Seberapa penting kesetaraan gender demi tercapainya SDGs?

Para pembicara Visi Pemuda 2030. Foto dari AIESEC Indonesia

Para pembicara Visi Pemuda 2030.

Foto dari AIESEC Indonesia

JAKARTA, Indonesia — Seberapa penting kah kesetaraan gender untuk mencapai tujuan dunia yang lebih baik?

Topik ini menjadi bahan utama pembicaraan dalam acara “Visi Pemuda 2030: Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Indonesia” yang digelar di The Energy Building, Jakarta Selatan, pada Jumat, 20 Oktober.

“Kesetaraan gender sangat penting karena dapat membuat dunia ini jauh lebih baik. Karena separuh potensi dunia ada di perempuan, jadi kita sebagai perempuan harus percaya bahwa kita bisa menjaga apapun yang kita inginkan,” kata Vice President Go-Jek Dayu Dara dalam presentasinya. 

Kesetaraan gender bukan hanya isu yang dimiliki oleh kaum perempuan, tapi juga lelaki. Hal itu diucapkan oleh National Head of Public Relations Association Internationale des Etudiantes en Sciences Economiques at Commerciales (AIESEC) Indonesia Rochmad Siddhiqie.

 “Kita bukan hanya sedang membicarakan perempuan menghadapi degradasi atas hak mereka, tetapi juga bagaimana laki-laki bisa menggaungkan isu yang sama, mengangkat hak perempuan, dan menjadikan kesetaraan gender sebagai istilah universal bagi kaum lelaki,” kata Rochmad.

Selain Dayu dan Rochmad, masih banyak lagi pembicara lain yang menyampaikan pandangan dan pengalaman mereka terkait isu kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan dari kacamata generasi muda. 

Visi Pemuda 2030 mengambil semangat peristiwa Sumpah Pemuda 1928. Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, peristiwa tersebut dikenang sebagai momen menguatnya nasionalisme di kalangan pemuda untuk menyatukan tekad melepaskan diri dari belenggu kolonialisme.

Pada konteks 89 tahun setelah peristiwa Sumpah Pemuda, Visi Pemuda 2030 merupakan refleksi kumpulan pemikiran generasi muda Indonesia yang berupaya menjawab beragam tantangan bangsa di masa depan. Salah satunya adalah kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan yang merupakan salah satu dari 17 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). 

SDGs telah berjalan selama dua tahun sejak Sustainable Development Summit yang berlangsung pada 25-27 September 2015. Pertemuan yang dihadiri oleh perwakilan dari 193 negara anggota PBB tersebut berhasil mengesahkan dokumen yang disebut dengan SDGs dan memuat 17 tujuan yang terbagi 169 target untuk menjadikan kehidupan manusia menjadi lebih baik.

“Kesetaraan termasuk juga kesetaraan gender merupakan spirit dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan dan juga cita-cita pembentukan bangsa ini, sebagaimana yang diimpikan oleh para pemuda di tahun 1928. Kami dari Indonesia Business Coalition for Women Empowerment, sebagai koalisi perusahaan berkomitmen untuk mempromosikan kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan untuk mewujudkan cita-cita ini,” kata pendiri dan Ketua Pembina Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBC WE) Shinta Widjaja Kamdani.

Sementara United Nations Indonesia Resident Coordinator Anita Nirody menekankan tentang kondisi ketidaksetaraan gender yang masih terjadi dan perlunya keterlibatan berbagai pihak untuk menanganinya.  

“Kita semua memiliki peran penting dalam mempercepat tercapainya kesetaraan gender - perempuan, anak perempuan, laki-laki, dan anak laki-laki – sehingga hukum dan kebijakan yang tepat  tersedia agar perempuan dan anak perempuan berdaya, serta seluruh masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk meraih mimpinya,” kata Anita. 

“Visi Pemuda 2030: Kesetaraan Gender dan Pemberdayaan Perempuan di Indonesia” adalah acara yang diselenggarakan oleh IBCWE, UN Women, United Nations Development Programme (UNDP) dan AIESEC. —Rappler.com