Sketsatorial: Mitos dan fakta seputar HIV dan AIDS

JAKARTA, Indonesia — Berbagai macam mitos masih menggelayuti HIV dan AIDS. Pemahaman keliru mengenai HIV dan AIDS telah mendorong sejumlah perilaku yang justru menyebabkan makin banyak orang terjangkit penyakit ini.

Apa saja mitos paling umum tentang HIV dan AIDS? Simak uraiannya di Sketsatorial Rappler Indonesia.

Mitos #1: HIV sama dengan AIDS

Faktanya, HIV dan AIDS adalah dua hal yang berbeda. Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah nama virus pembawa penyakit defisiensi imun.

Sedangkan Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) adalah diagnosis lanjutan setelah virus HIV berhasil menyerang dan melemahkan sistem imun seseorang, sehingga orang tersebut bisa mengembangkan penyakit sistem imun tertentu.

Mitos #2: HIV dan AIDS adalah masalah bagi kaum homoseksual dan pengguna narkoba saja

Faktanya, hubungan seks antar sesama jenis tanpa pengaman dan penggunaan jarum suntik narkoba memang menjadi faktor umum penyebab HIV. Namun seks penetratif antar lawan jenis juga merupakan salah satu penyebab umum lainnya penularan HIV.

Mitos #3: Kamu bisa terjangkit HIV jika tinggal bersama dengan orang dengan HIV dan AIDS

Faktanya, beragam penelitian membuktikan bahwa HIV tidak disebarkan melalui sentuhan, air mata, keringat, atau pertukaran saliva. 

HIV hanya bisa ditularkan melalui pertukaran cairan tubuh tertentu yang mengandung konsentrasi tinggi dari antibodi HIV, seperti darah, sumsum tulang belakang, air mani, cairan vagina dan anus, serta air susu ibu (ASI). HIV ditularkan ketika salah satu cairan tersebut masuk melalui selaput lendir, luka terbuka, atau goresan dari orang yang tidak terinfeksi HIV.

Mitos #4: HIV dan AIDS adalah hukuman mati

Faktanya, pada tahun-tahun awal epidemi, angka kematian akibat HIV dan AIDS menjulang tinggi. Tapi sejak perkembangan sains modern, obat retroviral memungkinkan para ODHA untuk memiliki usia bertahan hidup yang lebih panjang, normal, dan tetap bisa produktif.

Mitos #5: Tanda dan gejala virus HIV dapat terlihat dengan mudah

Faktanya, knda bisa terjangkit HIV positif tanpa menunjukkan gejala apapun selama bertahun-tahun. Satu-satunya cara untuk mengetahui apakah kamu memiliki HIV positif adalah dengan melakukan tes darah. —Rappler.com

Sketsatorial adalah kolom mingguan Rappler tentang isu-isu penting yang dibahas dengan menggunakan video sketsa, dan dibuat oleh Iwan Hikmawan. Follow Iwan di Twitter @Sketsagram.

BACA JUGA: