PKB resmi usung Ridwan Kamil sebagai cagub dalam Pilkada 2018

BANDUNG, Indonesia - Langkah Ridwan Kamil untuk menjadi salah satu calon gubernur di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jabar semakin mendekati kenyataan. Wali Kota Bandung ini mendapat tambahan dukungan dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang memiliki 7 kursi di DPRD Jawa Barat. Dengan demikian, pria yang biasa disapa Kang Emil itu mengantongi 12 suara dukungan dari Partai Nasional Demokrat dan PKB.

Dukungan dari PKB ditunjukan secara resmi dengan menyerahkan Surat Keputusan (SK) penetapan Kang Emil sebagai calon Gubernur Jabar. Surat tersebut diteken oleh Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Ketua DPW PKB Jabar Syaiful Huda menyerahkan secara langsung SK tersebut kepada Kang Emil pada Senin, 11 September kemarin.

“Saya diminta menyerahkan SK Penetapan Kang Ridwan Kamil sebagai Calon Gubernur dari PKB,” ujar Syaiful ketika memberikan keterangan pers kemarin di Bandung.

Sementara, Kang Emil langsung mengucap ‘alhamdulilah’ usai menerima surat yang menjadi bukti dukungan resmi terhadap dirinya. Ia mengatakan bahwa itu semua bisa terwujud berkat komunikasi yang baik antara level atas dan bawah sehingga dapat menghasilkan kesepakatan.

“Tentu, setelah memastikan memiliki orientasi pembangunan yang baik untuk rakyat, maka diperolehlah rekomendasi dari PKB,” ujar Emil.

Dengan demikian, masih dibutuhkan minimal 8 kursi lagi agar terpenuhi 20 kursi yang menjadi syarat pencalonan melalui partai politik. Maka, Emil akan mengintensifkan komunikasi dengan beberapa partai politik yang pintunya masih terbuka. Peluang itu, ia lihat ada di Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

“Yang paling dekat dengan PPP. Level antar ketua umum sudah mulai berkomunikasi,” kata dia.

Partai berlambang ka’bah itu memiliki 9 kursi di DPRD Jabar. Bila jadi berkoalisi, maka syarat 20 kursi terlampaui.

Sementara, ditanya mengenai calon wakil gubernur yang akan mendampinginya, Emil menyebut hal itu masih terlalu dini untuk dipikirkan. Saat ini, ia mengaku sedang intensif untuk mencari dukungan agar dapat memenuhi syarat minimum maju sebagai cagub.

“Hari ini babak ke satu menggenapkan dulu. Repotnya luar biasa karena komunikasi harus intens. Kalau babak satu sudah lolos, artinya sudah 20 kursi, barulah dengan nyaman kami bahas (calon wakil gubernur), apakah cocok dari segi kepemimpinan, cocok dari segi elektabilitas,” katanya.

Ia pun berjanji akan fatsun terhadap apa pun yang menjadi keputusan musyawarah koalisi terkait sosok yang menjadi wakilnya. Namun, Emil mengajukan dua syarat bagi calon wakil gubernurnya.

“Syaratnya dua, dia punya nilai kepemimpinan dan dia punya elektabilitas,” ujar Emil. - Rappler.com

BACA JUGA: