Film 'Turah' jadi wakil Indonesia di seleksi nominasi Oscar

JAKARTA, Indonesia —Persatuan Perusahaan Film Indonesia (PPFI) baru saja mengumumkan perwakilan film Indonesia yang akan maju untuk proses seleksi di ajang Academy Awards (Oscar) kategori Best Foreign Language Film atau Film Berbahasa Asing Terbaik.

Menurut Christine Hakim, aktris senior sekaligus ketua komite seleksi, film Turah yang terpilih menjadi wakil Indonesia. Film yang disutradarai oleh Wicaksono Wisnu Legowo ini terpilih dari antara 130 lebih judul film yang diseleksi.

"Dalam hal ini kami tidak bicara yang lebih baik atau buruk. Tapi mana yang lebih sesuai. Sehingga semua sepakat bahwa tidak akan menyampaikan film-film yang menjadi diskusi kami. Karena kami tidak mau ada kesalahpahaman di dalam seakan akan yang kami pilih ini lebih baik dari yang lain. Kami memilih sesuai dengan apa yang kira kira sesuai untuk Oscar," ujar Christine saat ditemui di gelaran press conference, Selasa, 19 September.

Disinggung soal alasan akhirnya memilih Turah, Christine berujar soal nilai kejujuran dan kesederhanaan yang ditampilkan. "Salah satu kekuatan dari film ini adalah kejujuran dan kesederhanaan. Apakah itu dari segi tematik ataupun juga dari segi penggarapannya. Jujur sekali filmmaker-nya dalam menyampaikan, tidak ada pretensi untuk buat film yang genit atau kultural edukatif atau apa gitu. Atau mau menjual kemiskinan. Tapi memang jujur menyampaikan sebuah kejujuran. Pesannya kuat sekali film ini."

Soal teknis, kata Christine, Hollywood pasti jadi juaranya. Tapi Christine dan panitia seleksi justru tidak berfokus pada teknis. Yang terutama adalah bagaimana mengedepankan kekuatan konten untuk disaksikan penonton di luar Indonesia. 

"Belajar dari film-film yang menang Best Foreign Film, kalau mau dilihat secara teknis biasa biasa aja. Kayak film Separation dari Iran. Mengenai perceraian. Topik yang sangat sederhana tapi dia penggarapannya dramatiknya begitu kuat sampai pesan itu kuat ke masyarakat," ujar Christine lagi.

Reza Rahadian yang juga tergabung dalam komite seleksi tahun ini juga mengaku bangga jika akhirnya film Turah yang terpilih untuk jadi wakil Indonesia. "Saya pribadi menyukai film Turah karena pertama saya udah nonton sama sutradanya waktu itu di Taman Ismail Marzuki, jadi enggak cuma pas penjurian. Saya bilang bahwa ini adalah sebuah film yang tidak hanya mengangkat soal kearifan lokal tapi film ini seperti Indonesia dalam medium yang kecil gitu. Pembahasannya, pola bertutur, pola penggarapannya menarik sekali isu yang diangkat."

Tapi Reza mengaku tak mau bermuluk-muluk soal harapan agar film Turah bisa masuk nominasi Oscar nantinya. "Saya tidak mau berharap terlalu muluk. Tapi kalau kita belum punya sejarah panjang keterlibatan film Indonesia di Oscar, paling tidak untuk sering masuk dulu aja deh di 60 atau 40, 30, 10 besar, saya udah senang. Saya udah bersyukur alhamdulillah." —Rappler.com