Kepala BNN terinspirasi ikuti gaya Duterte berantas perdagangan narkoba

JAKARTA, Indonesia - Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso mengaku mendukung upaya keras pemerintahan Presiden Filipina Rodrigo Duterte dalam memberantas peredaran narkoba. Walaupun, upaya tersebut telah menyebabkan hampir 3.000 orang tewas sejak dia dilantik bulan Mei lalu.

Pria yang akrab disapa Buwas itu menyebut kampanye tersebut dapat membuat Indonesia aman dari pengaruh narkoba. Saat ini, upaya pemberantasan narkoba juga menjadi salah prioritas dari pemerintahan Presiden Joko "Jokowi" Widodo. Bahkan, Jokowi kembali menghidupkan eksekusi mati dan ditujukan bagi bandar narkoba.

Sejauh ini pemerintahan Jokowi sudah mengeksekusi 18 terpidana mati yang terkait kasus narkoba. Buwas menyebut Indonesia bisa saja mengikuti kebijakan yang saat ini diberlakukan oleh Pemerintah Filipina. Agar lebih gencar dalam pemberantasan narkoba, BNN kini tengah merekrut lebih banyak SDM dan membeli senjata baru untuk merealisasikan upaya tersebut.

"Jika sebuah kebijakan semacam itu diberlakukan di Indonesia, kami yakin maka jumlah pengedar dan pengguna narkoba di Indonesia tercinta akan menurun secara drastis," kata Buwas pada awal pekan ini.

Dia bahkan mengaku akan berada di garda terdepan untuk memberantas semua bandar narkoba.

Namun, pernyataan tersebut justru diklarifikasi oleh juru bicara BNN, Slamet Pribadi. Dia mengatakan Indonesia baru bisa mengikuti jejak Filipina dalam pemberantasan narkoba jika aturannya sudah ada.

"Kita tidak bisa begitu saja menembak pelaku tindak kriminal seperti itu. Kita harus mengikuti aturan (yang sudah ada)," kata Slamet.

Dia mengakui upaya Buwas yang tegas dalam pemberantasan tindak narkoba. Buwas bahkan pernah mengatakan kepada anggota BNN agar senjata yang mereka miliki tidak sekedar disimpan di ruang penyimpanan. Namun, Slamet menyebut senjata itu baru akan digunakan untuk penegakan hukum, bukan untuk menembak mati pelaku kriminal.

Presiden Duterte dijadwalkan akan melakukan kunjungan kenegaraan ke Indonesia pada pekan ini usai mengikuti KTT ASEAN di Laos. Di antara beberapa isu yang dibahas, pemberantasan narkoba diduga akan ikut dibahas oleh kedua pemimpin.

Selain itu, Duterte juga akan menyampaikan permohonan pengampunan bagi salah satu warga Filipina, Mary Jane Veloso yang menjadi terpidana mati di Yogyakarta. Mary Jane nyaris dieksekusi pada tahun lalu di hadapan regu tembak. Namun, di menit terakhir, eksekusi terhadap Mary Jane ditunda. - dengan laporan AFP/Rappler.com

BACA JUGA: