Musibah Masjidil Haram: 12 jemaah haji asal Indonesia meninggal

JAKARTA, Indonesia (UPDATED) — Satu lagi warga negara Indonesia teridentifikasi meninggal dunia dalam musibah jatuhnya crane di Masjidil Haram, 11 September. 

"Jemaah yang wafat 12 orang. Jemaah teridentifikasi terakhir bernama Janiro Ganumbang Siregar dari kloter MES 09 dengan nomor paspor A9106896," kata Kepala Daker Mekah Arsyad Hidayat, Kamis, 8 Oktober.

 

Lamanya proses identifikasi ini dikarenakan beberapa jenazah tidak utuh dalam insiden crane jatuh tersebut. Seluruh jenazah sudah dimakamkan, namun DNA jenazah sudah diambil sehingga bisa dicocokkan. 

Sebelum identifikasi Janiro ini, berdasarkan data Kementerian Agama, sebelas warga negara Indonesia tewas dan 42 terluka karena tertimpa belalai crane di Masjidil Haram, Jumat, 11 September. 

Dari mereka yang terluka, sampai dengan Kamis, 8 Oktober, menurut Arsyad dua masih dirawat di Rumah Sakit Al-Jaheer di Mekah, yakni Tri Murti Ali dan Isnaini Fajariah. 

Selain Janiro, inilah nama-nama korban yang meninggal dunia:

Pemerintah Arab Saudi berjanji akan melakukan investigasi terhadap penyebab jatuhnya crane. Saat ini, sebuah komite telah dibentuk untuk menjalankan proses investigasi tersebut.

Angin kencang diduga menjadi penyebab jatuhnya crane di Masjidil Haram. Teknisi kontraktor pemugaran masjid Saudi Binladin Group mengklaim bahwa crane dipasang secara profesional dan tidak ada tanda-tanda kerusakan teknis pada crane tersebut. Menurut teknisi tersebut, apa yang terjadi adalah "kehendak Tuhan." 

Penilaian berbeda datang dari Irfan al-Alawi, salah satu pendiri Yayasan Penelitian Warisan Islam (Islamic Heritage Research Foundation), salah satu organisasi yang vokal menyuarakan kritik atas proses pemugaran Masjidil Haram karena dianggap akan menghilangkan sebagian warisan sejarah yang ada di sana.

Menurut Irfan, memang terdapat unsur kelalaian dalam musibah ini.

"Mereka tak peduli dengan warisan sejarah. Mereka juga tak peduli dengan kesehatan dan keselamatan," katanya.

Ibadah haji jalan terus

Terkait dampak dari musibah ini, seorang pejabat pemerintah terkait yang menolak disebutkan namanya memastikan bahwa proses penyelenggaraan ibadah haji yang sedianya dimulai pada 21 September, tak akan tertunda.

"Tak ada pengaruhnya terhadap ibadah haji tahun ini, bagian yang terdampak akan diperbaiki dalam beberapa hari," katanya.

Demi menjamin keamanan jemaah haji, sumber yang sama mengungkapkan bahwa pihak kontraktor telah diminta untuk memeriksa keamanan dari crane lain yang masih berada di lingkungan mesjid. —Rappler.com

BACA JUGA: