Kisah Tatjana Saphira yang memulai karier dengan penolakan

JAKARTA, Indonesia — Tak mudah untuk bisa meniti karier di dunia hiburan dan lantas meraih sukses. Itu pula yang dirasakan oleh aktris muda Tatjana Saphira. Sekarang, di usianya yang baru menginjak 20 tahun, Tatjana bersyukur bisa mencapai sukses dan popularitas di dunia hiburan Tanah Air sebagai aktris.

Yang terbaru, Tatjana baru saja merilis filmnya yang bertajuk Sweet 20. Setelah ini, ia sudah bersiap menjalani syuting di film Ayat-Ayat Cinta 2 yang rencananya akan dimulai akhir bulan ini. Satu demi satu pencapaian yang diraih Tatjana membuatnya terus bersyukur. karena kariernya berjalan mulus.

"Bersyukur sih aku untuk segala kesempatan yang aku dapat tahun ini. Buat aku dari tahun ke tahun pasti ada suatu hal berharga yang aku rasa. Ada suatu pelajaran juga yg aku dapat. Dan menurut aku paling penting adalah dari tahun ke tahun aku berevolusi sebagai seorang pribadi maupun dalam berkarier," ujar Tatjana saat ditemui usai acara Prolog Film Ayat-Ayat Cinta 2 di Senayan City, Jakarta, Jumat, 7 Juli lalu.

Satu demi satu proyek film datang dan dikerjakan oleh Tatjana. Tapi secara spesifik, aktris kelahiran 21 Mei 1997 ini mengaku tak memiliki target untuk kariernya di dunia hiburan. "Cuma dari dulu yang aku ingin dalam dunia perfilman itu adalah untuk bisa menjadi seorang aktris yang bisa dibilang bisa memainkan berbagai jenis peran. Ya doanya sih semoga setiap kali ada tawaran film, dapat tawaran untuk peran yang menantang, yang berbeda, yang akan menunjukkan sisi dari seorang Tatjana yang berbeda," jawabnya bijak.

Tatjana ingat benar bahwa segala kesuksesan yang diraihnya sekarang bukan hasil yang instan. Bahkan di masa-masa awal kariernya, Tatjana sangat akrab dengan penolakan. "Banyak banget sih pastinya mulai dari penolakan, ketika pertama kali terjun ke dunia entertainment atau showbiz ini kan sebagai seorang public figure mau enggak mau harus berinteraksi dengan publik atau netizen. Nah, enggak ada yang pernah mengajarkan aku bagaimana cara untuk tanggapi ketika terima komentar yang tidak baik, terus ketika diremehkan oleh orang lain, dihujat dan sebagainya. Jadi ya dukanya lebih ke situ, belajar untuk gimana caranya kuat menghadapi itu semua."

"Tapi ya menurut aku itu adalah bagian dari prosesnya, setiap orang pasti pernah merasakan seperti itu. Jadi buat aku lebih baik itu dijalani dengan santai, go with the flow aja."

Sebagai resiko komitmennya dalan urusan karier, Tatjana pun mengesampingkan urusan pendidikan untuk sementara. Tapi meski tidak menjalani pendidikan formal, Tatjana mengaku terus memperkaya diri dnegan pendidikan non formal. 

"Yang namanya pendidikan apalagi di zaman sekarang di mana informasi itu untuk mengaksesnya serba gampang. Jadi kalau soal edukasi formal aku sedang tidak ambil, cuma secara informal pasti terus ada. Yang penting adalah bahwa dari diri kita sendiri haus akan ilmu karena kalau kita pengin pelajari suatu hal bisa dari berbagai cara, dari baca buku, search di internet, atau ketemu orang." —Rappler.com