Dua warga hilang saat Bone dilanda bencana banjir bah

BONE, Indonesia - Ratusan wisatawan daerah dan luar Kabupaten Bone berhamburan menyelamatkan diri saat banjir kiriman dari dua lokasi meluap hingga ke Sungai Merrunge, Desa Ureng Kecamatan Pallaka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan pada Minggu, 13 November. Air bah datang begitu deras sekitar pukul 14:30 WITA, ketika para wisatawan tengah menikmati liburan akhir pekan di kawasan wisata terpopuler di Bone.

Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bone, Bahar Kadir mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyisiran di lokasi bencana. Posko penanggulangan bencana dibantu polisi dan tim Basarnas masih menunggu laporan warga yang hilang dari keluarga korban.

“Saat di lokasi awal meluapnya air bah, ada 30 warga yang dilaporkan berada di sana dan khusus di Sungai Merrunge ini, ada ratusan wisatawan yang terjebak banjir kiriman,” ujar Bahar yang dihubungi melalui telepon pada Senin, 14 November.

Sejauh ini, sebanyak 95 warga yang terjebak saat bencana air bah, berhasil diselamatkan oleh tim penyelamat. Sayangnya, satu orang di antaranya ditemukan dalam kondisi tak bernyawa. Korban diketahui bernama Musdalifah (27 tahun).

Berdasarkan informasi, korban datang ke lokasi kejadian bersama suaminya, Sukri (30 tahun) dan sedang menikmati akhir pekannya bersama keluarga di lokasi awal terjadinya luapan air. Namun, saat bencana terjadi, suaminya sempat menarik tangan Musdalifah. Sayangnya, korban tetap ikut terbawa arus dan ditemukan dalam kondisi tak bernyawa di Desa Usa.

Camat Palakka, Hasnawati Ramli, mengatakan jenazah Musdalifah ditemukan di Desa Usa, Kecamatan Palakka dan berjarak 1 kilometer dari Sungai Merrunge. Suami korban berhasil ditemukan oleh tim SAR dalam keadaan hidup sekitar pukul 18:25 WITA.

“Pasca kejadian tersebut, sejumlah warga dari berbagai seperti Kabupaten Sinjai datang ke lokasi kejadian untuk menanyakan kerabat mereka,” tutur Hasna.

Musibah pun juga nyaris menimpa keluarga Sekretaris Daerah (Sekda) Bone, Andi Surya Dharma yang sempat terjebak di sungai. Namun, untungnya keluarga Surya berhasil diselamatkan semua.

Dua warga masih dinyatakan hilang

Selain satu korban tewas, Bahar juga menyebut ada dua warga lainnya yang dikabarkan ikut menghilang. Keduanya antara lain bernama Ashar Putra (17 tahun) pelajar SMAN Watampone dan Ridwan (20 tahun) yang merupakan mahasiswa di Kabupaten Bone.

Menurut keterangan keluarga Azhar Putra, dia sempat memegang tangan Azhar sebelum terbawa arus. Tetapi, karena arus yang terlampau deras, sehingga Azhar terseret arus sungai dan menghilang.

"Sedangkan korban atas nama Ridwan masih kami telusuri identitas aslinya dan mencari keluarga yang melaporkan. Sampai saat ini, kami terus menelusuri sungai untuk mencari korban-korban yang hilang," katanya.

Tim SAR juga menemukan beberapa bukti identitas milik korban ketika tengah melakukan penyisiran. Beberapa barang bukti yang ditemukan antara lain surat-surat kendaraan, KTP, SIM, dan tas. - Rappler.com