DKI luncurkan tiga aplikasi pengelolaan keuangan

JAKARTA, Indonesia – Pemerintah DKI Jakarta meluncurkan pada Jumat, 18 Maret, tiga aplikasi pengelolaan keuangan dan aset daerah, yaitu e-Retribusi, e-Aset, dan sistem informasi Buku Kas Umum (e-BKU). 

"Dengan ketiga aplikasi tersebut, pencatatan transaksi keuangan dan aset di ibukota (menjadi) lebih akurat," kata Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Heru Budi Hartono di Balai Kota,

 

Menurut Heru, melalui aplikasi-aplikasi tersebut, maka diharapkan penerimaan daerah bisa lebih optimal. Selain itu, pengamanan aset di Jakarta juga bisa meningkat, dan posisi kas dapat dikontrol secara harian. 

Dia mengatakan aplikasi itu tercipta melalui kerja sama antara BPKAD DKI, Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan (Diskominfomas) DKI dan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya. 

"Ketiga subsistem tersebut merupakan bagian dari proses pengembangan sistem informasi keuangan yang saling terintegrasi satu sama lain. Maka dari itu, kami akan terus meningkatkan pegendalian belanja daerah dengan menerapkan kebijakan non cash transaction (non tunai)," ujar Heru. 

Dengan sistem tidak tunai, dia menuturkan, seluruh aliran dana dapat ditelusuri melalui cash management system. Selain itu, bisa juga sekaligus mempercepat penyerahan laporan pertanggungjawaban oleh masing-masing SKPD. 

"Sedangkan terkait pembenahan pengelolaan aset daerah, dilakukan melalui penerapan sistem informasi aset yang dilengkapi dengan barcode elektronik, foto, dan titik koordinat tanah sehingga seluruh aset dapat diidentifikasi keberadaannya secara cepat dan tepat," kata Heru. 

Sementara itu, dia mengungkapkan untuk pembenahan di bidang penerimaan daerah akan dilakukan dengan menutup loket-loket pembayaran. Transaksi pembayaran dapat dilakukan melalui melalui program non cash revenue system yang terkoneksi secara online dengan perbankan. 

"Berbagai macam pembenahan itu nantinya akan memudahkan pelayanan dan menjamin keakuratan penerimaan pajak dan retribusi daerah, serta meminimalisir terjadinya penyelewengan," kata Heru. – laporan Antara 

BACA JUGA: