Kronologi kerusuhan di Penjaringan

JAKARTA, Indonesia — Setelah aksi unjuk rasa besar-besaran di sekitar Istana Negara usai, masyarakat dikejutkan dengan aksi kerusuhan di Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat malam, 4 November.

Segerombolan orang tak dikenal merusak toko waralaba, membakar kendaraan umum, hingga menggelar sweeping terhadap kendaraan yang lewat.

"Sudah sejak sejam lalu," kata Gugun Muhammad, warga yang tinggal satu kilometer dari lokasi kejadian kepada Rappler, pada Jumat malam. Menurutnya, minimarket yang dirusak adalah Alfamart dan Indomaret yang berlokasi di Jalan Gedong Panjang, di sebuah pertigaan dekat halte TransJakarta Pakin.

Ketegangan muncul sekitar pukul 22:00 WIB, diawali dengan hampir seratus orang yang membakar sebuah sepeda motor di area tersebut. 

Gugun mengatakan, saat itu ada sebuah mobil polisi yang meluncur ke lokasi. Hal tersebut dibalas dengan masuknya massa dengan jumlah lebih banyak.

Rupanya, tak hanya di daerah tersebut. Saat meluncur pulang untuk mengamankan keluarganya, Gugun sempat terjebak dengan massa yang sudah berkumpul di pintu keluar Tol Sunda Kelapa.

Bahkan, karena kalah jumlah, aparat tambahan yang masuk sempat terpukul mundur hingga ke sekitar daerah Pasar Ikan. Menurut dia, ada suara tembakan gas air mata turut terdengar. "Tapi tidak tahu siapa yang menembakkan," katanya.

Sekitar pukul 22:46, situasi sudah mulai terkendali. Polisi dan tentara berhasil mengamankan suasana, dan sudah membentuk barikade untuk menghalau massa tambahan.

Informasi terkait massa pelaku sendiri masih simpang siur. Menurut Gugun, gerombolan tersebut tidak memakai atribut apapun, dan bukan wajah yang familiar. Ia meyakini bahwa yang melakukan kerusuhan di Penjaringan merupakan massa yang berbeda dengan dengan demonstran di sekitar Istana.

Pangdam Jaya Mayjen Teddy Lhaksamana membenarkan perihal kerusuhan. Namun menurutnya, situasi sudah dalam kendali. “Sudah diatasi. Tidak ada korban," kata Teddy.

Dia juga membenarkan bahwa massa menjarah toko waralaba.‎ "Iya, benar demikian," katanya.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono mengatakan, kerusuhan terjadi di kawasan Luar Batang, Kali Pakin Penjaringan, Jakarta Utara.

“Massa ada sekitar tiga ratusan orang," kata Awi.

Mengenai identitas kelompok‎ yang menjarah Awi mengaku belum mendapatkan informasi. Namun, kericuhan di Luar Batang dipicu aksi yang sempat memanas di Istana Presiden.

"Itu akibat adanya informasi adanya ricuh di Istana, makanya mereka ada yang menggerakkan. Itu masih kita selidiki," ujar dia. Hingga kini, ratusan aparat keamanan masih berjaga di lokasi. 

Sebelumnya, setelah aksi demonstrasi sempat berjalan aman dan terkendali, sempat terjadi kericuhan di sekitar Istana ketika terjadi bentrok antara polisi dan demonstran. Polisi yang berniat membubarkan pengunjuk rasa yang melewati batas waktu, menyemprotkan gas air mata yang dibalas dengan lemparan batu dan pembakaran unit truk.—Rappler.com