'The Underdogs': Drama komedi dengan permasalahan relevan

JAKARTA, Indonesia —Dalam debut penyutradaraannya, Adink Liwutang bersama produser Ernest Prakasa meracik drama komedi yang berangkat dari fenomena media sosial yang sedang marak di masyarakat.

The Underdogs menceritakan kisah empat sahabat dalam melewati permasalahan hidup mereka. Bobi (Jeff Smith), Ellie (Sheryl Sheinafia), Dio (Brandon Salim), dan Nanoy (Babe Cabita) merupakan empat teman karib yang selalu tertindas baik dalam masa sekolah maupun perkuliahan. Mereka dianggap sebagai orang-orang yang tersisihkan dan tidak bisa fit in di masyarakat.

Lelah akan kemalangan yang menimpa mereka, keempat sahabat ini akhirnya memutuskan untuk berkarya di platform YouTube. Mereka mendapatkan inspirasi untuk berkreasi dengan harapan karya mereka dapat disukai masyarakat. Mereka kemudian mengunggah video-video musik rap dan menamakan diri mereka The Underdogs. Tak disangka, video mereka viral di dunia maya dan mereka mulai terkenal di dunia nyata.

Permasalahan muncul ketika YouTubers terkenal bernama S.O.L. yang terdiri dari Sandro X (Ernest Prakasa), Oscar (Young Lex), dan Lola (Han Yoo Ra) tak menerima popularitas yang diraih The Underdogs.

Saat hadir di gelaran konferensi pers The Underdogs di Epicentrum XXI pada Kamis, 10 Agustus, Sheryl Sheinafia mengungkapkan keseruannya dalam proses syuting film tersebut.

“Aku benar-benar menikmati prosesnya. Aku juga merasa dihargai sebagai musisi karena film ini tidak hanya menonjolkan sisi komedi saja, tapi juga memperlihatkan porsi bermusik yang cukup besar,” ujar Sheryl.

PEMERAN. Para pemeran inti film 'The Underdogs' berfoto bersama dalam konferensi pers pada Kamis, 10 Agustus di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta. Foto oleh Valerie Dante/Rappler

PEMERAN. Para pemeran inti film 'The Underdogs' berfoto bersama dalam konferensi pers pada Kamis, 10 Agustus di Epicentrum Walk, Kuningan, Jakarta.

Foto oleh Valerie Dante/Rappler

The Underdogs mencoba untuk relevan dengan zaman. Sebagai drama komedi remaja, film ini menampilkan permasalahan-permasalahan yang memang dialami anak remaja seperti pencarian jati diri, permasalahan persahabatan, bahkan perundungan di lingkungan masyarakat.

Film ini juga mencerminkan kegelisahan yang muncul akibat fenomena media sosial yang menularkan kebencian di masyarakat.

Alur yang kurang fokus

Ernest selaku produser mengatakan bahwa film garapannya ini memiliki banyak pesan moral. Mulai dari kisah remaja korban bullying, nilai persahabatan, hingga berkarya kreatif yang berujung pada kesuksesan.

Semua hal itu memang terlihat dalam film ke-3 Ernest ini. Hanya saja, akibat banyak sekali pesan yang ingin disampaikan, alur cerita film ini terkesan kurang fokus dan tak memiliki inti yang jelas.

Keempat sahabat yang merupakan tokoh utama juga tidak terlihat memiliki chemistry yang kuat antar satu sama lain, semua terlihat kaku dan dipaksakan. Meski begitu, Babe Cabita yang berperan sebagai Nanoy benar-benar mencuri perhatian dengan lawakan dan keluwesannya.

Komedi hambar

Seperti film-film Ernest lainnya, tentu beberapa pemain dan cameo adalah komika. Sayangnya, banyak adegan yang memiliki lelucon-lelucon yang terkesan terlalu one-liner dan tak mengundang tawa.

Meski bertabur komika seperti Pandji Pragiwaksono, Soleh Solihun, Dodit Mulyanto, Adjis Doaibu, dan Ence Bagus, humor yang terpampang dalam film yang diproduksi oleh Starvision ini terdengar hambar dan repetitif. Hal ini berbeda dari kedua film Ernest sebelumnya, Ngenest dan Cek Toko Sebelah yang dihiasi humor segar dan pintar.

Jalan cerita terburu-buru

Karena terlalu diburu-buru, jalan cerita film ini seolah banyak yang terpenggal. Akibatnya, ada beberapa adegan yang kurang klimaks. Konfilk yang sudah dibangun dari awal film tiba-tiba terselesaikan tanpa penutup yang jelas, penonton tidak merasakan kepuasan penyelesaian konflik.

Adegan-adegan yang seharusnya mengharukan pun kurang terasa dan terkesan biasa saja akibat terlalu diburu-buru. Singkat kata, banyak momen yang tidak mendapat feel-nya karena cepat berakhir dan penonton belum dibiarkan menyerap perasaan yang berusaha diutarakan.

Film The Underdogs tayang mulai 16 Agustus 2017 di bioskop terdekat.

—Rappler.com