5 tokoh terpopuler di Indonesia tahun 2017

JAKARTA, Indonesia — Nama Setya Novanto bisa jadi yang paling banyak dibicarakan di media massa dan media sosial di Indonesia selama 2017. 

Kata kunci “Setya Novanto” menjadi urutan ketiga yang paling banyak dicari orang di Google sepanjang tahun ini, di bawah film Surat Cinta Untuk Starla dan Pengabdi Setan. Tak heran, Rappler menempatkannya menjadi orang nomor satu yang menjadi newsmakers tahun ini.

Tokoh terpopuler di sini bukan dalam artian ia digemari banyak orang, tapi terpopuler dibicarakan, terlepas dari pemberitaan positif atau negatif yang melekat pada individu tersebut. Selain Setya, siapa lagi? Berikut 5 tokoh terpopuler 2017 menurut tim redaksi Rappler:

Setya Novanto

Berbagai eksepresi Setya Novanto ketika menjalani sidang perdana pada 7 Desember 2017 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Foto oleh Antara

Berbagai eksepresi Setya Novanto ketika menjalani sidang perdana pada 7 Desember 2017 di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Foto oleh Antara

Tidak salah kalau kami menahbiskan Setya Novanto sebagai salah satu newsmakers 2017. Betapa tidak, namanya kerap menghiasi pemberitaan berbagai platform media karena kembali tersandung kasus hukum. 

Di tahun ini, keberuntungan mantan Ketua Umum Partai Golkar nyaris habis. Sejak awal tahun ini, nama Setya sudah santer diberitakan ikut terlibat dalam mega korupsi pengadaan KTP Elektronik yang disebut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuat negara rugi Rp2,3 triliun. 

Keterlibatannya dalam proyek identitas nasional itu terkonfirmasi dari kesaksian dua terdakwa pertama yang disidang yakni Irman dan Sugiharto. Keduanya merupakan pejabat Kementerian Dalam Negeri yang mengaku sejak awal meminta bantuan kepada Setya agar mengawal anggaran bagi proyek tersebut. 

Penetapan Setya sebagai tersangka ini menandakan babak baru dalam kehidupannya. Sebab, namanya sudah sering disebut dalam beberapa kasus hukum. Tetapi, bak belut, ia selalu berhasil lolos. 

Saking jengkelnya, publik “menyentil” Setya dengan julukan ‘Papa Sakti’ di dunia maya. Hal itu lantaran aparat penegak hukum seolah tidak sanggup menguak keterlibatannya dalam beberapa kasus. 

Lembaga antirasuah kini memang sudah berhasil menangkap dan menyeret Setya ke meja hijau. Tetapi, bukan Setya Novanto namanya kalau ia menerima itu dengan legowo dan lapang dada. 

Mantan Ketua Fraksi Partai Golkar di DPR itu kembali berkelit dari jerat hukum dengan jurus andalannya yakni sakit. Publik dibuat terhentak dan gemas saat menyaksikan Setya kembali mengeluh sakit ketika menghadiri sidang perdana pada 7 Desember lalu di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. 

Ia mengeluh sakit diare dan bungkam saat ditanya oleh Hakim Ketua Yanto. Bak drama baru, sempat terjadi “perang” argumen antara kuasa hukum Setya yang bersikeras meminta kliennya diperiksa dokter RSPAD. Sementara, dokter yang disiapkan KPK menyatakan Setya dalam keadaan fit dan dapat mengikuti sidang hingga selesai. 

Episode baru seolah dibuat Setya pasca gugatan pra peradilan jilid keduanya dinyatakan gugur oleh Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Di sidang keduanya, Setya tak lagi sakit. Ia tampil rapi dan klimis. Bahkan tak sungkan menebar senyum kepada media. 

Publik kini menanti apakah Setya akan memilih untuk tutup mulut dan menanggung semua beban korupsi KTP Elektronik atau “bernyanyi” dan menyeret pelaku korupsi lainnya. 

Anies-Sandi

Pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Sandiaga Uno (kanan) menyampaikan visi dan misinya saat debat di Hotel Bidakara, pada 13 Januari 2017. Foto oleh M Agung Rajasa/Antara

Pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta Anies Baswedan (kiri) bersama Sandiaga Uno (kanan) menyampaikan visi dan misinya saat debat di Hotel Bidakara, pada 13 Januari 2017.

Foto oleh M Agung Rajasa/Antara

Gubernur DKI Jakarta dan wakilnya, Anies Baswedan dan Sandiaga Uno, menempati peringkat kedua daftar tokoh terpopuler 2017 ini. Perjalanan keduanya bermula dari tahun lalu, namun pada tahun ini lah mereka berhasil menjadi pemenang pemilihan kepala daerah DKI Jakarta dengan mengalahkan dua kandidat lainnya, Agus Yudhoyono-Sylviana Murni dan Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat.

Meski demikian, kemenangan Anies-Sandi harus melalui dua babak, setelah tidak ada kandidat yang mendapat suara lebih dari 50% pada putaran pertama. Di putaran kedua, Anies-Sandi mengalahkan Ahok-Djarot dengan 57,96% suara. 

Selama berkampanye, Anies-Sandi berjanji untuk memperbaiki kualitas hidup warga Jakarta, salah satunya dengan penyediaan program rumah dengan uang muka Rp0, sebuah janji yang terkesan mustahil. 

Anies-Sandi, yang didukung basis massa Islam yang kuat, pun pernah mengucapkan sesuatu yang menjadi kontroversi, bukan hanya dalam masa kampanye atau saat debat kandidat, tapi ketika hari pelantikan.

Dalam pidato pelantikannya, Anies menyebut kata “pribumi” dan seolah mengesampingkan warga ibu kota khususnya, dan Indonesia umumnya, yang bukan “pribumi”, sebuah kelanjutan dari panasnya kampanye melawan gubernur petahana Ahok yang merupakan keturunan Tionghoa dan beragama Kristen. 

Rizieq Shihab

 Pimpinan FPI Rizieq Shihab memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada 23 Januari 2017. Foto oleh Reno Esnir/ANTARA

Pimpinan FPI Rizieq Shihab memberikan keterangan kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Jakarta, pada 23 Januari 2017.

Foto oleh Reno Esnir/ANTARA

Tokoh yang menempati urutan ketiga adalah pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab. 

Popularitas Rizieq di Google antara lain mengalahkan Penyidik KPK Novel Baswedan, Bos First Travel Anniesa Hasibuan, Presiden Joko "Jokowi" Widodo, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dan mantan Hakim MK Patrialis Akbar.   

‘Penobatan’ Rizieq sebagai tokoh paling populer sepanjang 2017 oleh Google sejatinya tak begitu mengejutkan. Sebab berita-berita tentang Rizieq bertebaran di mana-mana, mulai dari media cetak mainstream, portal berita, hingga media sosial seperti Twitter dan Facebook.

Salah satu berita tentang Rizieq Shihab yang paling banyak menyita perhatian adalah kasus dugaan pornografi yang diduga melibatkan Rizieq dan seorang perempuan bernama Firza Husein.

Google mencatat, sepanjang 2017, kata-kata yang paling banyak dicari warganet di mesin pencari Google adalah “Habib Rizieq dan Firza”, “Firza Husein dan Habib Rizieq”, dan “WA Habib Rizieq”.

Keingintahuan publik terhadap Rizieq semakin menjadi-jadi saat Polda Metro Jaya menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus pornografi. Warganet pendukung Rizieq pun bereaksi, baik di Twitter maupun Facebook.

Lalu, di tengah kehebohan penetapan tersangka tersebut, datang kabar lain: Rizieq hengkang ke Arab Saudi. Berbagai spekulasi pun berkembang yang berujung pada rasa penasaran publik yang semakin besar terhadap Rizieq.

Apalagi, sampai penghujung tahun ini, Rizieq belum juga pulang ke Tanah Air, membuat namanya semakin 'laku' di Google. Dengan drama tersebut, tak mengejutkan jika Google kemudian menobatkannya sebagai tokoh terpopuler 2017.

Novel Baswedan

Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) saat ditemui di Singapura pada 15 Agustus 2017. Foto oleh Monalisa/ANTARA

Penyidik KPK Novel Baswedan (kiri) saat ditemui di Singapura pada 15 Agustus 2017.

Foto oleh Monalisa/ANTARA

Tahun 2017 menjadi tahun yang kurang beruntung bagi penyidik KPK Novel Baswedan. 

Sebagai petugas yang memberantas korupsi, tentu Novel sering mendapatkan berbagai ancaman. Puncaknya adalah serangan teror yang terjadi pada Selasa dini hari, 11 April silam. Setelah menjalankan salat subuh di masjid dekat rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, dua orang misterius mendekati Novel dan menyiramkan cairan air keras ke wajahnya. 

Peristiwa tersebut mengakibatkan Novel harus mendapatkan perawatan intensif di Singapura dan hingga saat ini matanya masih belum bisa berfungsi normal. Meskipun teror yang dilakukan begitu nyata, namun hingga saat ini pihak berwajib belum bisa menangkap pelaku serangan tersebut. 

Diduga teror tersebut berkaitan dengan kasus megakorupsi e-KTP yang banyak melibatkan banyak pejabat publik ternama.

Raisa-Hamish

Tahun ini nama Raisa Andriana kembali mencuri perhatian publik Indonesia. Bukan soal kiprahnya di dunia musik tapi lebih ke soal pernikahannya dengan aktor, bintang iklan, model sekaligus pebisnis, Hamish Daud Wyle.

Pernikahan Raisa dan Hamish memancing perhatian publik karena menyatukan dua sosok populer di bidangnya masing-masing. Raisa dengan segudang prestasinya di musik sementara Hamish dengan kariernya di dunia akting. Raisa jadi acuan sekaligus idola para pria, sementara Hamish digilai banyak penggemar wanita. Klop!

Di media sosial, pembicaraan sosok pasangan ini mendominasi sepanjang tahun. Semua dimulai sejak pertunangan mereka 21 Mei lalu yang juga dideklarasikan sebagai #HariPatahHatiNasional. 

Di Twitter, tagar ini jadi salah satu yang terpopuler tahun ini. Sementara Hamish juga jadi salah satu selebriti yang paling banyak dicari di Google sepanjang 2017.

Berlanjut ke pernikahan mereka pada 3 September yang juga menghebohkan masyarakat Indonesia. Acara adat Sunda yang dilanjutkan resepsi jadi topik terhangat di media sosial hari itu.

Tak cuma berhenti di situ, kemeriahan topik pernikahan Raisa dan Hamish berlanjut hingga beberapa pekan setelahnya. Pasalnya, pasangan ini kembali menggelar esepsi di Bali sepekan setelah akad nikah. Setelah itu, mereka lanjut berbulan madu di banyak negara berbeda yang bikin iri semua warganet yang menyaksikan kemesraan mereka.

Apapun soal Raisa dan Hamish akan selalu  menarik untuk diulik dan diikuti. Sosok mereka pun seakan memberi harapan bahwa cinta bisa mengatasi segalanya. Wajar saja jika keduanya selalu menarik untuk dibicarakan. Tak cuma di media tapi di kalangan masyarakat biasa. —Rappler.com