Gajah pun protes kebakaran hutan

 

Gajah yang habitatnya terganggu dengan kebakaran hutan ini menghancurkan kebun yang dibuat perambah hutan. Pada hari ketiga pemadaman, tim gabungan nyaris berpas-pasan dengan gajah yang sedang mengamuk. 

"Kami terpaksa diam sejenak menunggu kawanan gajah liar itu lewat baru bisa pulang," katanya.

"Yang terbakar adalah lahan berupa belukar dan tanaman sawit milik perambah. Kami menduga kebakaran ini adalah karena perambahan di sana untuk membuka lahan sawit karena tanaman yang terbakar juga tidak subur.”

Dugaan pembakaran oleh perambah juga diperkuat dengan keberadaan 30 gubuk kayu yang dibangun perambah di Bukit Apolo. Ketika kebakaran terjadi, gubuk-gubuk itu terkunci dan kosong.

"Kalau mereka bukan perambah dan berniat baik, pasti mereka membantu kita padamkan api dan tidak lari," katanya.

Helikopter tak bisa bekerja

WATER BOMBING. Dua helikopter bantuan BNPB untuk memadamkan kebakaran hutan di Riau terpaksa parkir di hangar Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru, karena kabut asap tidak memungkinkan penerbangan. Foto oleh Denni Risman/Rappler

WATER BOMBING. Dua helikopter bantuan BNPB untuk memadamkan kebakaran hutan di Riau terpaksa parkir di hangar Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin Pekanbaru, karena kabut asap tidak memungkinkan penerbangan.

Foto oleh Denni Risman/Rappler

Jarak pandang di landasan pacu Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru kembali memburuk, membatasi jarak pandang hanya 200 meter. Aktivitas di bandara tersebut pun terhenti.

Kabut asap juga menghentikan operasi dua helikopter milik BNPB yang hendak melakukan pemadaman kebakaran hutan dengan water bombing. 

“Sangat berbahaya jika dipaksakan terbang dengan kabut asap yang pekat. Kondisi sudah masuk hari ke empat tidak ada pemadaman lewat udara,” ujar Komandan Satgas Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Riau Brigjen Nurendi. 

Lumpuhnya bandara membuat pemadaman kebakaran hanya dilakukan oleh tim darat. Tim ini adalah gabungan dari Tim Manggala Agni dari Kementerian Kehutanan dibantu oleh TNI dan Polri. 

Pada Kamis, 22 Oktober, jumlah titik api di Riau tercatat 31 titik, tersebar di Kabupaten Indragiri Hulu, Kabupaten Pelalawan, Indragiri Hilir dan Kabupaten Kepulauan Meranti. — Laporan dari Antara/Rappler

BACA JUGA: