Barcelona vs Bayer Leverkusen: Ujian pertama Barca tanpa Messi

JAKARTA, Indonesia — Tiki taka Barcelona memang tak lagi murni seperti di era Josep “Pep” Guardiola. Era Luis Enrique, entrenador (pelatih) mereka saat ini, lebih banyak mengombinasikannya dengan umpang panjang dan langsung. Beberapa lubang mulai terlihat.

Mereka kalah melawan Celta Vigo 1-4 di Primera Division pekan lalu dan ditahan seri AS Roma 1-1 di laga pertama Liga Champions.

Laga melawan AS Roma dan Celta Vigo memiliki kesamaan. Kedua tim berani melakukan pressing ketat. Jika Celta Vigo melakukannya sejak di garis pertahanan lawan, Roma lebih pragmatis di daerahnya sendiri.

Dalam laga melawan Celta Vigo, Barcelona dipaksa untuk tak terlalu dominan dalam penguasaan bola. Dominasi klub asal Catalonia itu hanya 55 persen. Padahal, di semua laganya di Primera Division, Blaugrana — julukan mereka — selalu menguasai bola di atas 60 persen.

Selain itu, entrenador Celta Vigo Eduardo Berizzo yang biasa bermain dengan formasi 4-3-3 mengubahnya menjadi 4-4-2. Barca memang kerap kesulitan menghadapi tim dengan skema tersebut. Sebelum Celta Vigo, mereka sebelumnya direpotkan dengan Atletico Madrid yang bermain dengan skema yang sama—meski akhirnya tetap menang 2-1.

Situasi semakin buruk karena Sergi Roberto yang diplot menggantikan Ivan Rakitic sebagai sentral pembagi bola di lapangan tengah tak bisa memainkan perannya. Dia kerap kehilangan bola. Dia juga menjadi sasaran empuk tekanan para pemain Celta Vigo.

Melawan Bayer Leverkusen di laga kedua Blaugrana di Liga Champions, Rabu, 30 September, Barca harus mewaspadai strategi ala Celta Vigo diterapkan di Nou Camp, kandang mereka. Apalagi, sang superstar Lionel Messi absen. Ini untuk kali pertama Barca tampil tanpa Messi sejak November 2013.

Memang, catatan Barca masih superior meski tanpa bintang asal Argentina itu. Sepanjang 15 laga dalam dua musim terakhir tanpa La Pulga (Si Kutu), julukannya, Barca hanya kalah dua kali. Karena itu, Enrique tetap percaya diri timnya mampu bermain maksimal.

Posisi Messi di winger kanan Blaugrana bisa digantikan Munir El Haddadi. Meski tidak sehebat Messi dalam hal penguasaan bola, Munir bisa memberi pengaruh dalam tim. Dia ikut mencetak assist saat melawan Las Palmas, 26 September.

Karena itu, Enrique masih percaya diri timnya akan bisa mengatasi Leverkusen. Sebab, para pemain pengganti memiliki selisih kualitas yang tak terlalu jauh. “Cedera selalu membuat kami sedih. Tapi kami adalah satu tim dan kami akan mengatasinya,” kata Enrique seperti dikutip ESPN.

Mantan pelatih AS Roma itu juga merasa tak perlu mengubah formasi gara-gara Messi absen. “Semuanya masih sama dengan atau tanpa Leo (Messi),” kata Enrique.

Justru, kata dia, ini adalah ujian motivasi bagi para pemainnya. “Sekarang akan terlihat bagaimana mental para pemain. Dan saya tidak pernah meragukan mereka,” kata pelatih 45 tahun tersebut.

Di pihak lain, Leverkusen tidak merasa di atas angin meski tuan rumah bakal bermain tanpa Messi. Menurut mereka, Barca tidak hanya Messi. Masih ada pemain fantastis seperti Neymar dan Luis Suarez.

“Setiap tim pasti akan kehilangan Messi. Tapi Barca masih tim kelas dunia tanpa dia,” kata gelandang Christoph Kramer seperti dikutip Bundesliga.com.

Prakiraan pemain:

Barcelona (4-3-3)

Ter Stegen; Alves, Pique, Mascherano, Adriano; Iniesta, Busquets, Rakitic; Munir, Suarez, Neymar.

Pelatih: Luis Enrique

Bayer Leverkusen (4-2-3-1)

Leno; Donati, Tah, Papadopoulos, Wendell; Bender, Kramer; Bellarabi, Calhanoglu, Kampi; Kiessling.

Pelatih: Roger Schmidt.

Rappler.com 

BACA JUGA: