Diduga mengemplang pajak, Cristiano Ronaldo dibidik otoritas Spanyol

JAKARTA, Indonesia — Bintang Real Madrid Cristiano Ronaldo pada hari Selasa, 13 Juni, dituduh menghindari pajak sebanyak 14.7 juta euro atau sekitar Rp 218 miliar melalui perusahaan offshore, dan menjadi pemain sepak bola terbaru yang disasar oleh otoritas finansial di Spanyol.

Ronaldo — atlet dengan pendapatan terbesar di dunia menurut majalah Forbes — mengikuti jejak penyerang FC Barcelona dan bintang Argentina Lionel Messi, yang dinyatakan bersalah untuk pelanggaran yang sama tahun lalu, meskipun jumlah yang terlibat lebih sedikit.

Isu penghindaran pajak menyebabkan kemarahan publik di negara yang baru saja keluar dari krisis ekonomi yang membuat banyak orang kehilangan pekerjaan mereka.

Ronaldo dituduh melakukan “4 kejahatan terhadap perbendaharaan umum di antara tahun 2011-14… yang melibatkan penipuan pajak sebanyak 14.768.897 euro,” tulis kantor kejaksaan di Madrid dalam sebuah pernyataan.

“Tertuduh menggunakan struktur perusahaan yang dibuat pada 2010 untuk menyembunyikan pendapatan yang dihasilkan di Spanyol dari hak citranya dari otoritas pajak, yang adalah pelanggaran ‘sukarela’ dan ’sadar’ dari kewajiban fiskal di Spanyol,” lanjut pernyataan tersebut.

Jaksa menuduh pemain Portugal itu menghindari pajak melalui sebuah perusahaan cangkang yang berbasis di Kepulauan Virgin Britania Raya dan satu lagi di Irlandia, yang dikenal karena tarif pajak perusahannya yang rendah.

Selain itu, mereka juga mengatakan bahwa ia hanya mendeklarasikan pendapatan sebanyak 11,5 juta euro di Spanyol dari 2011 sampai 2014, padahal pendapatan sebenarnya mencapai 43 juta euro.

Dan terakhir, mereka menuduh Ronaldo telah ‘secara sukarela’ menolak mendeklarasikan pendapatan sebanyak 29.4 juta euro yang terkait penjualan hak citranya selama periode 2015 sampai 2020 kepada sebuah perusahaan Spanyol.

Ronaldo bantah hindari pajak

Ronaldo, melalui para perwakilannya, membantah tuduhan dirinya telah menghindar dari kewajiban membayar pajak atau melakukan penipuan pajak di Spanyol. 

"Tidak ada skema penghindaran pajak. Tidak pernah ada apapun yang disembunyikan maupun niat untuk menyembunyikan sesuatu," kata Gestifute, agensi yang mewakili pemain Real Madrid itu, dalam pernyataannya.

Skandal sepak bola

Dunia sepak bola di Spanyol telah diguncang oleh tuduhan penghindaran pajak atau korupsi terhadap beberapa bintang-bintang terpopulernya.

Kemungkinan besar hukuman penjaranya akan ditangguhkan seperti biasanya di Spanyol untuk pelanggaran pertama tanpa kekerasan yang kurang dari 2 tahun.

Messi dan ayahnya Jorge Horacio Messi dinyatakan bersalah menggunakan perusahaan di Belize, Britania Raya, Swiss dan Uruguay untuk menghindari membayar pajak atas 41,6 euro yang diterima Messi dari hak citranya dari 2007-09.

Pendapatan terkait hak citra Messi yang disembunyikan mencakup kesepakatan dukungan dengan Danone, Adidas, Pepsi-Cola, Procter & Gamble, dan Kuwait Food Company.

Tahun lalu, bek Barca Javier Mascherano juga menyetujui hukuman tangguhan satu tahun penjara untuk penipuan pajak.

Sementara bintang Brazil dan penyerang Barcelona Neymar dan orangtuanya akan diadili atas tuduhan korupsi karena transfernya dari Santos pada tahun 2013 yang lalu. —dengan laporan AFP/Rappler.com