LIVE BLOG: Demo 4 November

JAKARTA, Indonesia — Hari ini, Jumat, 4 November, akan ada demo besar-besaran yang disebut dengan Aksi Bela Islam oleh sejumlah organisasi masyarakat berbasis keagamaan di Jakarta.

Front Pembela Islam (FPI) dan ormas-ormas lainnya akan memulai aksi unjuk rasa usai pelaksanaan salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Mereka akan bergerak dan berkumpul di tiga titik, yaitu di depan Istana Merdeka, Balai Kota DKI Jakarta, dan kantor Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Mereka menuntut kepada Presiden Joko “Jokowi” Widodo untuk mencopot Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama atas pernyataannya yang diduga menistakan Islam. Pada saat yang sama, demonstran juga meminta agar Bareskrim segera melakukan proses hukum terhadap Ahok. 

Pada bulan lalu, dalam sebuah pidato di hadapan warga Kepulauan Seribu, Ahok mengutip Surah Al-Maidah ayat 51 dari Al-Qur’an. Potongan videonya pun menjadi viral di media sosial beberapa hari kemudian.

Berikut adalah perkembangan terkini dari demo 4 November:

Jokowi apresiasi aksi damai, namun sesalkan kerusuhan yang 'ditunggangi aktor politik'

Dalam konferensi pers usai rapat koordinasi, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada para ulama, kyai, dan ustadz yang telah memimpin umatnya melaksanakan unjuk rasa yang berjalan aman, damai, dan tertib.

Namun ia menyayangi kerusuhan yang terjadi pada malam harinya. "Ini kita lihat telah ditunggangi oleh aktor-aktor politik yg memanfaatkan situasi," kata Jokowi.

Ia juga meminta semua pihak untuk menghormati kesepakatan yang dihasilkan dari pertemuan Wapres Kalla dan perwakilan demonstran, yang menyatakan bahwa proses hukum terhadap Ahok akan dilaksanakan dengan cepat, tepat, dan transparan.

Oleh karena itu, ia mengatakan kepada para pengunjuk rasa untuk kembali ke rumah dan daerah masing-masing.

Jokowi gelar rapat koordinasi bahas unjuk rasa

Presiden Jokowi menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah anggota Kabinet Kerja, membahas situasi pasca unjuk rasa.

Rapat koordinasi tersebut dihadiri oleh Menkopolhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno, Seskab Pramono Anung, Menteri Agama Lukman Saifuddin, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Tito Karnavian, dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan.

Presiden Joko Widodo menerima sejumlah laporan mengenai unjuk rasa dari sejumlah pihak dan juga mendengarkan tuntutan pengunjuk rasa yang telah disampaikan melalui Wakil Presiden Jusuf Kalla sore tadi.

Situasi di Penjaringan sudah mulai terkendali

Sekitar satu jam setelah terjadinya kerusuhan di Penjaringan, situasi di daerah tersebut sudah mulai terkendali. 

Aparat gabungan TNI dan Polri dilaporkan telah berhasil mengamankan suasana dan membentuk barikade untuk menghalau massa tambahan.

Rusuh di Penjaringan, bagaimana kabar Ahok?

Meski terjadi kerusuhan di daerah Penjaringan, Ahok dan keluarga berada dalam kondisi aman di kediamannya di Kompleks Perumahan Pantai Mutiara.

"Masih [aman] di dalam bersama keluarga dan anak," Kapolsek Penjaringan Bismo Teguh.

Kerusuhan juga terjadi di Penjaringan dekat rumah Ahok

Terjadi kericuhan di sekitar kediaman pribadi Gubernur DKI Jakarta Ahok di daerah Pantai Mutiara, Penjaringan, Jakarta Utara, pada Jumat malam.

Menurut Kepala Kepolisian Sektor Penjaringan Komisaris Bismo Teguh kericuhan dilakukan sekelompok pemuda yang membawa atribut Laskar Kampung Luar Batang. Mereka datang dari arah Pelabuhan Muara Angke.

Bismo mengatakan sekelompok pemuda datang sekadar menyampaikan emosi, sehingga terjadi bentrok lempar batu dari massa ke arah aparat. Polisi turut menembakkan gas air mata ke arah perusuh.

Pengamanan juga telah dilakukan di pintu gerbang kompleks perumahan. 

Wiranto: Kerusuhan tidak mungkin terjadi jika massa bubar usai pertemuan perwakilan dengan Wapres

Menkopolhukam Wiranto mengatakan kericuhan di depan Istana  harusnya tidak terjadi jika semua peserta unjuk rasa santun.

"Kami tidak menghendaki adanya konflik. Tapi, beberapa oknum saya kira dari demonstran telah melakukan penyerangan ke aparat keamanan," kata Wiranto.

Menurut Wiranto, semestinya seluruh peserta unjuk rasa membubarkan diri dengan tertib setelah perwakilannya melakukan pertemuan dengan pemerintah yang diwakili oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Aparat keamanan mulai melakukan upaya penanggulangan setelah adanya pemukulan yang menyebabkan tujuh aparat keamanan terluka.

Tiga polisi terluka akibat rusuh di depan Istana 

Mabes Polri mengungkapkan tiga anggota kepolisian terluka diduga terkena lemparan batu pengunjuk rasa yang berujung rusuh di sekitar Istana Negara.

“Polisi tiga orang rata-rata terkena lempar batu," kata Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombes Rikwanto di Jakarta.

Berdasarkan informasi, anggota Polri Ipda Lutfi Hayata dari Subdirektorat Dalmas Direktorat Sabhara terluka pada jari kiri, sedangkan anggota Banit 45 Subden 1 Den C Pelopor Satbrimob PMJ Brigadir Surdin luka robek pada hidung diduga terkena bambu.

Tinggalkan Istana, massa bergerak ke gedung DPR

Massa yang berunjuk rasa di kawasan Istana Negara dan Jalan Medan Merdeka Selatan secara perlahan meninggalkan lokasi untuk melanjutkan aksinya di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Selatan.

Sebagian massa bergerak dengan menumpang kendaraan bak terbuka, sebagian lainnya melanjutkan aksi menggunakan sepeda motor. 

Diperkirakan mereka akan menginap di gedung DPR mengingat banyak massa yang datang dari luar daerah. Namun belum ada izin dikeluarkan dari pihak DPR.

Kapolri dan Panglima TNI minta pendemo untuk tenang

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo dan Kapolri Jenderal Tito Carnavian menyerukan kepada pendemo maupun polisi di kawasan Istana Merdeka untuk tenang.

"Harap tenang. Kepolisian juga tenang. Kita bersama umat Muslim membuat tenang," kata Gatot melalui pengeras suara.

Tito menambahkan, "Saya Kapolri Jendral Tito Karnavian minta seluruh anggota Polri hentikan tembakan gas air mata”.

2 unit truk Brimob Polda Metro dibakar massa 

Aksi yang berjalan damai dan kondusif seharian ini berujung ricuh pada malam hari. Selain gas air mata yang disemprotkan oleh polisi di depan Istana Merdeka, terlihat api menyala besar di kawasan sekitar Monumen Nasional (Monas).

Dua unit truk polisi dilaporkan dibakar oleh massa di Jalan Medan Merdeka Utara sekitar pukul 20:00 WIB. Truk tersebut diketahui dimiliki satuan Brimob Polda Metro Jaya.

Polisi semprot gas air mata ke arah demonstran 

Beberapa waktu setelah adzan Isya selesai, massa mulai melanjutkan melemparkan batu ke arah polisi. Diduga penyebabnya adalah sebagian peserta demonstrasi masih belum puas dengan pencapaian hasil hari ini.

"Presiden Jokowi tetap belum mau menerima kita. Yang kedua, Bapak Wapres menawarkan dan menjamin agar kita semua memberikan waktu kepada Kapolri selama dua minggu," kata perwakilan massa melalui pengeras suara.

Mereka kemudian meneriakkan perang, jihad, revolusi sembari mengarah ke Jalan Medan Merdeka Barat. Terjadilah pelemparan botol air mineral dan batu.

Polisi kemudian menyemprotkan gas air mata. Para demonstran terlihat mengalami sakit mata akibatnya. Polisi masih tetap menembakkan gas air mata, namun massa tetap bertahan.

Seorang terduga provokator pun ditangkap oleh aparat kepolisian namun belum diketahui identitasnya. Selengkapnya di sini.

Massa lakukan pembakaran di depan Istana

Meski sudah gelap, massa yang berada di sebelah kiri mobil komando di depan Istana Merdeka, ada yang mulai melakukan pembakaran. 

