Berita hari ini: Senin, 22 Agustus 2016

Indonesia wRap: Dari upacara penutupan Olimpiade Rio hingga kontroversi harga rokok Rp 50 ribu 

Olimpiade di Rio de Janeiro, Brasil, usai digelar. Indonesia meraih 1 medali emas dan 2 medali perak. Medali disumbangkan cabor bulu tangkis dan angkat besi.

Indonesia menempati peringkat 46 dari total 205 negara peserta. Prestasi ini lebih baik dari Olimpiade London 2012 yang hanya dapat 1 medali perak dan 1 medali perunggu.

Sementara itu, survei Fakultas Kesehatan Masyarakat UI menyatakan kenaikan harga rokok dapat menekan konsumsi.

Survei dilakukan terhadap 1.000 orang dalam kurun waktu Desember 2015 sampai Januari 2016.

Sebanyak 72% mengatakan akan berhenti merokok kalau harga naik di atas Rp 50 ribu.

Ketua DPR Ade Komarudin setuju dengan wacana kenaikan harga rokok. Isu kenaikan harga dapat tanggapan negatif dari pengusaha rokok. PT Sampoerna mengatakan perlu ada kajian menyeluruh.

Partai Demokrat nonaktifkan Ruhut sebagai jubir terkait Pilkada DKI?

Ruhut Sitompul. Foto dari Wikimedia

Ruhut Sitompul.

Foto dari Wikimedia

Partai Demokrat mencopot kadernya Ruhut Sitompul dari posisi sebagai juru bicara. "Saudara Ruhut Sitompul dinonaktifkan dari posisi sebagai koordinator juru bicara," kata juru bicara Partai Demokrat, Imelda Sari, Senin.

Ia menepis rumor bahwa Ruhut dicopot terkait isu Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017. Ruhut kerap menyuarakan pendapat pribadinya mendukung calon petahanan Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama, padahal Demokrat belum memutuskan siapa yang akan diusung.

Namun Ruhut mengatakan ia menerima SMS dari Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang salah satu poinnya berbunyi:

“Saya mengikuti dinamika perpolitikan dewasa ini dan saya nilai saudara benar-benar tidak mengikuti kebijakan dan garis partai terutama Ketum PD karena pernyataan-pernyataan yang saudara keluarkan tidak mencerminkan posisi PD dan garis saya selaku Ketum PD,” tulis SBY dalam pesannya.

Selengkapnya di Detik.com.

Ribuan sopir taksi online akan demo di Istana Negara hari ini

Petugas melakukan pengecekan kendaraan saat berlangsung layanan uji SIM A Umum dan Ujian Berkala (KIR) angkutan umum berbasis online serta taksi umum di Silang Monas, Jakarta, pada 15 Agustus 2016. Foto oleh Puspa Perwitasari/Antara

Petugas melakukan pengecekan kendaraan saat berlangsung layanan uji SIM A Umum dan Ujian Berkala (KIR) angkutan umum berbasis online serta taksi umum di Silang Monas, Jakarta, pada 15 Agustus 2016.

Foto oleh Puspa Perwitasari/Antara

Sekitar 1.000 pengemudi taksi berbasis aplikasi online akan menggelar unjuk rasa di 3 lokasi berbeda di Jakarta, Senin. Aksi tersebut akan dilaksanakan di depan Istana Negara, kantor Kementerian Perhubungan, dan Gedung DPR RI.

Mereka menuntut untuk mencabut Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 32 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum Tidak dalam Trayek. Menurut, advokat sopir taksi online, Andryawal Simanjuntak, tuntutan tersebut dilakukan karena merugikan bagi sopir taksi online.

"Beberapa poin dalam Permen No 32 Tahun 2016 tersebut merugikan pihak kami, sopir-sopir taksi online. Salah satunya, ketentuan untuk wajib memiliki SIM A umum," kata Andryawal. Pasalnya, biaya membuat SIM itu sendiri mencapai Rp 1 juta sampai Rp 1,5 juta.

Selain itu, kewajiban untuk uji kir juga ditentangnya. Sebab, kendaraan yang digunakan sopir taksi online memiliki asuransi all risk dan Total Lost Only (TLO) atau asuransi kehilangan dan kerusakan kendaraan. Selengkapnya di Kompas.com.

—Rappler.com