Berita hari ini: Selasa, 31 Mei 2016

Indonesia wRap: Selasa, 31 Mei 2016

Dari keputusan PTUN yang menyatakan reklamasi ilegal hingga buronan La Nyalla Mattalitti ditangkap

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) menjatuhkan putusan untuk gugatan nelayan terhadap salah satu pulau reklamasi di Teluk Jakarta, Pulau G. Hasilnya, majelis hakim menerima gugatan nelayan dan membatalkan izin reklamasi Pulau G oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki "Ahok" Tjahaja Purnama ke PT Muara Wisesa Samudra, anak perusahaan pengembang Agung Podomoro Land.

Sementara, buronan kasus tindak korupsi, La Nyalla Mattalitti akhirnya ditangkap oleh otoritas Singapura karena dianggap telah tinggal di Negeri Singa melewati batas waktu yang ditentukan atau overstay. Dia dijemput oleh otoritas berwenang di Indonesia dan langsung dibawa ke Kejaksaan Agung. Ketua Umum PSSI itu akan diperiksa di Jakarta selama 20 hari. 

Simak video berisi rangkuman berita tersebut:

Novel ‘Amba’ karya Laksmi Pamuntjak masuk nominasi penghargaan sastra Jerman

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengatakan pemerintah belum memutuskan bahwa Hari Kelahiran Pancasila pada 1 Juni akan menjadi hari libur nasional.

"Sejauh ini, saya belum tahu karena harus dirapatkan antar menteri dan diputuskan melalui Keppres (Keputusan Presiden), dan sejauh ini belum ada," kata Kalla, Senin, 30 Mei.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengatakan pemerintah tengah menyiapkan rancangan Peraturan Presiden tentang penetapan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila dan menjadikannya libur nasional.

Pramono mengatakan bahwa rancangan Perpres yang mengatur hal itu tersebut masih difinalisasi.

Wacana penetapan Hari Kelahiran Pancasila 1 Juni sebagai libur nasional sempat ramai dibicarakan pada era pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, namun tidak terlaksana.

Sejarah Hari Lahir Pancasila 1 Juni menggunakan momen pidato Soekarno dalam sidang "Dokuritsu Junbi Cosakai" atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan pada 1 Juni 1945. Selengkapnya di Antara.

Indonesia wRap: Senin, 30 Mei 2016

Dari kontroversi Soeharto sebagai pahlawan hingga Simposium 'Anti-PKI'

Wacana pemberian gelar pahlawan nasional bagi Presiden RI ke-2, Soeharto, kembali mengemuka. Apakah kamu setuju jika Bapak Pembangunan ini dijadikan pahlawan? 

Isu lain yang menjadi perbincangan hangat adalah simposium tandingan "Anti-PKI" yang akan dihelat oleh sejumlah purnawirawan TNI dan ormas. Mereka khawatir akan "kebangkitan" komunisme di Indonesia. Apa saja yang akan mereka lakukan?

Simak videonya di bawah ini:

—Rappler.com