Malam itu, Cristiano Ronaldo menangis dua kali

JAKARTA, Indonesia — Kapten tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo, menangis dua kali dalam laga final Euro 2016 saat melawan Perancis, pada Minggu, 10 Juli.

Pertama, ketika ia mengalami cedera pada menit ke-25 dan harus ditarik ke luar lapangan untuk menjalani perawatan.

Yang kedua ketika ia berlari kembali ke lapangan saat rekan-rekannya memastikan kemenangan atas tuan rumah dengan skor 1-0.

Ronaldo mengatakan bahwa memenangkan Piala Eropa merupakan gelar yang sudah lama diinginkannya.

"Saya bahagia, sangat bahagia. Ini merupakan sesuatu yang sudah lama saya inginkan sejak 2004 (kekalahan pada final),” kata Ronaldo usai pertandingan, seperti dikutip dari situs resmi UEFA.

12 tahun lalu, Portugal sempat mencapai final Euro 2004 namun dikalahkan oleh tim kuda hitam, Yunani.

“Saya meminta kepada Tuhan untuk diberikan kesempatan lain," katanya setelah pertandingan di Stade de France, Paris.

Portugal berhasil mengalahkan Perancis dengan skor tipis 1-0 berkat gol Eder pada babak tambahan waktu, menit ke-109, setelah kedua tim bermain imbang sepanjang 90 menit waktu normal.

"Kami mengalahkan Perancis dan saya sangat senang. Ini merupakan salah satu momen paling bahagia di karir saya," kata bintang Real Madrid tersebut.

Ronaldo juga berterima kasih kepada semua rekan-rekan setimnya, pelatih dan seluruh tim Euro 2016, serta masyarakat Portugal.

"Ini momen yang unik bagi saya, untuk semua warga Portugal dan ini tidak akan terlupakan," kata pesepakbola 31 tahun ini.

Ronaldo harus ditarik pada menit ke-25 setelah ditekel oleh Dimitri Payet. 

Ramalan Ronaldo

Portugal kalahkan Perancis dengan skor tipis 1-0 berkat gol Eder. Foto dari Uefa.com

Portugal kalahkan Perancis dengan skor tipis 1-0 berkat gol Eder. Foto dari Uefa.

com

Eder, pencipta gol kemenangan Portugal, mengatakan Ronaldo sudah memperkirakan gol yang menentukan tersebut.

"Ronaldo bilang saya akan menciptakan gol kemenangan untuk tim," kata Eder kepada.

“Ronaldo memberi saya kekuatan, energi, dan ini penting. Ini gol yang saya usahakan sejak menit pertama Piala Eropa. Atas kerja kami, demi semua rakyat Portugal, ini sesuatu yang fantastis, kami layak menerimanya dan mendapat ucapan selamat."

Eder, yang bermain untuk klub Perancis, Lille, melesakkan gol di menit ke-109. Ia masuk lapangan di menit ke-79.

Gol Eder menjadikan Portugal sebagai juara di Piala Eropa untuk pertama kalinya dan menghentikan 10 kali berturut-turut kalah dari Prancis sejak 1975.

Pepe jadi ‘Man of the Match’

Pepe (kiri) menjadi pemain terbaik dalam pertandingan final Euro 2016. Foto dari uefa.com

Pepe (kiri) menjadi pemain terbaik dalam pertandingan final Euro 2016. Foto dari uefa.

com

Sementara itu, Pepe menjadi pemain terbaik dalam pertandingan (Man of the Match) saat Portugal menjuarai Euro 2016.

Pemain yang berposisi sebagai bek itu tampil tangguh dengan mementahkan sejumlah serangan pemain Perancis yang bermain lebih dominan.

Pemain Real Madrid itu sebelumnya diragukan tampil dalam partai final setelah absen pada babak semifinal akibat cedera hamstring, namun ia kembali bugar jelang digelarnya laga penentuan juara Euro 2016. —Rappler.com

Baca laporan lengkap Rappler tentang Euro 2016: