Prabowo dalam kampanye Anies-Sandi: Kalian di sini karena capek dibohongi

 

JAKARTA, Indonesia — Ketua Umum Partai Gerindra Parabowo Subianto memberikan sambutan pada kampanye akbar calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan-Sandiaga Uno, di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Minggu siang, 5 Februari.

Dalam sambutannya, Prabowo mengatakan, Indonesia adalah bangsa yang besar dengan sejarah yang menanunginya. Oleh karena itu, dibutuhkan pemimpin yang baik untuk mengolah kekayaan yang dimiliki Indonesia.

"Kita berada di sini [Lapangan Banteng], di Monumen Pembebasan Irian Barat, yang menunjukkan bangsa kita besar dan kaya," kata Prabowo. Monumen Pembebasan Irian Barat terletak di dalam Lapangan Banteng.

“Maka dari itu indonesia butuh pemimpin yang baik, untuk mengolah kekayaan itu. Jika dalam konteks Pilkada DKI, maka pilihan itu bisa dipercayakan ke pasangan cagub-cawagub Anies Baswedan dan Sandiaga Uno,” ujarnya.

Ia pun meyakini bahwa massa yang berkumpul meski diterpa terik sinar matahari menginginkan perubahan di kotanya.

"Kalian datang ke sini karena kalian inginkan perubahan, karena kalian sudah capek dibohongi," kata Prabowo, yang partainya menjadi pengusung pasangan Anies-Sandi bersama Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Saya mendukung Anies Baswedan sebagai gubernur dan Sandiaga Uno sebagai wakil gubernur DKI Jakarta," katanya.

Partai Gerindra beserta PDIP mendukung pasangan Joko “Jokowi” Widodo-Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama dalam pemilihan kepala daerah (Pilkada) DKI Jakarta pada 2012 lalu. Ahok kini maju sebagai calon petahana dalam Pilkada DKI setelah memutuskan keluar sebagai kader Gerindra pada 2014 silam.

Perubahan Jakarta akan datang di tangan pimpinan yang baik

Dalam kesempatan itu, Prabowo menyatakan bahwa perubahan Jakarta hanya akan datang jika dipimpin figur yang baik.

"Kalau orang baik diam, maka yang akan berkuasa adalah orang-orang yang tidak baik", katanya.

Ia mengatakan, menghadirkan pemimpin yang baik di Jakarta bukanlah hal mustahil. Namun, butuh kerja keras dan kolektif.

"Politik ini adalah tugas kita. Hanya beberapa detik di TPS [tempat pemungutan suara] 15 Februari nanti, jangan sia-siakan. Jangan golput," kata mantan danjen Kopassus itu.

Anies sendiri sejak mengajukan diri sebagai bakal calon presiden dalam pemilihan umum (pemilu) 2014 dalam konvensi Partai Demokrat, mengusung tema orang baik sebagai pemimpin. 

“Orang-orang baik tumbang bukan hanya karena banyaknya orang jahat, tetapai karena banyaknya orang-orang baik yang diam dan mendiamkan,” kata Anies, mengemukakan alasannya terjun ke dunia politik. Ia sebelumnya merupakan Rektor Universitas Paramadina.

“Mari belajar ikut campur, mari mulai turun tangan,” katanya saat itu, merujuk pada kampanyenya yang bertajuk “Turun Tangan”. —Rappler.com