'Mars Met Venus: Part Cewe', melihat hubungan dari dua sudut pandang

JAKARTA, Indonesia — Pria dan wanita adalah dua makhluk yang berbeda. Mulai dari fisik hingga isi hati pun memiliki perbedaan yang sangat bisa dilihat maupun dirasakan. Terutama dalam soal hubungan percintaan. 

Tapi tak selamanya pasangan yang memiliki dua sifat yang berbeda tidak akan bisa berjalan secara berdampingan. Kisah itulah yang ingin disampaikan di film garapan MNC Pictures Movie.

Dikisahkan, Kelvin (Ge Pamungkas) dan Mila (Pamela Bowie) adalah pasangan yang sudah menjalin hubungan asmara selama lima tahun. Kelvin memiliki sifat yang sangat berbeda dengan Mila. Kelvin lebih cenderung lebih pendiam dibandingkan dengan Mila yang ekspresif.

Lewat vlog yang setiap harinya dibuat oleh pasangan ini, kita mengetahui kisah dua sejoli ini dari awal mereka bertemu satu sama lain hingga saat ini lewat pertanyaan-pertanyaan yang diberikan oleh cameraman. Vlog ini nantinya akan dipakai sebagai persiapan pre-wedding mereka. 

Ditemui saat press conference film Mars Met Venus, Ge Pamungkas dan Pamela Bowie mengaku bahwa selama proses syuting berlangsung tidak ada kesulitan dalam memerani peran yang mereka dapatkan karena kejadian yang terjadi dalam cerita terjadi juga dalam kehidupan berpacaran mereka sehari-hari.

PRESS CONFERENCE. Pemain serta pendukung film 'Mars Met Venus' di acara press concerence dan press screening, Kamis, 13 Juli di XXI Plaza Senayan. Foto dari akun Instagram @filmmarsmetvenus

PRESS CONFERENCE. Pemain serta pendukung film 'Mars Met Venus' di acara press concerence dan press screening, Kamis, 13 Juli di XXI Plaza Senayan.

Foto dari akun Instagram @filmmarsmetvenus

Penulis dari skrip film ini pun mengaku bahwa konflik-konflik yang terdapat dalam film ini sendiri kebanyakan di ambil dari pengalaman sendiri.

Satu cerita, dua sudut pandang

Yang menarik dari film ini adalah konsepnya yang terbagi menjadi dua bagian. Bagian Venus (Part Cewe) dapat dinikmati mulai tangga 20 Juli di seluruh bioskop, sedangkan bagian Mars (Part Cowo) baru ditayangkan tanggal 3 Agustus.

Kedua bagian ini memiliki ending cerita yang sama, namun penonton dibawa untuk melihat dari sudut pandang yang berbeda. Alasan mengapa film ini dimulai dengan part cewek lebih dahulu adalah karena saat editing film ini dimulai, Part Cewe lebih banyak pertanyaan-pertanyaan yang ada dan nantinya akan terjawab di Part Cowo. Kedua bagian film ini akan melengkapi satu sama lain.

Alur cerita yang terdapat dalam film ini dapat dibilang menarik, karena permasalahan-permasalahan yang ada di dalam cerita adalah permasalahan yang kita temui dalam kehidupan sehari-harinya dalam berpacaran.

Cheesy namun tidak berlebihan

Film yang kurang lebih berdurasi 1 jam 30 menit ini cukup berhasil membuat saya menikmati alur cerita dari film ini. Di beberapa scene tentunya terdapat beberapa rayuan gombalan atau jokes yang menurut saya cheesy namun hal itu ditampilkan secara seimbang dengan hal-hal yang lain. 

Dan juga chemistry yang dibangun oleh dua pemeran utama sangat saya rasakan karena saya bisa menikmati hubungan mereka dari awal bertemu hingga ending. Namun, hal yang saya sayangkan adalah pemilihan puncak konflik dalam film ini yang kurang terasa.

Padahal, di scene sebelumnya terdapat suatu konflik yang menurut saya feel-nya lebih dapat dibandingkan dengan puncak konflik yang mereka pilih untuk film ini. Dari sini, saya dapat melihat kekurangan dari film jika dibagi menjadi dua bagian, yaitu, perasaan tidak puas karena penyelesaian untuk puncak konflik di bagian cewek ini menurut saya terlalu simple. Saya tidak bisa melihat seberapa besar effort sang cowok dalam menyelesaikan konflik ini.

Saya datang dengan ekspektasi yang rendah karena saya membayangkan kisah cinta anak muda yang lebai seperti yang saya lihat di sinetron televisi. Namun pemilihan karakter dalam film ini menurut saya seimbang, karena baik cowok dan cewek memiliki sifat yang pas.

Momen-momen kemesraan dari pasangan ini juga tidak terlalu lebai dan tidak terlalu serius, malah terkadang memancing tawa karena dalam scene tersebut ditambah "bumbu-bumbu" kelucuan agar penonton dapat menikmati film tersebut.

Sahabat sebagai penengah

Sahabat memiliki peran yang penting di dalam film Mars Met Venus: Part Cewe ini. Kehadiran sosok Icha (Ria Ricis) dan Malia (Rani Ramadhany) menjadi dua sosok yang penting disaat Mila (Pamela Bowie) ingin menentukan pilihan selanjutnya.

Karakter Mila yang sangat ekspresif dan memiliki sifat egois yang cukup tinggi memerlukan sosok sahabat yang memiliki pemikiran yang netral, sehingga damage yang terjadi untuk scene berikutnya terbilang tidak parah dibandingkan jika Mila mengikuti kata hatinya.

Walau film ini meninggalkan kesan kurang greget menurut pribadi saya, namun film ini saya rekomendasikan untuk kalian yang ingin mencari film ringan untuk mengisi akhir pekan.

Saksikan film Mars Met Venus: Part Cewe mulai 20 Juli mendatang! —Rappler.com