6 bayi orangutan di Palangkaraya terkena masalah pernafasan akibat asap

PALANGKARAYA, Indonesia — Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation Nyaru Menteng di Kalimantan Tengah menyatakan enam bayi orangutan terkena infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) dampak kabut asap akibat kebakaran hutan yang melanda daerah itu.

"Sebanyak enam belas bayi orangutan yang ada, saat ini masih dalam status penanganan ISPA. Dari 16 itu, ada enam bayi orangutan yang positif terkena ISPA," kata Humas Komunikasi BOS Foundantion Nyaru Menteng Agung Monterado di Palangkaraya, Kamis, 29 Oktober.

Menurut tim medis, hingga kini enam bayi orangutan tersebut sudah mulai membaik berkat penangan secara eksklusif dan serius dari tim kesehatan pihak yayasan.

Agung mengatakan, enam bayi orangutan saat ini sudah mulai bisa diajak bermain kembali seperti biasanya, namun tetap dalam pengawasan.

"Kami tetap memberikan waktu lamanya bermain kepada enam orangutan tersebut dari pukul 16:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB, agar mereka tetap terjaga stamina kesehatannya," ucapnya.

Ia menambahkan, untuk orangutan dewasa tidak terlalu signifikan terkena penyakit ISPA akibat dampak kabut asap, sebab orangutan dewasa daya fisik tubuhnya terbilang cukup kuat dibandingkan bayi orangutan yang masih berusia di bawah empat tahun.

Umumnya dari tahun-tahun sebelumnya, orangutan dewasa akan terlihat dampak efek penyakit ISPA akibat kabut asap antara satu sampai dua bulan nanti.

Hal inilah yang terus dilakukan pemantauan secara intensif baik dari bayi orangutan hingga orangutan dewasa.

"Tim kami berdedikasi untuk terus merawat dan memberikan perawatan kesehatan bagi orangutan yang membutuhkannya sepanjang hidup mereka. Orangutan dapat hidup selama 50 tahun di pusat rehabilitasi dan kami memastikan bahwa kami akan terus menyediakan bagi mereka perawatan jangka panjang dan perlindungan maksimal," kata Agung. —Laporan Antara/Rappler.com

BACA JUGA: