumnya membantu mereka memenangkan Pilkada DKI kemudian meminta imbalan. Terkait hal itu, Anies-Sandi pernah tegas membantahnya.

Sandiaga bahkan mengatakan Prabowo Subianto selaku Ketua Umum juga tidak pernah menitipkan pesan apa pun. Yang terpenting, kata Sandiaga, yakni mereka dapat memenuhi janji ketika dulu berkampanye.

Enggak, Pak Prabowo tidak meminta apa-apa,” kata Sandi.

Prabowo yang ditemui di Istana pun mengonfirmasi kalimat Sandi tersebut. Ia berharap agar pasangan yang diusung partainya itu dapat bekerja dengan baik untuk kepentingan warga Jakarta.

“Sebab, masalah di Jakarta adalah masalah yang rumit, pelik dan berat. Sehingga, kami doakan agar mereka berhasil,” kata pria yang pernah menjadi Capres di tahun 2014 lalu.

Ia yakin, Anies-Sandi akan bekerja demi kepentingan rakyat. Termasuk menghadapi isu lain yang pelik seperti reklamasi di utara Teluk Jakarta. Terkait isu tersebut, Prabowo berharap kedua pemimpin Jakarta itu dapat bersikap akomodatif dan mendengarkan dari kedua pihak.

“Mereka harus juga memperhatikan kepentingan semua sektor dan kepentingan para pengusaha turut diperhitungkan. Kepentingan keduanya harus bisa diakomodasi,” kata dia.

Prabowo turut mengonfirmasi jika sempat ada pembicaraan antara dirinya dengan Jokowi. Sayang, Prabowo enggan mengungkap hal tersebut.

Sebelumnya, sinyalemen adanya politik balas budi seolah dilempar oleh Sekretaris Jenderal PKS Mustafa Kamal di gedung KPU. Ia mengingatkan Anies-Sandi agar tidak melupakan partai politik pendukungnya di Pilgub DKI.

“Jangan pernah melupakan kader-kader dari PKS maupun Gerindra dan juga partai lainnya yang mendukung pada putaran kedua. Masyarakat luas yang selama ini mendukungnya agar mereka diperhatikan aspirasinya, tentu secara proposional, sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku,” kata Mustafa seperti dikutip media.

Mampukah Anies-Sandi menolak politik balas budi dari para pendukungnya? Tulis pendapatmu di kolom komentar. - Rappler.com