Survei Median: Duet Ahok-Djarot ungguli dua paslon lain

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, berfoto dengan warga saat u0022blusukanu0022 ke kawasan Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta, Senin (6/2). Foto oleh Hafidz Mubarak/ANTARA

Calon Gubernur DKI Jakarta nomor urut dua Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, berfoto dengan warga saat u0022blusukanu0022 ke kawasan Kelurahan Jatinegara, Cakung, Jakarta, Senin (6/2).

Foto oleh Hafidz Mubarak/ANTARA

JAKARTA, Indonesia — Pasangan petahana Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama -  Djarot Saiful Hidayat kembali memimpin tingkat elektabilitas pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.

Dalam survei terbaru yang dirilis Media Survei Nasional (Median) duet Ahok-Djarot memperoleh 29,8 % suara. Sementara  Anies Baswedan-Sandiaga Uno memperoleh 27,8 %. Adapun pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana murni mendapatkan 26,1%.

Direktur Riset Median, Sudarto, mengatakan perolehan suara Ahok ini lebih tinggi dari November tahun lalu, saat itu Agus-Sylvi menjadi pasangan dengan tingkat elektabilitas tertinggi.

“Media memegang peran penting dalam hal ini. Persepsi pemilih banyak terpengaruh oleh pemberitaan media,” kata Sudarto saat merilis hasi survei lembaganya, Senin 6 Februari 2017. 

Sudarto mengatakan turunnya tingkat keterpilihan Agus-Sylvi antara lain karena pemberitaan media terhadap kasus dugaan korupsi dana hibah yang diduga melibatkan Sylviana, Kasus ini masih bergulir di Bareskrim Polri.

“Elektabilitas pasangan ini bakal menurun apabila pemberitaan negatif tentang dugaan korupsi Sylviana semakin massif,” kata Sudarto.

Kemungkinan penurunan juga bisa dialami pasangan Ahok-Djarot jika kasus dugaan penodaan agama dan penghinaan terhadap Ketua MUI yang menjerat Ahok terus diekspos oleh media. “Jika media membesarkan kasus tudingan penghinaan terhadap Ketua MUI, elektabilitas Ahok dapat anjlok,” ujarnya. 

Namun, Sudarto melanjutkan, elektabilitas Ahok terbantu dengan penampilannya yang cukup apik dalam acara debat Pilkada. Ahok dinilai menguasai permasalahan Jakarta lebih baik dari dua kandidat lainnya. —Rappler.com