Real Madrid Foundation gali potensi pesepak bola muda Samarinda

SAMARINDA, Indonesia - Wakil dari Real Madrid Foundation, Antonio Velasco Montero berkunjung ke Stadion Madya Sempaja, Samarinda, Kalimantan Timur pada Rabu, 22 Februari. Kedatangan pria yang bertindak sebagai legal officer yayasan itu bertujuan untuk memastikan apakah kontrak kerjasama dengan Yayasan Odah Etam Bebaya, selaku pengelola teknis Real Madrid Foundation di Samarinda dapat diperpanjang.

Agenda lainnya, dia ingin melihat secara langsung potensi yang dimiliki oleh para pesepakbola muda di kota itu. Samarinda diketahui merupakan salah satu dari tiga jaringan Real Madrid Foundation yang ada di Indonesia. Dua kota lainnya yakni Banjarbaru dan Yogyakarta.

Ketua Yayasan Odah Etam Bebaya, Akbar Ciptanto mengatakan ada kelebihan yang diterima para peserta yang berlatih di bawah jaringan Real Madrid Foundation. Selain menerima pembelajaran modul yang langsung dibuat oleh yayasan milik klub raksasa Spanyol itu, mereka juga dilatih oleh para pelatih berkualitas.

“Pelatih yang kami pilih telah mendapatkan pelatihan langsung oleh pelatih Real Madrid Foundation, Spanyol yang dilaksanakan setiap tahun,” ujar Akbar yang turut mendampingi Montero ketika meninjau sesi latihan di Stadion Madya Sempaja.

Ada 100 pesepakbola berusia 7-17 tahun yang menjadi peserta dan dilatih oleh 5 orang pelatih. Artinya, 1 orang pelatih mendidik 20 orang pemain yang berlatih secara rutin pada hari Rabu dan Sabtu sore.

Sementara untuk konsep pembiayaan, 60 persen pemain merupakan peserta yang masuk tanpa dipungut biaya. Namun, Real Madrid Foundation mengisyaratkan prestasi akademis yang juga terjaga dengan baik di sekolah. Oleh sebab itu, seluruh peserta harus melampirkan salinan rapor tahunan dari sekolah.

Yayasan itu disebut Akbar juga mengajarkan pendidikan karakter, moral dan ilmu pengetahuan umum lainnya.

Sementara, Sekretaris Umum International Social Sport Development (ISSD) Foundation, Ainul Ridha selaku pelaksana teknis Real Madrid Foundation skala nasional mengatakan perbedaan pelatihan sepak bola yang diberikan yayasan itu dengan tempat lain yakni terletak pada adanya penggabungan unsur pendidikan, sosial dan kesehatan dalam satu metodologi pelatihan.

“Jadi, anak-anak selain pandai bermain sepakbola juga bisa bermanfaat di lingkungan masyarakat,” ujar Ainul.

Lalu, bagaimana peluang para pemain yang berlatih untuk dibawa menjadi Real Madrid? Ainul menyebut peluang itu selalu terbuka.

“Tetapi, untuk di awal, kami masih fokus ke penguatan moral dan karakter,” kata dia. - Rappler.com