5 panduan untuk perjalanan Uber yang nyaman dan aman

JAKARTA, Indonesia — Untuk menjadikan perjalanan dengan Uber lebih nyaman dan aman, pada Rabu, 12 Juli, aplikasi yang tersedia di 30 kota di Indonesia ini pun kembali meluncurkan panduan komunitas yang ditujukan bagi mitra-pengemudi dan penumpang. 

Uber merupakan perusahaan aplikasi transportasi berbagi yang melibatkan mitra-pengemudi dan penumpang oleh karena itu kedua belah pihak perlu bekerja sama untuk menciptakan perjalanan yang aman dan nyaman.

“Dengan adanya panduan ini kami harapkan ada saling pengertian antara mitra-pengemudi dan penumpang,” ujar Head of Communication Uber Indonesia Dian Safitri dalam press briefing di kantor Uber Indonesia di Jakarta, Rabu, 12 Juli.

Berikut 5 poin penting dalam panduan komunitas Uber sebagai anjuran tata cara baik untuk mitra-pengemudi maupun penumpang.

Saling menghormati

Kuncinya adalah, perlakukan setiap orang seperti bagaimana kita ingin diperlakukan oleh orang lain. Pengemudi dan sesama penumpang harus saling menghormati, menunjukkan sopan santun, dan tidak mengeluarkan kata-kata kasar.

Sebagai penumpang, sebaiknya kita menjaga kenyamanan dan kebersihan kendaraan yang kita tumpangi, salah satunya dengan cara membawa sampah saat kita turun di tempat tujuan.

Hal ini juga berlaku ketika kita menggunakan fitur UberPool. Sesama penumpang harus saling menghormati, salah satunya dengan cara tidak terlalu berisik sehingga mengganggu kenyamanan penumpang lain.

Memberikan privasi bagi penumpang dan pengemudi

Berbincang dengan pengemudi atau sesama penumpang memang tidak dilarang, namun kita tetap perlu sadar bahwa setiap orang membutuhkan privasi. Jangan menanyakan hal-hal yang sifatnya terlalu pribadi sehingga membuat perjalanan menjadi tidak nyaman.

Selain itu, di dalam Uber tidak diperbolehkan melakukan aktivitas seksual, baik antara pengemudi dan penumpang maupun dengan sesama penumpang, apapun alasannya.

Utamakan keselamatan

Uber memang dilengkapi berbagai fitur yang menjamin keamanan, namun kita tetap harus waspada terhadap segala kemungkinan. Penumpang dan pengemudi wajib mengenakan sabuk pengaman atau helm saat sedang berkendara, dan penumpang dilarang untuk memaksa pengemudi melanggar lalu lintas.

Pengemudi juga diminta untuk tidak menggunakan ponsel ketika berkendara, apapun alasannya. Jika butuh melihat GPS, sangat disarankan pengemudi memiliki dock khusus untuk meletakkan ponsel.

Anak-anak dilarang berkendara sendiri

Sejak awal, Uber telah memiliki peraturan bahwa hanya mereka yang telah berusia 18 tahun yang bisa membuat akun. Oleh karena itu, jika anak Anda menggunakan Uber harus selalu ditemani orang dewasa. 

Jika penumpang memaksa untuk menitipkan anaknya berkendara dengan Uber tanpa pendamping, pengemudi berhak untuk menolak penumpang tersebut.

Jangan lupa beri masukan

Setiap akhir perjalanan Uber, penumpang akan diminta untuk memberikan rating dan saran atas kualitas pengemudi. Penumpang disarankan untuk memberikan nilai seadil-adilnya dan tidak ragu untuk menuliskan masukan serta kritik apapun.

Jika pengemudi dianggap melanggar salah satu ketentuan yang berlaku, penumpang tidak perlu sungkan untuk melaporkan kejadian tersebut sehingga dapat segera ditangani.

Hal ini juga berlaku untuk pengemudi yang merasa dirugikan oleh penumpang. Pengemudi bisa melaporkan kejadian tidak menyenangkan agar dapat ditindaklanjuti segera oleh pihak Uber.

Konsekuensi yang akan diberikan untuk pengemudi maupun penumpang beragam, tergantung pada pelanggaran yang dilakukan. Seorang pengemudi bisa dicabut izinnya, dan pengguna juga bisa dihapus akunnya sehingga tidak dapat memesan layanan Uber lagi. —Rappler.com