Bantah Bom Sarinah settingan, Krishna Murti buat status di Facebook

JAKARTA, Indonesia  — Sukses polisi mengatasi penyerangan dan pengeboman di Jalan Thamrin, beberapa waktu lalu, tidak selalu menuai pujian dan simpati. Tidak sedikit pula mengkritik, atau bahkan melontarkan spekulasi.

Tentu polisi menyampaikan respon atau sanggahan kepada publik bila opini yang berkembang dari berbagai kalangan masyarakat dinilai tidak sesuai fakta.

Bantahan disampaikan melalui berbagai jalur, selain di hadapan media secara langsung, juga lewat media sosial. Salah satu pejabat kepolisian yang aktif menanggapi pernyataan netizen adalah Direktur Reserse dan Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Krishna Murti.

Yang terbaru, Krishna membantah spekulasi yang menyatakan bahwa penyerangan dan pengeboman di Jalan Thamrin adalah rekaan (setingan) polisi. Pada statusnya ia menulis, "Pak NP; saya tdk perlu menjelaskan kenapa kami cepat ke TKP. Cukup FB bu Nita Triyana yg bercerita.

Seperti bisa dilihat di akun Facebooknya di bawah:

Tudingan adanya setingan datang dari Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S. Pane dalam sebuah diskusi, Selasa, 19 Januari 2016.  Neta Pane oleh Krishna disingkat dengan inisial NP. Dalam pernyataannya, Neta menyatakan, ada lima kejanggalan dalam insiden itu. 

Salah satunya mempertanyakan mengapa Krishna Murti begitu cepat tiba di lokasi kejadian. Dan sudah pakai rompi antipeluru. Bukan hanya kali ini Krishna mengunggah status terkait serangan di Jalan Thamrin.

Sebelumnya, Krishna juga mengomentari berbagai meme yang berkembang di media sosial. Di antaranya, soal apa yang diistilahkan sebagai "polisi ganteng".

Dalam statusnya, di antaranya Krishna menyatakan, " ... serangan teror malah dibuat meme dan hash tag lucu2an.. Polisi ke TKP cepet, dibilang sinetron dan settingan.. ,, Lebih daripada itu; anak buah saya yg ganteng malah jd ngetop, digilai banyak wanita.. Sekarang istrinya tiap hari telpon terus nanya suaminya dimana ‪#‎takut_diambil_orang‬.."  —   Rappler.com

BACA JUGA