Pujian Anies dan Ahok kepada Soeharto

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) — Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut tiga Anies Baswedan memuji mantan Presiden Soeharto sebagai figur yang stabil, tidak emosional, mampu memetakan masalah dan merekrut para pakar. Hal itu disampaikan Anies ketika menghadiri haul untuk memperingati wafatnya Sohearto di Masjid At-Tien pada Sabtu, 11 Maret. 

Pujian Anies itu sempat menimbulkan polemik karena mantan Menteri Pendidikan tersebut dianggap memihak keluarga Cendana yang sempat korup ketika 32 tahun berkuasa di Indonesia.

“Bisa jadi setuju atau tidak setuju dengan kebijakannya tapi pendekatannya bisa membuat stabil,” kata Anies dalam acara debat di Mata Najwa yang disiarkan Metro TV, Senin malam, 27 Maret. 

Sikap stabil Soeharto, Anies melanjutkan, bisa dilihat dari jawaban-jawabannya atas semua pertanyaan yang diajukan kepadanya.

“Meresponnya membuat suasana menjadi tenang, jadi bukan pemantik konflik, bukan menjadi pemantik masalah, tapi hadir menyelesaikan masalah,” kata Anies.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta non aktif, Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama menganggap apa yang disampaikan oleh Anies hanya sikap secara umum yang bisa ditiru dari pria yang sempat dijuluki Bapak Pembangunan Indonesia tersebut. Bagi Ahok, sikap yang patut diteladani salah satunya mampu menjaga kestabilan harga bahan pokok. 

Sebagai contoh, ketika itu dia pernah menerima bahwa sempat ada kelangkaan beras di Sulawesi Utara. Begitu mendapatkan informasi itu, Soeharto langsung mengutus Wiranto untuk mencari stok beras dari pulau lain dan memenuhi kebutuhan di Manado. 

"Kemudian, dia mengundang wartawan dan menunjukkan di gudang berasnya, bahwa tidak ada kelangkaan stok. Akhirnya, harga tidak jadi naik," kata Ahok. 

Itu pula yang dia lakukan ketika menjabat sebagai gubernur. Setuju kah kamu dengan pendapat kedua cagub ini? Tulis pendapat mu di kolom bawah. —Rappler.com