"Ground-breaking" kereta api cepat Jakarta-Bandung dimulai pekan ini

JAKARTA, Indonesia —  Hubungan Presiden Tiongkok Xi Jinping dan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo terjalin erat. Selama lebih setahun, kedua pemimpin sudah bertemu empat kali

Selain itu, kedua pemimpin juga sudah dua kali berbicara melalui telepon. Menurut Duta Besar Tiongkok untuk Indonesia Xie Feng, salah satu dari perhatian kedua pemimpin yang ditindaklanjuti adalah mewujudkan Prakarsa Jalan Sutra Abad 21 dan Poros Maritim Dunia.

Prakarsa ini perlu disingkronisasi, didorong dan diperluas dalam bentuk kerja sama di berbagai bidang. “Dalam konteks luas inilah pembangunan jalur kereta api cepat Jakarta-Bandung perlu dibangun,” kata Dubes Xie Feng, dalam perbincangan dengan Rappler, di Kantor Kedutaan Besar Tiongkok di Jakarta, Selasa, 19 Januari 2016.

Rencananya, ground-breaking kereta api cepat akan dilakukan pekan ini oleh Presiden Joko Widodo, disaksikan oleh Penasehat Presiden Xi Jinping, Wang Yong, yang akan tiba di Jakarta, besok.Ground breaking akan dilakukan, Kamis, 21 Januari 2016, di Perkebunan Walini yang akan menjadi salah satu stasiun pemberhentian.

Menurut Dubes Xie, saling percaya secara politik, ekonomi, dan kerja sama orang per orang dan pertukaran budaya bisa menjadi “troika” yang mempererat hubungan Tiongkok-Indonesia, yang saat ini lebih baik daripada kapanpun dalam sejarah.

Dubes Xie Feng mengatakan bahwa tantangan terbesar dalam membangun kereta api cepat Jakarta-Bandung adalah pembebasan lahan. "Dari apa yang saya baca di media, pembebasan lahan selalu jadi kendala di semua proyek infrastruktur. Hal lain yang harus kami perhatikan adalah soal ijin bagi pekerja dari negeri kami," kata Xie Feng kepada Rappler.

Cuplikan video Dubes Xie Feng dapat dilihat di sini:

 

Kesejahteraan Meningkat

Jalur Kereta Api Cepat Jakarta-Bandung berada di Pulau Jawa, pulau terpadat di Indonesia dengan total penduduk 160 juta jiwa. Jalur KA akan menghubungkan Jakarta, kota terbesar di Indonesia dengan Bandung, kota bersejarah dan terbesar keempat. “Jika digabung, kedua kota didiami lebih dari 14 juta penduduk dengan potensi ekonomi luar biasa,” kata Dubes Xie.

 Di kedua kota ini pula, didiami sejumlah besar keluarga kelas menengah. Pada 2014, PDB Indonesia mencapai 3.531 US dolar, lebih tinggi dari Tiongkok yang mencapai 1000 US dolar tahun 2003 tatkala konstruksi kereta cepat mulai dibangun negeri Tirai Bambu. Kini, PDB Tiongkok mencapai 7500 US US Dolar. Kereta Cepat telah mendongkrak tingkat kesejahteraan Tiongkok.

 "Saya yakin, jalur kereta cepat Jakarta-Bandung akan mendorong kinerja ekonomi Indonesia,” kata Dubes Xie Feng. Pelaksaan proyek ini termasuk cepat. Padahal sebelumnya sempat menjadi kontroversi.

 ITB Prediksi Penumpang Capai 44 Ribu/Hari

Merujuk pada data Institut Teknologi Bandung, kereta cepat ini sanggup mengangkut rata-rata 44.000 orang per hari. Bila harga tiket dipatok Rp200.000 per orang, pemasukan bulanan mencapai Rp3,2 triliun.

Dalam kesempatan sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mengatakan BUMN akan menggarap proyek ini dengan skema business-to-business.

“Jadi kami dari BUMN kan membuat konsorsium, kita sedang finalisasi” kata Rini, Rabu, 9 September 2015. — Rappler.com

 BACA JUGA