PDIP belum tentukan calon yang akan diusung pada Pilgub Jatim 2018

SURABAYA, Indonesia - Teka-teki siapa yang bakal diusung oleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam pemilihan gubernur (pilgub) Jawa Timur pada 2018 nanti masih misterius. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sempat berkunjung ke Surabaya namun ia tetap belum mengumumkan siapa calon yang akan diusung oleh PDIP.

Lalu, mengapa Megawati hingga kini belum mengumumkn calon yang akan diusung?

"Megawati masih melakukan konsolidasi partai. Pilgub Jatim juga masih lama. Jadi wajar kalau Megawati belum mengumumkan sekarang," kata Airlangga Pribadi, pengajar Ilmu Politik Universitas Airlangga, Surabaya memberikan analisanya saat dihubung Rappler Selasa, 12 September.

Dalam pandangan Airlangga, Megawati setidaknya harus mempertimbangkan dua hal sebelum mengusung pasangan calon gubernur dan wakilnya, yaitu elektabilitas dan sejauh mana kader itu memberikan manfaat untuk PDIP. Jelang Pilgub Jatim, setidaknya ada beberapa nama beken yang muncul untuk menjadi kandidat, antara lain Wakil Gubernur Jawa Timur, Syaifullah Yusuf (Gus Ipul), Menteri Sosial, Khofifah Indar Parawansa, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini dan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Tetapi, dari empat nama itu, baru Gus Ipul yang secara resmi mendapat dukungan dari Partai Kebangkita Bangsa (PKB). Sedangkan, tiga nama lainnya masih belum jelas.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh The Initiative Institute yang dipublikasikan akhir Juli lalu, popularitas empat nama itu memang menduduki peringkat atas.

Misalnya saja secara popularitas, Khofifah menduduki posisi yang tertinggi dengan level 91,10 persen. Sedangkan Gus Ipul berada di level 88,40 persen. Untuk pemimpin di daerah yakni Risma dan Azwar Anas berada di urutan tiga dan empat.

Sedangkan jika dilihat secara elektabilitas, Gus Ipul disebut punya potensi basis suara 44,6 persen, Khofifah 37,3 persen, Risma 18,1 persen, dan Anas 4,4 persen.

Kata Airlangga, nama Khofifah dan Risma bisa menjadi pesaing kuat bagi Gus Ipul karena selama ini mereka belum secara terbuka menyatakan mau maju menjadi calon gubernur Jawa Timur.

"Elektabilitas mereka memang masih di bawah Gus Ipul, karena memang belum ada pernyataan terbuka dari mereka soal maju pilgub," kata Airlangga yang juga Direktur The Initiative Institute.

Berdasarkan informasi, para kyai di Jawa Timur sudah bulat mendukung Gus Ipul dalam Pilgub Jatim. Para kyai di Jatim ini sepakat mendukung Gus Ipul karena belajar dari pengalaman pilgub DKI Jakarta, di mana para ulama dan umat Islam terpecah.

Namun informasi itu menurut Airlangga juga patut dipertanyakan karena menurutnya sampai dengan sekarang dukungan para kyai di Jawa Timur masih cair. - Rappler.com