Empat orang jadi calon tersangka kerusuhan Tolikara

 Foto dari Twitter

JAKARTA, Indonesia — Penyidik kepolisian mengatakan ada 4 orang yang menjadi calon tersangka kerusuhan di Tolikara, Papua. Namun aktor intelektualnya masih dicari.  

"Yang saat ini akan ditetapkan tersangka itu belum sampai ke aktor intelektualnya,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Charliyan, Rabu, 22 Juli. "Pokoknya kita mengungkap sampai ke akar-akarnya. Kita enggak ragu atau gamang, tapi kita ingin seadil-adilnya.”

Menurut Anton, 4 orang ini diduga merusak fasilitas umum dengan membakar kios-kios yang apinya akhirnya membakar juga Musala Baitul Mustaqin.

Kapolri Jenderal Badrodin Haiti sebelumnya mengatakan bahwa Polri akan mengumumkan tersangka pada Rabu, 22 Juli, namun Anton mengatakan masih ada kemungkinan diumumkan Kamis, 23 Juli. 

Penembakan sesuai prosedur?

Kerusuhan diawali dengan massa dari Gereja Injili di Indonesia yang berupaya menghentikan umat Islam melakukan salat Idul Fitri.  Mereka diberitakan membakar kios-kios dan akhirnya api merambat sampai ke Musala Baitul Mustaqin. Tak hanya itu, menurut polisi, mereka juga melempari jemaah dengan batu. 

Namun dari versi GIDI, kerusuhan terjadi karena polisi menyerang mereka dengan tembakan, sehingga mereka terpaksa membela diri. 

Polisi mengakui memang menggunakan senjata tajam untuk menghentikan kerusuhan. Akibatnya, sebelas terluka dan satu orang meninggal dalam insiden tersebut. 

Badrodin mengatakan penembakan tersebut sudah dilakukan sesuai prosedur.

"Saya mengatakan, tidak ada pelanggaran di sana, menurut saya tidak ada," kata Badrodin, Rabu, 22 Juli. 

Menurut Badrodin, polisi melepaskan tembakan ke udara, namun karena massa masih terus melempar, akhirnya menembak ke bawah. 

"Penembakan itu bagian dari perlindungan negara terhadap masyarakat komunitas yang melaksanakan ibadah," ujar Badrodin. — Rappler.com