Para ulama pun langsung meminta pengunjuk rasa untuk tenang. Seorang ustadz kemudian maju ke depan massa yang emosinya tersulut. 

Ia mengatakan, “Jangan bikin malu. Ini bukan cara Islam.” 

Namun belum diketahui apa penyebab massa melakukan pembakaran. Saat kejadian, tak lama kemudian adzan Isya berkumandang, sehingga suasana pun mereda.

Kalla: Kasus Ahok akan diproses hukum tegas dan cepat dalam 2 minggu

Usai menemui perwakilan demonstran, Wapres Jusuf Kalla mengatakan bahwa kasus Ahok akan diproses secara hukum dengan tegas dan cepat.

“Sudah berbicara dengan teman-teman yang mewakili massa yang luar biasa,” kata Kalla.

“Kesimpulannya adalah kita akan tegakkan hukum yang tegas dan cepat.”

Ia mengatakan bahwa proses hukum tersebut akan diselesaikan dalam waktu dua pekan.

Perwakilan demonstran yang menemui Kalla adalah Ketua GNPF MUI Bachtiar Nasir, Ustadz Zaitun Rasmin dari Wahdah Islamiyah, dan Ustadz Misbah dari FPI.

Masih lanjut, demonstran salat Maghrib di jalanan

Meski sudah melewati pukul 18:00 WIB, demonstran belum sepenuhnya membubarkan diri. Sebagian dari mereka masih memadati depan Istana Merdeka dan Jalan Medan Merdeka Barat.

Beberapa pengunjuk rasa terlihat melaksanakan ibadah salat Maghrib di depang Gedung Indosat. Padahal berdasarkan UU No 9 tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Depan Umum, batas waktu unjuk rasa hanya diizinkan hingga pukul 6 sore.

Pimpinan FPI Rizieq Syihab dalam orasinya juga menyerukan, "Jika Presiden tidak mau menemui kita, siap menginap di sini?" Yang langsung dijawab dengan serentak, "Siap!"

Wapres Kalla temui perwakilan demonstran

Wakil Presiden Jusuf Kalla menerima perwakilan pengunjuk rasa di kantornya, bukan di Istana. Namun belum diketahui apa hasil pertemuan tersebut. 

Sebelumnya perwakilan demonstran telah menemui Menkopolhukam Wiranto dan sejumlah pejabat lain di Istana, namun mereka tetap ingin bertemu Presiden Jokowi. Setelah berunding, mereka akhirnya bersedia bertemu Kalla.

Menteri Agama: Menodai agama atau tidak, biar hukum yang jawab

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin meminta para pengunjuk rasa yang turun ke jalan hari ini menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

“Tidak bisa seperti membalik telapak tangan ya, perlu ada tahapan yang harus dilampaui," katanya. Menodai agama atau tidak, itu hukum yang jawab”. Selengkapnya di sini.

Surat Fahira Idris untuk Jokowi

Sedangkan anggota DPD RI asal Jakarta, Fahira Idris, membacakan surat untuk Jokowi. 

“Pak Jokowi, aksi ini memang ditunggangi. Ditunggangi oleh umat, ditunggangi oleh rakyat,” kata Fahira. 

Ia juga menyentil pemerintah. “Untuk kalian yang sedang berkuasa, jadikan kebenaran dan kejujuran untuk menyelesaikan kasus ini,” ujarnya.

“Pak Jokowi, buka pintu Anda!” kata Fahira merujuk kepada Jokowi yang sedang tidak berada di Istana.

Orasi Rhoma dan Rachmawati: Jangan karena satu orang bangsa ini tercabik-cabik

Rhoma Irama dalam orasinya mengatakan, “Jangan karena satu orang bangsa ini jadi tercabik-cabik”.

Ia lalu menyanyikan lagu berjudul Jiwa dan Raga.

Sementara itu, Rachmawati Soekarnoputri mengatakan, “Tidak ada kekuatan yang bisa mengumpulkan rakyat sebanyak ini kecuali kekuatan Allah SWT”.

Bachtiar Nasir: Kami tetap ingin bertemu Presiden

Setelah diizinkan masuk ke dalam, akhirnya perwakilan demonstran, Koordinator GNPF MUI Bachtiar Nasir telah keluar dari Istana. Katanya kepada wartawan, ia ditemui oleh Kapolda, Pangdam, Mensesneg, dan Menkopolhukam.

"Kami sampaikan bahwa kami diutus untuk tidak bisa mengubah keputusan, bahwa kami hanya ingin bertemu Presiden," kata Bachtiar.

Menurutnya, bertemu orang lain selain Presiden tidak sesuai dengan amanah yang disampaikan kepadanya. Walaupun ditawari untuk bertemu dengan Wapres Jusuf Kalla pun, peserta tetap menolak.

"Kami akan terima nego dengan RI 2 kalau RI 2 berani instruksikan tangkap Ahok sekarang," kata Bachtiar. Seperti diketahui, Jokowi sedang berada di Bandara Soekarno-Hatta untuk meninjau pembangunan infrastruktur.

Fahri Hamzah: Ini adalah parlemen jalanan terbesar di Indonesia

 Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat berorasi, pada 4 November 2016. Foto oleh Sakinah Haniy/Rappler

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat berorasi, pada 4 November 2016.

Foto oleh Sakinah Haniy/Rappler

Setelah Fadli Zon, Wakil Ketua DPR lainnya, Fahri Hamzah, ikut berorasi. Dalam orasinya ia mengatakan, "Ini adalah parlemen jalanan terbesar dalam sejarah Indonesia".

"Saya dan Pak Fadli memimpin parlemen di dalam ruangan. Para habib dan ulama memimpin parlemen jalanan," kata Fahri. 

Orasi Fadli Zon: Pak Presiden, tuntutan rakyat sederhana, yaitu penegakan hukum!

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat berorasi, pada 4 November 2016. Foto oleh Sakinah Haniy/Rappler

Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon saat berorasi, pada 4 November 2016.

Foto oleh Sakinah Haniy/Rappler

Wakil Ketua DPR RI, Fadli Zon dan Fahri Hamzah, tampak terlihat dalam aksi demo. Fadli pun turut berorasi di depan Istana Merdeka.

“Saya sebagai Wakil Ketua DPR mendukung Aksi Bela Islam ini,” kata Fadli.

Ia meminta Presiden Jokowi untuk mendengarkan tuntutan rakyat, yaitu agar Ahok dihukum.

“Pak Presiden, dengarkanlah tuntutan rakyat, tuntutan umat Islam. Tuntutannya sederhana, yaitu penegakan hukum,” katanya.

Massa demo di depan Istana, di mana Jokowi?

Presiden Jokowi ternyata sedang tidak berada di Istana. Saat ini ia berada di Bandara Soekarno-Hatta.

“Presiden melakukan kunjungan ke Bandara Soetta dalam rangka meninjau perkembangan pembangunan infrastruktur transportasi, terutama progress pembangunan kereta bandara,” kata Juru Bicara Presiden Johan Budi. Selengkapnya di sini.

Perwakilan demonstran, Bachtiar Nasir, diizinkan masuk ke Istana

Koordinator Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir, dilaporkan telah diizinkan memasuki kawasan Istana Negara.

Mewakili demonstran, Bachtiar diterima oleh Kapolda Metro Jaya dan Pangdam di dalam Istana untuk menyuarakan tuntutan ribuan demonstran yang memadati kawasan Jakarta Pusat.

Rizieq pimpin yel-yel 'Si Ahok Durjana'

Dalam perjalanan menuju Istana Merdeka, pimpinan FPI Rizieq Syihab, memimpin demonstran menyanyikan yel-yel sepanjang jalan dari atas mobil komando.

Salah satu judul yel-yel tersebut adalah Si Ahok Durjana. Mereka juga meneriakkan “Allahuakbar”.

Demonstran istirahat untuk salat Ashar

Demonstran menghentikan sementara kegiatannya setelah adzan salat Ashar dikumandangkan. Mereka pun terlihat melaksanakan ibadah salat Ashar di jalanan sekitar Istana Merdeka.

Bukan hanya demonstran, tapi juga aparat keamanan ikut berjamaah.

Ahmad Dhani, Rhoma Irama, dan selebriti yang turun ke jalan

Selain Peggy Melati Sukma yang membagikan makanan untuk para demonstran, sejumlah artis lain juga ikut turun ke jalan. Musisi Ahmad Dani, yang juga calon bupati Bekasi, dan sejumlah artis lain tampak mengikuti demonstrasi.

Dalam orasinya, Dhani mengatakan, "Saya sangat sedih punya Presiden yang tidak taat sama ulama. Ingin saya katakan anjing tapi tidak boleh. Ingin saya katakan babi tapi tidak boleh"

Penyanyi Neno Warisman yang aktif dalam dunia dakwah juga tampak berada di panggung di atas mobil di bundaran air mancur Gedung Indosat. Pembawa acara yang juga bergiat dalam dunia dakwah, David Chalik, pun terlihat di antara kerumunan massa pengunjuk rasa di depan Istana Merdeka.

Terlihat pula raja dangdut Rhoma Irama dan ratu dangdut Elvy Sukaesih yang datang terpisah. "Saya bersama 50 orang. Spontan ini. Cucu, menantu, teman-teman dari kalangan artis. Teman-teman satu perjuangan agar hukum ditegakkan," kata Elvy.

Amien Rais: Jokowi jangan melindungi Ahok lagi

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, ikut berjalan menuju ke Istana Merdeka dari arah Tugu Tani.

Saat berada di depan Gedung Bareskrim, Amien berteriak, "Hidup Polisi, Hidup Bareskrim, dan Hidup Perdamaian". 

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais, ikut berjalan menuju ke Istana Merdeka dari arah Tugu Tani.

Saat berada di depan Gedung Bareskrim, Amien berteriak, "Hidup Polisi, Hidup Bareskrim, dan Hidup Perdamaian".

Ketika berorasi di depan Istana Merdeka, Amien meminta kepada Presiden Jokowi agar tak lagi melindungi Ahok. “Jokowi jangan melindungi Ahok lagi,” kata Amien. “Kalau sampai Ahok tidak ditangkap, kita akan nuntut ke Jokowi.”

Massa mulai bergerak menuju Istana

Ribuan demonsran mulai bergerak menuju ke depan Istana Negara. Sebelumnya, mereka berkumpul di Masjid Istiqlal dan mulai merangsek ke Istana pasca ibadah salat Jumat. 

Mereka memenuhi ruas jalan menuju Istana melalui Jalan Ridwan Rais, Balai Kota DKI Jakarta, hingga Jalan Medan Merdeka Barat, sambil meneriakkan yel-yel dan membaca salawat dalam perjalanan. Saksikan videonya di bawah ini:

Polisi: Tidak ada perintah tembak pendemo di tempat

Polisi membantah bahwa pihaknya akan memberlakukan tembak ditembak bagi demonstran yang melakukan kerusuhan.

Melalui akun Twitter @TMCPoldaMetro, Polisi mencuit, “Tidak ada tembak pendemo. Sampaikan aspirasi dengan tertib, kami kawal dengan humanis”.

Sebelumnya dilaporkan bahwa Kapolda Metro Jaya Irjen M Iriawan memerintahkan tembak di tempat. Namun hal itu dibantah oleh Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Awi Setiyono. 

"Enggak ada perintah tembak di tempat. Polri dilarang membawa senjata api saat pengamanan demo atau unjuk rasa, apalagi tembak di tempat," kata Awi pada 30 Oktober.

Di mana Ahok saat warga berdemo?

Kendati tengah didemo besar-besaran, Ahok tetap berkampanye sesuai jadwal. Hanya saja, demi alasan keamanan, jadwalnya tidak disebarkan ke publik.

"Tadi pagi ke Pluit, sekitar jam 8an," kata anggota tim pemenangan Ahok bidang kampanye dan sosialisasi, Bestari Barus, saat dihubungi Rappler.

Menurut Bestari, Ahok berkeliling seorang diri dengan mengendarai mobil tanpa pengawalan. Kegiatannya sekedar memeriksa trotoar jalan dan infrastruktur lainnya.

Sementara itu, khusus aksi hari ini, kediaman pribadi Ahok yang berlokasi di Perumahan Pantai Mutiara dijaga ketat. Penjagaan tampak dari pintu masuk kompleks, hingga rumahnya. Selengkapnya di sini.

Mensesneg Pratikno dan Menkopulhukam Wiranto akan temui perwakilan demonstran

Massa bersiap demonstrasi di depan Istana Negara. Foto oleh Sakinah Haniy/Rappler

Massa bersiap demonstrasi di depan Istana Negara.

Foto oleh Sakinah Haniy/Rappler

Presiden Jokowi mengatakan telah memerintahkan dua menterinya untuk menerima perwakilan demonstran 

Menurut Staf Khusus Presiden Johan Budi, kedua menteri yang ditugaskan adalah Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto.

“Saya konfirmasi pada Presiden bahwa yang nanti menerima perwakilan pengunjuk rasa adalah Mensesneg dan Menkopolhukam," kata Johan. Selengkapnya di sini.

Jelang persiapan aksi di depan Istana Merdeka

Rombongan BEM Univ Bung Karno mengawal Rachmawati Soekarnoputri merapat ke depan Istana. Foto oleh Uni Lubis/Rappler

Rombongan BEM Univ Bung Karno mengawal Rachmawati Soekarnoputri merapat ke depan Istana.

Foto oleh Uni Lubis/Rappler

Di depan Istana Merdeka sudah dikepung oleh pagar kawat berduri sejak Jumat pagi.

Ratusan aparat kepolisian sudah berjaga. Di antara peserta demonstrasi, banyak yang datang dari Surabaya, Jawa Timur.

Selain itu, ada juga rombongan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Bung Karno yang mengawal Rachmawati Soekarnoputri ke lokasi demo.

Bersama Rachmawati turut pula hadir Ratna Sarumpaet dan Ahmad Dhani, yang terkenal sangat vokal terhadap Ahok. Tonton di bawah ini:

Sekolah di Jakarta Pusat pulangkan siswa lebih awal

Sejumlah sekolah yang berada di kawasan Jakarta Pusat memulangkan para muridnya lebih awal. Beberapa di antaranya adalah SMAN 4 dan SMKN 2 yang lokasinya berdekatan dengan titik kumpul massa pendemo.

Menurut Kepala Sekolah SMAN 4 Jakarta, Adriansyah, banyak orangtua yang mengantar anaknya ke sekolah dan meminta izin ke wali kelas untuk tidak mengikuti pelajaran dan pulang ke rumah demi keamanan. Selengkapnya di sini.

Massa salat Jumat di Masjid Istiqlal

Demonstran salat Jumat di halaman Masjid Istiqlal. Foto oleh Sakinah Ummu Haniy/Rappler

Demonstran salat Jumat di halaman Masjid Istiqlal.

Foto oleh Sakinah Ummu Haniy/Rappler

Massa demonstrasi mulai melaksanakan ibadah salat Jumat di Masjid Istiqlal. Saking banyaknya, sebagian terpaksa gelar salat di halaman masjid.

Sementara untuk berwudhu, sebagian mereka menggunakan air mineral kemasan. Mereka saling membantu mengguyurkan air ke kaki atau tangan rekannya.

Rencananya, mereka akan langsung bergerak menuju Balai Kota, Bareskrim, dan Istana Negara selepas salat Jumat. Selengkapnya di sini.

Selain di Masjid Istiqlal, ribuan pengunjuk rasa juga menggelar salat Jumat di beberapa titik lain di sekitar lokasi demo, seperti Lapangan Banteng, depan kantor Pertamina, hingga depan gedung Mahkamah Konstitusi yang berdekatan dengan Istana Negara.

Demonstran salat Jumat di Lapangan Banteng. Foto oleh Sakinah Ummu Haniy/Rappler

Demonstran salat Jumat di Lapangan Banteng.

Foto oleh Sakinah Ummu Haniy/Rappler

Demonstran salat Jumat di depan kantor Pertamina. Foto oleh Sakinah Ummu Haniy/Rappler

Demonstran salat Jumat di depan kantor Pertamina.

Foto oleh Sakinah Ummu Haniy/Rappler

Seorang polisi ini salat Jumat bersama peserta aksi demo di depan Istana Negara. Foto oleh Uni Lubis/Rappler

Seorang polisi ini salat Jumat bersama peserta aksi demo di depan Istana Negara.

Foto oleh Uni Lubis/Rappler

Rizieq Syihab tiba di Istiqlal

Pemimpin FPI, Rizieq Syihab, tiba di Masjid Istiqlal. Ia mengendarai mobil berplat nomor B 1 FPI.

Rizieq akan menjadi salah satu orator dalam demonstrasi hari ini, seperti yang dilakukannya pada demo pertama, 14 Oktober lalu.

Sebelumnya, pada Kamis malam, Rizieq mendatangi kantor Bareskrim sebagai kasus dugaan penistaan agama. Pada saat yang sama, ia juga meminta polisi segera menetapkan Ahok sebagai tersangka. Selengkapnya tentang kedatangan Rizieq di sini.

Rizieq menuju Istiqlal. Foto oleh Sakinah Haniy/Rappler

Rizieq menuju Istiqlal.

Foto oleh Sakinah Haniy/Rappler

Aktris Peggy Melati Sukma turun ke jalan bantu konsumsi untuk demonstran

Aktris Peggy Melati Sukma, yang mengikuti aksi demo hari ini, membantu menyediakan konsumsi untuk para demonstran. 

“Saya dan tim saya ingin membantu masyarakat yang turun ke jalan. Kami menyediakan logistik seperti makanan. Kami bekerja di bagian sosial aktivitas ini,” kata Peggy kepada Rappler.

“Kami ingin Indonesia tetap kuat seperti yang selama ini sudah terjalin, hidup berdampingan. Kami tidak anti-etnis tertentu atau agama tertentu,” kata Peggy ketika ditanya tentang misi dari aksi hari ini.

Saat ini aktris yang terkenal akibat perannya di sinetron Gerhana itu sibuk berdakwah bersama kelompok perempuan Muslimah di Indonesia yang dinamakan Urban Syiar. 

Rekayasa lalu lintas: Jalan Medan Merdeka Barat ditutup

Dinas Perhubungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menutup jalur di Jalan Medan Merdeka Barat yang mengarah ke Patung Kuda pada Jumat pagi.

Kendaraan dilarang melintasi jalan tersebut agar para pendemo dapat leluasa menggunakan jalan tersebut menuju depan Istana Merdeka.

Bus TransJakarta dari arah Harmoni yang mengarah ke Bundaran HI pun dialihkan melalui Jalan Abdul Muis.

Peraturan ganjil-genap tetap berlaku hari ini

Lalu lintas di depan Istana Merdeka dan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, sebelum aksi demo pada Jumat pagi, 4 November 2016. Foto dari Twitter/@TMCPoldaMetro

Lalu lintas di depan Istana Merdeka dan Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, sebelum aksi demo pada Jumat pagi, 4 November 2016.

Foto dari Twitter/@TMCPoldaMetro

Petugas Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya tetap memberlakukan pembatasan plat nomor ganjil-genap di jalan protokol bagi kendaraan mobil saat aksi unjuk rasa.

"Diberlakukan seperti biasa," kata Kepala Subdirektorat Pembinaan dan Penegakan Hukum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto.

Sistem plat nomor polisi ganjil-genap diterapkan pada Senin-Jumat pukul 07:00 WIB-10:00 WIB dan sore hari pukul 16:00 WIB -20:00 WIB di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman-Jalan MH Thamrin, serta Jalan Gatot Subroto.

Masjid Istiqlal dipadati massa dari luar kota sejak semalam

Sejumlah anggota Ormas Islam dari berbagai daerah berkumpul di halaman Mesjid Istiqlal, pada 3 November 2016. Sebagian dari mereka menginap untuk persiapan aksi demontrasi 4 November. Foto oleh Reno Esnir/Antara

Sejumlah anggota Ormas Islam dari berbagai daerah berkumpul di halaman Mesjid Istiqlal, pada 3 November 2016. Sebagian dari mereka menginap untuk persiapan aksi demontrasi 4 November.

Foto oleh Reno Esnir/Antara

Sejumlah massa demonstrasi dari luar Jakarta mulai memadati Masjid Istiqlal sejak Kamis malam, 3 November.

Massa berkumpul di halaman Masjid Istiqlal untuk beristirahat setelah menempuh perjalanan jauh. Bahkan tidak sedikit dari massa tersebut yang tidur-tiduran di lantai luar masjid.

Pengurus masjid telah menyiapkan konsumsi berupa nasi kotak, roti, maupun air putih untuk peserta aksi unjuk rasa yang memutuskan bermalam di Masjid Istiqlal, yang akan menjadi titik kumpul untuk demonstrasi hari ini.

Kepala Bagian Protokol Masjid Istiqlal, Abu Hurairah Abdulsalam, mengatakan, banyak warga yang memberikan sumbangan makanan dan minuman untuk massa itu. Ia memastikan sumbangan logistik itu atas nama pribadi dan tidak berasal dari organisasi maupun partai politik.

—Rappler.com